
Satu bulan telah berlalu lamanya sejak kejadian itu menyebar keseluruhan negaraku. Aku menjadi buronan yang sangat dicari-cari di negara ini. Barang siapa yang bisa menemukanku, dan menangkap ku, maka akan di berikan kompensasi yang sangat besar oleh pemerintah.
Aku sama sekali tak menyangka kalau kehidupan ku akan berubah menjadi seperti ini sekarang. Ini semua karena Robin, anak sialan yang terus mengganggu hidupku. Kalau saja... dia tidak pernah ada, pastinya kehidupan ku akan sangat menyenangkan.
Semenjak aku melarikan diri dari sekolah, dan juga kejaran dari semua murid, dan guru saat itu. Aku tak pernah kembali ke rumahku, karena aku tahu pasti akan ada polisi yang datang. Sesuai dugaan ku saat aku ingin melihat-lihat rumah ku saja, sedang ada polisi yang sedang menyelidiki keberadaan ku.
Tidak ada seorangpun yang menemaniku, tidak ada lagi orang yang berada di sampingku untuk memikul beban bersama. Mereka semua telah hilang dari kehidupan ku, karena mereka semua telah menutup hati mereka untukku.
Sesuai isi pesan yang di tulis Robin mengenai pesan yang ada di papan tulis kelasku dulu ya menggunakan darah mayat. Setiap harinya satu-persatu dari murid yang ada di sekolah itu terbunuh tiada henti. Akhirnya sekolah pun mengadakan sistem pembelajaran online dari rumah.
Tapi tetap saja itu tak berlaku untuk Robin, mereka semua tetapi saja di bunuh di rumah mereka sendiri tanpa disadari siapa yang membunuhnya. Pembunuhan yang dilakukan Robin sangatlah luar biasa, tak seperti pembunuhan berantai yang terjadi di sekolah ku dulu.
"Padahal Robin hanya satu orang, tapi dia dapat melakukan semuanya dengan sempurna. Dia benar-benar jenius, dan licik... tapi di sisi lain aku cukup berterima kasih padanya karena telah membunuh orang-orang yang sudah mengkhianati ku.
Kasus ini makin ramai di perbincangkan, mereka semua memusatkan kejadian ini padaku, dan bukannya pada Robin si pembunuh yang sebenarnya. Sungguh aneh sekali orang-orang berpikir seperti itu. Karena kejadian ini juga aku jadi tak bisa pergi mengunjungi makam ayah.
Karena makam ayah selalu di jaga oleh polisi yang bersenjata. Semua informasi ku di bongkar sampai-sampai tak ada yang terlewatkan. Para polisi juga setiap harinya selalu memeriksa rumahku di waktu yang berbeda-beda.
__ADS_1
Sejak saat aku melarikan diri dari sekolah saat itu, aku juga telah merubah penampilan ku menjadi seorang wanita. Sebenarnya ini sangat memalukan bagiku, karena harga diriku sebagai laki-laki tercoreng seperti ini. Tapi apa boleh buat ini adalah satu-satunya cara yang paling jitu untuk memalsukan identitas ku.
Aku hidup sebagai berandalan di jalanan, hampir setiap harinya aku selalu berkelahi dengan orang-orang berandalan lainnya yang hidup di jalanan, dan tak punya tempat tinggal sama seperti diriku yang sekarang. Aku berkelahi dengan mereka juga memiliki tujuan untuk memperluas area ku sebagai berandalan.
Aku tak pernah kalah setiap kali aku berkelahi dengan berandalan di jalanan. Karena aku bisa semua beladiri, ini semua berkat buku-buku yang selalu ku baca dulu. Aku bisa mempraktekkan dengan mudah hanya dengan membaca, dan melihat gambar gerakan bela diri yang ada di buku.
Sekarang aku hidup di bangunan tua yang sudah tidak di pakai lagi Tepatnya tempat konstruksi yang sudah tidak di gunakan, dan sudah setengah jadi. Namaku juga sudah terkenal di antara semua berandalan yang ada di jalanan.
Mereka semua menyebut diriku sebagai, "Angel of Death". Mereka akan langsung memalingkan wajah mereka, dan berlari menjauh dariku jika bertemu denganku. Tentu saja aku berkelahi dengan wujud sebagai wanita, dan juga saat sedang mengenakan pakaian wanita.
Karena aku harus tetap menyembunyikan informasi tentang diriku. Tidak ada siapapun yang boleh tahu mengenai informasi tentang diriku yang sebenarnya. Aku selalu mencuri pakaian wanita di malam hari untuk ku pakai sebagai penyamaran.
Untuk makanan juga aku selalu mencuri, ini demi kehidupan ku. Lalu tak ada seorangpun yang berani datang ke tempat konstruksi yang sudah tak terpakai lagi yang sekarang ada milikku, dan ku jadikan sebagai tempat tinggal ku.
Ternyata menyenangkan juga hidup bebas seperti ini, melakukan apa pun yang ku inginkan. Terbebas dari perintah dari orang lain, hidup sesuka ku. Sama seperti mereka yang berpendapat sesuka mereka. Ternyata rasanya menyenangkan sekali, pantas saja mereka suka hidup sesuka hati mereka tanpa memandang orang lain yang menderita karenanya.
Untuk setiap harinya juga aku harus berdandan sebagai wanita, agar terlihat seperti wanita asli. Orang-orang yang ku lewati di jalan takjub dengan penampilan ku yang sangat cantik, dan menawan. Sampai sekarang pun aku masih merasa tidak enak, dan kesal di pandang seperti itu.
__ADS_1
Tapi apa boleh buat, aku terpaksa melakukannya tahu!. Terkadang juga aku pernah hampir di lecehkan oleh seorang pria yang menjijikan yang sedang dalam keadaan mabuk. Tentu saja aku tak menerimanya, karena aku masih normal.
Aku langsung menghajar orang yang melecehkan ku sampai dia sekarat. Lalu ada beberapa orang juga yang menembak ku untuk dijadikan pacar. Tentu saja lagi-lagi aku pasti akan menolaknya, tapi menerima hadiah yang merupakan berikan.
Terkadang mereka membelikan ku coklat yang sangat enak untuk menembak ku. Rasanya sangat enak sekali di lidahku, dan terasa cair begitu masuk mulut. Seiring berjalannya waktu aku mulai melakukan hal yang berbeda. Mulai sekarang aku mulai menerima para laki-laki yang mengajakku makan di restoran.
Ini bukan berarti aku menyukai lelaki! awas saja jika kalian berpikir seperti itu, aku akan membunuh kalian!. Ini semua hanya akting ku untuk mendapatkan makanan gratis dari laki-laki bodoh yang mentraktir ku makan, hahaha! senangnya.
Tugasku sebagai pencuri makanan juga semakin berkurang karena banyak dari mereka yang mengajakku makan. Aku hanya menerima makanan yang mereka berikan, bukan perasaan mereka yang diberikan untuk ku. Karena itu sangat menjijikkan sekali, rasanya aku ingin muntah setiap kalia mereka mengucapkan kata-kata manis padaku.
1 bulan berlalu lagi... aku mulai merekrut orang-orang berandalan yang pernah ku hajar habis-habisan untuk menjadi anggota ku. Mereka pun menerima tawaran ku karena mereka terlihat sangat takut sekali padaku. Karena pernah di antara mereka yang ku hajar sampai mati.
Aku juga telah menjadi seorang pembunuh sekarang. Aku tak merasakan hal apapun setelah membunuh mereka, yang ada aku hanya merasakan kesenangan. Aku juga menghajar mereka dengan sadis, seperti mematahkan tulang-tulang mereka.
Aku akan membuat cacat pada orang-orang yang telah menggangguku. Mereka orang-orang yang telah ku rekrut menjadi anggota ku. Mereka ku perbolehkan tinggal di konstruksi yang tidak terpakai ini. Tepatnya ada 4 lantai di konstruksi yang tak terpakai ini.
Aku berada di lantai yang paling di tinggi, di lantai ke 4. Itu adalah tempat khusus untuk ku, dan tak ada yang iu perbolehkan dari mereka naik ke lantaiku. Aku mengurutkan kekuatan mereka berdasarkan lantai bangunan ini, semakin tinggi lantai yang mereka ku perbolehkan tinggal, maka mereka semakin kuat.
__ADS_1
Orang yang ada di lantai bawah adalah orang lemah yang pernah ku hajar. Tapi tentu saja peran mereka juga penting untukku, mereka ku suruh mencuri barang-barang yang ku butuhkan, ku jadikan mereka semua sebagai babu, karena mereka semua tunduk padaku dengan rasa takut, dan trauma terhadap ku.
Di lantai tiga ada total 10 orang di bangunan ini, dan di lantai 2 ada total 23 orang. Kemudian di lantai pertama ada total 19 orang, jadi semua anggota ku ada 52 sekarang, kalau aku dimasukkan juga akan menjadi 53. Kami hidup secara berlompok, dan melakukan pencurian dengan berkelompok.