Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Masalah Terselesaikan


__ADS_3

Kemudian tiba-tiba saja aku melihat sosok cahaya yang menghampiri ku. Setelah itu aku berlari ke arah cahaya itu, dan berharap kalau aku dapat menemukan Eren di sana. Namun... setelah aku masuk ke dalam cahaya itu... hanya ada orang-orang yang pernah ku bunuh sebelumnya.


Di ruangan yang hampa yang hanya berwarna putih itu, aku tidak dapat menemukan Eren. Aku sudah berlari, dan mencari kemana-mana... tapi aku tetap tidak bisa menemukan Eren. Aku terjatuh, dan menangis sendirian, dan tak ada yang membantuku bangkit.


Padahal kalau saja ada Eren disini... dia pasti akan datang, dan membantuku bangkit seperti pertama kali aku bertemu dengannya. Aku menangis kencang, sambil mengingat-ingat semua kesalahanku padanya, dan juga kepada orang lain yang sudah ku perlakukan dengan buruk.


Semua orang yang ku bunuh berkumpul, dan menatapku dengan tatapan kebencian dari mereka. Lalu... tiba-tiba ada seorang anak yang seumuran ku yang menghampiri ku dengan wajah yang berbeda dari yang lainnya. Wajah, tatapannya, dan senyuman yang dia berikan padaku itu terasa sangat hangat.


Dia adalah salah satu orang yang ku bunuh, dia bernama Hajime... setiap orang yang ku bunuh, aku selalu mengingat namanya. Itu adalah pertanda untukku kalau aku masih memiliki perasaan, dan bukan sosok yang sangat kejam, tanpa mempedulikannya.


Kemudian dia memberikan tangannya padaku, seolah-olah dia akan membantuku bangkit dari terjatuh. Kemudian aku meraih tangannya itu, dan aku merasakan kehangatan dari tangannya itu yang membuat suasana hatiku menjadi tentram.


"Aku memaafkan mu..." jawab Hajime.


"A-apa? apa benar kau akan memaafkan ku?" tanyaku yang mulai menangis lagi.


"Ya, jangan menangis lagi... kau tak perlu merasa bersalah seperti itu lagi. Karena aku telah memaafkan mu" kata Hajime.


"Te-terima kasih..." kataku memeluk Hajime dengan erat.


Lalu tiba-tiba saja saat aku membuka mataku, semua orang yang ku bunuh menghampiri ku dengan wajah, tatapan, dan senyuman yang sama seperti Hajime. Rasanya semakin hangat, dan hangat... rasa yang belum pernah kurasakan ini.


"Sampaikan pesan ku pada kakakku... kalau aku sangat menyayangi bunga pemberian kakak, dan juga kakakku" kata Hajime yang tersenyum padaku.


Kemudian tiba-tiba saja seluruh tubuhku bercahaya, dan perlahan-lahan tiba-tiba saja tubuhku terbang ke atas. Aku sangat terkejut apa yang terjadi sebenarnya... namun tatapan mereka sama sekali tak berubah saat melihatku dari bawah. Mereka melambaikan tangannya kepadaku, aku sangat kebingungan apa yang akan terjadi padaku.

__ADS_1


Kemudian begitu aku melihat ke atas, aku melihat ada cahaya yang lebih terang dari pada ini. Aku berharap kalau aku bisa menemukan Eren di sana, dan aku akan meminta maaf padanya. Namun begitu aku pergi ke arah cahaya yang lebih terang itu tiba-tiba saja aku terbangun.


Ternyata... aku tidak mati... hanya saja aku sedang berada di dunia mereka saat aku sedang kehilangan kesadaran ku. Aku sangat senang sekali kalau aku masih hidup, tapi di sisi lain aku sangat sedih karena tidak bisa bertemu dengan Eren di sana untuk meminta maaf padanya.


"Kau sudah bangun..." kata orang itu yang duduk di sampingku.


Aku terkejut begitu aku bangun, karena aku sedang berada di atas kasurku. Aku takut kalau dia sudah mengetahui diriku yang sebenarnya, dan akan menyerahkan ku kepada polisi. Kemudian aku akan di penjara, atau di kenai hukuman mati.


"A-apa kau akh!" kataku yang kesakitan saat mencoba bangun.


"Jangan banyak bergerak dulu, kau masih sakit" kata orang itu dengan wajah datarnya.


"Apa kau... melakukan... sesuatu padaku?" tanyaku.


"Hah!? kenapa kau memikirkan hal seperti itu di saat kau sadar" kata orang itu.


"Aku tak melakukan apapun padamu percaya lah... aku hanya mengangkat mu, dan memindahkan mu di sini" kata orang itu menatap ku dengan jujur.


"Ah... baiklah aku percaya padamu" kataku sambil menghela nafas dengan perasaan lega kalau sampai saat ini belum ada seorangpun yang mengetahui identitas ku yang sebenarnya.


"Kenapa... di saat-saat terakhir mu tadi... kau menangis?" tanya orang itu yang terlihat sangat penasaran tentang diriku.


"Apa kau ingin sekali tahu tentangku? kalau begitu beritahu dulu namamu" kataku.


"Lagi-lagi nama... apa nama seseorang sangat penting bagimu huh. Namaku Akai" kata orang itu.

__ADS_1


"Baiklah akai... aku memang sangat mempedulikan nama seseorang. Nama tidak bisa di anggap sepele, karena di kehidupan seseorang, nama adalah segalanya" kataku.


"Apa maksudmu?" tanya Akai yang kebingungan dengan kata-kataku. Kemudian aku tersenyum seringai, "Kau akan segera mengetahuinya cepat atau lambat, dan aku akan memulai cerita ku, jadi kau diam saja, dan biarkan aku bercerita" kataku.


Setelahnya aku menceritakan tentang ku, semuanya... semuanya yang ku pendam selama ini. Aneh sekali... aku mengatakan semua rahasia yang ku sembunyikan dari orang lain kecuali orang ini yang bahkan dia sudah mengajar tanpa belas kasih.


Bukan hanya itu saja, aku saja baru saja mengenal namanya tadi. Tapi keberadaannya, dan penderitaan yang dialami, rasa sakitnya... itu membuat hatiku bergerak untuk menceritakan tentang diriku. Dia adalah satu-satunya orang yang ku ceritakan tentang semua yang pernah ku alami.


Semua masalah ku dari awal sampai saat ini aku menceritakan padanya. Aku merasa tidak keberatan untuk mengatakan padanya, tapi hanya satu hal yang ku sembunyikan. Yaitu tentang identitas ku sebagai laki-laki, aku hanya cukup merubah cerita ku kalau aku adalah perempuan. Itu ada hal yang sangat mudah.


Begitu aku selesai menceritakan semuanya, anehnya aku merasa lega sekali. Seperti sudah tidak ada lagi beban yang ku tanggung, rasanya semuanya telah menghilang begitu saja setelah aku bercerita kepada orang ini. Mungkin dia adalah orang kedua lebih tepatnya, orang kedua yang tahu tentang diriku setelah Eren.


"Jadi begitu... maaf... kalau saja aku tahu... kalau saja aku tahu aku pasti tidak akan begitu" kata Akai yang mulai menangis lagi.


"Jangan... jangan menangis..." kataku tersenyum lembut padanya. Kemudian tiba-tiba saja dia terlihat sangat terkejut begitu melihatku, seperti melihat sosok orang lain dari diriku... apa mungkin itu adalah adiknya?.


"Kata-kata mu barusan..." kata Akai terkejut.


"Yah... itu adalah kata-kata yang di ucapkan adikmu padaku" kataku tetap tersenyum seperti adiknya yang tersenyum seperti itu padaku.


Kemudian dia menangis ringan, dan tersenyum padaku, "Terima kasih... tapi ngomong-ngomong soal itu bagaimana kau mengetahuinya?" kata Akai.


"Saat aku tak sadarkan diri tadi... aku pergi ke dunia orang-orang yang ku bunuh. Aku melihat adikmu di sana... dan dia memaafkan ku, lalu dia tersenyum seperti itu padaku sambil mengatakan hal itu.


Kemudian dia menyampaikan pesan untukmu, dia ingin berterima kasih pada bunga yang kau berikan, dan sangat berterima kasih kepadamu" kataku.

__ADS_1


Kemudian aku melihat wajah yang belum pernah ku lihat dari Akai. Wajah yang sama seperti adiknya saat itu, tersenyum dengan ceria, dan hangat. Aku juga merasakan kehangatan itu darinya. Tapi aku merasakan hal yang aneh darinya, ada apa dengan wajahnya yang merah itu? apa jangan-jangan dia!.


__ADS_2