Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
3 Orang


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertemuan ku dengan Kyura, untuk datang ke rumahnya di pagi hari. Seperti biasa hari ini aku sedang bersiap-siap terlebih dahulu untuk datang ke rumahnya. Dia bilang kalau dia menyuruhku untuk datang sendiri ke rumahnya.


Karena dia tidak ingin orang lain mengetahui rumahnya, biarpun orang itu tidak mengenalnya sebagai penulis novel terkenal yang mendunia. Jadi untuk menghindari pengejaran masa karena aku adalah orang terkenal. Aku memakai sebuah topi, masker, dan juga kaca mata hitam untuk penyamaran sebagai orang biasa.


Aku naik kendaraan umum untuk pergi ke rumahnya, lalu tiba di pemberhentian ku. Aku turun dari bus, dan melihat ponselku untuk melihat arah alamat rumahnya. Aku hanya perlu berjalan lurus ke depan, dan setelah belok ke sebelah kiri.


Aku sangat terkejut begitu tahu rumahnya berada di gang sempit. Gang ini terlihat sangat buruk, dengan sampah yang berserakan, sepertinya tempat ini tidak di urus. Lalu aku tak mempedulikannya karena dulu aku pernah hidup seperti ini


Aku pun masuk tanpa ragu ke gang itu, namun begitu aku masuk lebih dalam untuk menuju ke rumah Kyura. Rasanya ada sesuatu yang janggal, kemudian aku melihat ke belakang ku, dan aku terkejut karena ada beberapa pria dengan pakaian hitam yang mengikuti ku sedari tadi tanpa sadar.


Ada 3 pria yang berdiri di belakang ku, dan sepertinya aku tahu kenapa mereka mengikuti ku dari tadi. Mereka adalah pria mesum brengsek, aku benci sekali harus menghadapi perkelahian lagi setelah bertahun-tahun lamanya.


"Hai nona cantik... kau ingin pergi kemana? apa mau kami temani?" tanya salah satu dari mereka.


Lalu mereka bertiga mengepung ku berdiri di sekeliling ku agar aku tak lari. Dengan tatapan menjijikkan mereka membuatku semakin kesal saja. Pada hari ini aku ingin memulai hari dengan baik, tapi apa boleh buat kalau ada 3 orang pria brengsek yang ingin berbuat mesum padaku. Aku harus memberi pelajaran kepada mereka bertiga.


"Hei... kalian... pergilah dari sini sebelum menyesal" jawabku.


"Wah! suaranya terdengar imut sekali, sudah pasti wajah yang di tutupnya itu pasti terlihat sangat cantik. Aku jadi tidak sabar, hahaha!" kata salah satu dari mereka yang langsung bertindak lebih dulu.


Namun ada yang aneh dengan satu orang diantara mereka. Satu orang dari mereka pergi mundur, dan memperhatikan ku dari belakang. Kemudian sisanya merupakan berusaha untuk menyerang ku, sepertinya mereka sudah gila, dan yang paling gila adalah pria yang memiliki tompel di jidatnya ini.


Dia sampai mengeluarkan air luarnya yang mengenai wajahku. Aku semakin kesal, dan menghajar mereka berdua habis-habisan. Aku telah membuat mereka berdua cacat, sekarang giliran orang itu. Sepertinya dia adalah pemimpin dari orang-orang brengsek ini.

__ADS_1


"Majulah kau brengsek! akan ku buat kau cacat seumur hidup!" kataku yang berteriak dengan lengan yang penuh dengan darah.


"Maju... kalahkan dulu mereka berdua setelah itu kau bisa bertarung dengan ku" kata orang itu sambil menyalakan rokoknya.


"Apa maksudmu..." aku terkejut begitu mereka masih bisa bergerak.


Salah satu dari mereka hanya bisa merangkak, dan sekarang sedang memegang kedua kaki ku dengan sangat kuat. Aku tak bisa lepas dari cengkraman yang sangat kuat ini. Lalu yang satunya lagi menyiapkan kuda-kuda, dan melayangkan tinjunya padaku.


Aku hanya bisa menangkis menggunakan tanganku, karena kakiku tak dapat bergerak. Begitu aku ingin menghajarnya, dengan mudah lawan ku menghindar karena kakiku sedang di pegang dengan erat. Lalu aku menghajar orang yang memegang kakiku dengan kuat itu sekuat tenaga.


Tapi anehnya kekuatan cengkraman dari orang itu tidak sedikitpun berkurang. Sebenarnya siapa mereka berdua ini, lalu yang satunya melayangkan kaki kanannya dengan sangat kencang hingga aku kehilangan keseimbangan ku, dan terjatuh.


Lalu orang yang merangkak itu mendapat kesempatan begitu aku terjatuh. Orang yang merangkak itu berdiri di atas ku, dan memegang kedua tanganku. Aku sama sekali tak bisa bergerak, ataupun untuk berdiri. Kekuatan orang ini melebihi batas ku.


Rasanya aku ingin muntah, dan karena aku terus berusaha untuk melepaskan diri, tenagaku mulai berkurang. Aku menjadi sangat kelelahan karena tak bisa lepas dari orang ini, lalu orang yang satunya menghampiri ku, dan dia duduk berlutut di samping ku.


Lalu tangannya meraih bajuku, dan dia ingin melepaskan pakaian ku. Aku sangat ketakutan setengah mati... sampai air mataku keluar karena ketakutan. Bukan karena mereka lebih kuat dariku, tapi karena aku takut identitas ku akan terbongkar, dan juga mereka tetap akan memperlakukan dengan buruk biarpun mereka tahu kalau aku adalah seorang pria.


Kenapa mereka berdua sangat kuat sekali, padahal dulu aku adalah orang yang paling terkuat di jalanan. Aku bisa mengalahkan siapapun, dan membuatnya cacat, atau mati. Tapi kenapa sekarang aku tak bisa berkutik di hadapan orang-orang lemah ini.


Apa karena... sudah beberapa tahun ini aku sudah tak lagi berkelahi di jalanan, ataupun di bar. Karena itu kekuatan yang selama ini ku latih menjadi berkurang. Sialan! sialan! aku tak boleh begini, seharusnya saat itu aku mendengarkan kata-kata Yudo sebelum aku pergi.


Ternyata benar apa yang dikatakan Yudo padaku saat sebelum aku pergi berangkat. Kalau Kyura pasti memiliki maksud tertentu padaku karena mempersilahkan orang lain mengetahui rumahnya tiba-tiba, dan lagi orang itu adalah orang yang baru dia kenal.

__ADS_1


Beberapa jam yang lalu...


Saat itu aku sedang berdandan di depan cermin untuk menghias wajahku menjadi sangat cantik. Walaupun begitu, tetap saja aku tak pernah mengubah penampilan ku sebagai nona Gillie yang cantik. Terkadang aku hanya mengubah sedikit agar lebih mempesona.


"Hei Claude... apa kau akan pergi ke rumah Kyura sekarang?" tanya Yudo yang sedang duduk di depan komputer.


"Tentu saja..." jawabku dengan singkat.


"Apa kau tak merasa aneh padanya?" kata Yudo yang menghadap ku karena ingin berbicara dengan serius.


"Entahlah... aku merasakan keanehan sedikit darinya" kataku.


"Biarpun begitu seharusnya kau mengajak beberapa anggota dari geng kita disini untuk menjagamu secara diam-diam" kata Yudo.


"Aku tak ingin merepotkan mereka semua, karena ini adalah hari libur mereka. Mereka sudah seharian mengurus gedung ini, dan sudah lelah bekerja" kataku.


"Biarpun begitu keselamatan mu lebih penting dari pada sekedar rasa kasihan" kata Yudo


"Sudahlah jangan khawatirkan aku, apa kau lupa dulu aku ini siapa?" kataku yang tersenyum seringai.


"Tapi... tetap saja... itukan dirimu yang dulu, berbeda dengan sekarang. Mungkin kekuatan mu telah jauh berkurang sekarang" kata Yudo.


Kemudian aku tak mempedulikan dengan perkataan Yudo saat itu. Aku tetap bersikeras untuk pergi sendiri ke rumah Kyura, dan tak lagi memikirkannya kekhawatiran Yudo padaku. Karena aku saat itu yakin pada diriku, kalau aku pasti bisa menjaga diriku biarpun bahaya menghampiri ku.

__ADS_1


Tak peduli seberapa sulit bahaya yang harus ku lewati. Tekad ku sudah bulat, karena aku tak akan mundur lagi untuk mencari tahu sesuatu dari seseorang. Karena aku merasakan keanehan dari orang yang bernama Kyura itu. Mungkin dia memiliki hubungan dengan semua rasa penasaran ku ini


__ADS_2