Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Panggung


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu...


Peter baru saja menyelesaikan masalahnya di toilet umum. Begitu Peter keluar dari toilet, ada seseorang yang mengajaknya untuk bernyanyi bersama di panggung. Ternyata di rest area ini ada dua panggung yang berdekatan dengan panggung yang digunakan oleh Fred.


Lalu Peter menerima tawaran itu, karena sebagai imbalannya, Peter diberikan uang sebesar 3 juta rupiah begitu acaranya selesai. Begitu tim Peter memulai konsernya, semua orang yang sedang berada di panggung Fred untuk melihat bakatnya, langsung pergi berlarian ke arah panggung milik Peter.


Karena Peter memiliki tim seperti band untuk bernyanyi bersama yang membuat orang-orang lebih tertarik mendengarkan musiknya dari pada Fred yang hanya penyanyi solo. Lagi pula bukan hanya itu, Fred hanya mengandalkan suaranya tidak seperti Pete yang mengandalkan alat musik juga.


"Ah... ternyata aku salah sangka... fiuh... syukurlah ternyata bukan hal buruk" gumamku sambil menarik napas.


"Sialan! awas saja kau Peter!" teriak Fred di dalam hatinya.


Kemudian Fred meninggalkan panggungnya, dan berlari sesegera mungkin ke dalam bus. Perasaannya saat ini sedang sangat kesal karena fansnya di rebut oleh Peter. Fred tidak mempedulikan ku sama sekali, dan hanya mempedulikan amarahnya.


"Hei Fred... apa yang sedang kau lakukan?" tanyaku yang melihat Fred sedang mengambil sesuatu di tas yang dia ambil dari tenda.


"Aku sedang kesal! jangan ganggu aku!" kata Fred terus mengorek-ngorek isi tas itu.


Kemudian dia memisahkan beberapa barang, di antaranya adalah pakaian dari brand terkenal. Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan dengan pakaian mewah itu. Lalu dia mengumpulkan pakaian itu di satu tas, dan segera keluar dari bus berlari ke arah panggung yang tadi.


Kemudian dia berbicara di atas panggung itu, "Halo semuanya! aku mengadakan event spesial hanya untuk hari ini. Di rest area 73!" kata Fred yang membuat orang-orang di sekitar panggung Peter menoleh ke arahnya.


Aku masih tidak mengerti apa yang akan dia lakukan dengan pakaian-pakaian itu. Apa jangan-jangan... event yang dia katakan itu akan memberikan pakaian mahal itu dengan cuma-cuma kepada orang lain!. Lalu beberapa orang mulai kembali ke panggung milik Fred.

__ADS_1


"Ya benar! mari ke sini semuanya! agar aku bisa memulai eventnya!" kata Fred yang membuat orang-orang di sekitarnya menarik perhatiannya. Sehingga lama-kelamaan panggung yang ada di sekitar Peter menjadi sepi karena Fred.


Kemudian Peter menatap wajah Fred yang tersenyum dengan seringai ke arahnya, "Dasar anak sialan itu! awas saja kau" gumam Peter dengan kesal.


"Oke baiklah! karena kalian sudah berkumpul di sini, aku akan memberitahukan kepada kalian event apa yang ku adakan. Pertama-tama aku akan memberitahukan kepada kalian semua tentang event ini.


Di mulai dari dengan siapa di antara kalian yang dapat bernyanyi dengan merdu. Lagu yang harus kalian nyanyikan adalah lagu apa saja sesuai yang kalian bisa Lalu untuk semua peserta yang ikut tidak ada batasannya. Jadi kalian semua yang ada disini boleh ikut serta.


Aku adalah jurinya yang ada disini, jadi hanya aku yang boleh menentukan pemenangnya. Hanya ada 5 orang yang terpikir yang akan menjadi pemenang di event ini. Lalu kalau soal hadiahnya adalah... ini dia!" teriak Fred sambil menunjukkan beberapa pakaian yang dia bawa tadi.


Lalu semua orang bersorak keras karena ingin mendapatkan pakaian itu. Aku melihat bandnya Peter yang sedang bubar, karena Fred telah merebut kemenangan. Aku jadi kasihan melihat Peter yang sepertinya menahan timnya untuk pergi meninggalkan panggungnya.


Tapi sepertinya memang sudah tidak ada harapan untuk tim mereka. Karena mereka hanya bernyanyi saja, tidak seperti Fred yang bernyanyi, dan juga mengadakan event dengan hadiah yang spesial. Event itu pun di mulai saat ini juga.


"Ada apa denganmu Peter?" tanyaku.


"Hah... sudahlah... ini semua karena Fred telah merebut fansku" kata Peter.


Lalu tiba-tiba saja Peter menyalakan mesin mobilnya. Aku pun terkejut, sepertinya dia berniat ingin meninggalkan Fred di sini. Kemudian Fred yang menyadari itu, langsung berlari meninggalkan panggungnya.


"Hei! apa yang kau lakukan Peter?" tanyaku.


"Haha... aku sedang memberi pelajaran kepada anak itu" kata Peter tertawa jahat.

__ADS_1


"Maaf semuanya! aku harus segera pergi dari sini! sampai jumpa!" teriak Fred sambil berlari meninggalkan panggungnya, dan segera pergi menuju bus kami.


Lalu Peter menancapkan gasnya, seketika busnya berjalan, sedangkan Fred sedang berlari dari kejaran orang-orang yang marah, yang merasa dirinya telah di tipu oleh Fred. Kemudian dengan cepat Fred membuka pintu busnya, dan masuk dengan ngos-ngosan.


"Apa... yang... sedang kau... lakukan brengsek!" tanya Fred sambil menarik kerah Peter.


"Haha... tentu saja kita akan pulang" kata Peter yang membuat Fred terdiam.


Tak ku sangka Fred akan terdiam dalam sekejap seperti itu setelah mendengarkan kata-kata Peter yang tak masuk akal. Fred langsung terduduk diam, sambil memakan snack yang dia ambil dari tas yang berisi penuh dengan makanan.


Kukira Fred akan marah besar tadi karena perlakuan Peter terhadapnya. Tapi syukurlah tidak ada keributan lagi di antara mereka, untuk saat ini saja. Mungkin setelahnya mereka akan ribut lagi, aku benar-benar tak habis pikir dengan hubungan pertemanan mereka.


Apa benar hubungan mereka bisa dikatakan teman?. Tapi lupakan lah, yang penting sekarang aku tak lagi kesepian karena di tinggal oleh mereka di bus ini sendirian. Akhirnya mereka semua kembali ke bus lagi.


"Hei Claude! apa kau lapar?" tanya Fred.


"Hmm... iya" kataku ragu-ragu, takut akan membuat Fred kerepotan karena mengurusku seharian.


"Baiklah kalau begitu aku akan segera memasak nasi instan ini! dengan daging sapi asli. Makanan ini cukup hanya di kukus saja, setelah itu jadi. Untung saja aku membawa semua perlengkapan memasak" kata Fred menunjukkannya kepadaku.


Lalu Fred menyiapkan tiga box nasi instan itu untuk dimakan bersama. Fred juga telah membawa termos untuk menyeduh kopi untuk Peter agar dia tidak mengantuk di saat sedang mengemudikan sebuah bus. Tak ku sangka, Fred benar-benar telah menyiapkan semuanya dalam waktu sesingkat ini saat di hutan.


Lalu seperti biasanya Fred membantuku makan, dan minum terlebih dahulu dibandingkan dengan dirinya sendiri seperti biasanya. Setelah aku sudah selesai makan, baru dia makan untuk dirinya. Walaupun sikapnya itu sangat buruk bagiku, tapi aku cukup berharap padamu.

__ADS_1


Lalu untuk Peter, sepertinya dia mulai menunjukkan sisi aslinya saat dia bermain bersama Fred. Ah... iya benar juga, ngomong-ngomong begitu kami pulang nanti. Apakah aku masih dapat bermain dengan Fred seperti ini?.


__ADS_2