Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Tekad Yang Kuat (2)


__ADS_3

Tapi ada yang aneh dengan keadaan rumahnya, karena terlihat sangat kosong sekali, dan juga biasanya Robin selalu ada di luar mengurus tanaman yang ada di halaman rumahnya. Karena dia jarang sekali masuk ke dalam rumahnya.


"Maaf bu... apa Robin sedang di rumah?" tanyaku dengan sopan.


"Robin? siapa Robin?" tanya ibu Robin yang terlihat seperti tidak mengenalnya. Aku pun sangat terkejut melihatnya, dia terlihat sangat alami menunjukkan wajahnya kalau dia tidak mengenal Robin.


"Bu... apa boleh saya memeriksa rumah ibu" tanyaku.


"Maaf... tapi untuk apa kamu masuk rumah saya?" tanya ibu itu yang terlihat curiga padaku.


"Saya ingin memastikan rumah ibu, tapi sebelum itu aku ingin menanyakan satu hal. Apa ibu hilang ingatan?" tanyaku.


"Eh!? ba-bagaimana kau tahu itu?" tanya ibu itu yang terlihat terkejut.


"Sebelum ibu hilang ingatan, hal terakhir apa yang terjadi pada ibu?" tanyaku.


"Entahlah... eh!? tunggu... sepertinya ibu mengingat sesuatu. Ada seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke kamar ibu di malam hari dengan pakaian berwarna hitam, dan dua menggunakan topeng hitam untuk menutupi wajahnya.


Kemudian dia membuatku pingsan, tapi setelah ibu bangun... kenapa dunia terlihat berbeda?" tanya ibu itu yang terlihat kepalanya kesakitan karena berusaha dengan keras mengingat sesuatu yang terjadi sebelumnya.


"Robin..." gumamku.

__ADS_1


"Tapi sepertinya kamu adalah orang baik, jadi ibu izinkan kamu masuk ke rumah ibu untuk memeriksa. Biarpun kamu adalah orang asing" kata ibu itu memberikan senyuman yang hangat padaku.


"Masih ada yang ingin ku tanyakan, tapi sebelum itu aku ingin memberitahu ibu kalau sekarang sudah tahun 2021..." lalu ibu itu terkejut, dan berteriak.


"Apa!? yang benar saja sekarang sudah tahun 2021! lalu selama itu apa yang terjadi padaku" kata ibu itu yang terlihat syok.


"Memangnya tahun berapa saat ibu kedatangan orang asing yang berpakaian hitam itu, dan juga sudah berapa tahun ibu tinggal disini" kataku.


"Tepatnya 3 tahun yang lalu ibu baru pindah tempat tinggal di sini. Kemudian kalau soal orang asing yang berpakaian hitam itu datang. Saat itu tahun 2019" kata ibu itu.


Kalau begitu ibu tinggal saat aku sedang menduduki kelas 3 SMP. Kemudian kalau soal orang asing yang berpakaian hitam itu datang di tahun 2019, itu berarti dia datang ke sini sudah 2 tahun lamanya. Sialan kau Robin! sebenarnya apa yang sudah kau lakukan selama dua tahun ini.


"Baiklah saya sudah mendapatkan informasi yang cukup. Kalau begitu aku akan masuk ke rumah ibu untuk memeriksanya" kataku.


Kemudian aku masuk, dan memeriksa semua tempat yang ada di dalam rumah ini. Aku sangat terkejut begitu masuk ke dalam rumah, karena rumahnya terlihat sangat kacau, dan juga ada beberapa barang yang pastinya milik Robin menghilang di rumah ini.


Aku tak menemukan sesuatu yang mencurigakan di ruangan tengah. Kemudian aku masuk ke kamar Robin, dan segera menggeledah seisi kamarnya. Lemarinya, dan rak-rak yang biasa terisi oleh barang-barang milik Robin hilang semua.


Aku jadi semakin yakin dengan kecurigaan ku kalau Robin adalah orang yang jahat, dan misterius. Aku tidak tahu apa maksud dia telah melakukan semua ini? apa ada sesuatu yang harus di selesaikan disini selama dua tahun lamanya. Begitu dia sudah selesai dengan urusannya, kemudian dia pergi menghilang begitu saja tanpa kabar.


Apa jangan-jangan! dia datang kesini hanya ingin mengingatkanku dengan cara melakukan apa yang pernah Eren lakukan terhadapku dulu. Tapi masalahnya hanya ada satu hal... bagaimana dia bisa meniru semua yang dilakukan Eren saat itu.

__ADS_1


Sebenarnya ada dimana Robin saat Eren bermain denganku. Apa dari dulu dia selalu memperhatikan kami dari jauh? tapi kenapa aku sama sekali tak menyadarinya sama sekali. Ini sangat membingungkan, kesempatan ku untuk membongkar rahasia tentang dirinya gagal karena dia telah pergi.


Entah kenapa... aku merasa kalau Robin telah memprediksikan ini semua, dia tahu kalau hari ini aku akan segera menemui dia, dan memaksanya untuk berbicara dengan cara apapun. Itu... sangat tidak mungkin, karena dia bukan orang yang pintar seperti itu.


Tapi bagaimana kalau benar, tapi prediksinya sangat akurat sekali. Kalau saja... aku bisa lebih cepat lagi untuk menyadarinya, pasti Robin akan habis di tanganku. Robin... aku berjanji kepada diriku, kalau aku tak akan pernah melepaskan mu dimana pun kau berada.


Lalu saat aku sedang menggeledah laci yang ada di sebelah kasur Robin. Aku menemukan semua surat yang di masukan ke dalam amplop. Kemudian aku membuka amplop itu, dan membacanya dengan seksama. Isi surat itu...


"Hai... Claude... bagaimana kabarmu hari ini? haha! pasti sangat buruk karena ku bukan? apa kau sedang marah saat ini? pasti kau sedang marah kan saat ini. Aku tahu kau anak sangat pintar, apa yang kau pikirkan itu benar, aku sudah mempersiapkan bahwa hak ini akan terjadi.


Bagaimana? apa aku benar lagi? haha. Kau ingin tahu siapa aku bukan? kau tidak akan pernah mengetahuinya sampai kau mati sekalipun. Aku akan menutup jejak yang ku tinggal dengan rapih, dan tak ada siapapun yang akan mengetahuinya.


Meskipun ada orang yang sangat jenius darimu seperti Yaomi, dan Peter. Kau pasti bisa menyadarinya kalau Peter, dan Yaomi sangat jauh lebih jenius darimu kan. Tapi mereka tidak cukup melampaui kejeniusan ku, hahaha!


Kau pasti selama ini mencurigai banyak orang, termasuk teman-temanmu. Biar ku bantu sedikit untukmu... kecurigaan mu terhadap temanmu itu adalah benar. Kau hanya perlu mencari tahu siapa mereka, karena aku hanya membantu mengatasi kecurigaan mu saja.


Karena aku sudah tahu tentang mereka semuanya, ini karena hasil penyelidikan ku. Terutama... bongkar apa yang disembunyikan yaomi terhadap mu. Kau pasti akan sangat terkejut begitu mengetahui kebenarannya.


Tapi aku memberikan sedikit petunjuk kepada ibu pemilik rumah ini padamu. Kenapa dia bisa hilang ingatan seperti itu, ada sesuatu di balik kasur milikku. Sampai jumpa... Claude, teman Eren... hahaha!"


Aku sangat marah sekali, setelah membaca isi surat itu hanya membuatku semakin marah kepada Robin. Sampai aku berniat kalau suatu saat nanti jika aku bertemu dengan Peter, akan ku buat dia berbicara, dan juga setelahnya aku akan membuat dua keinginan terhadapnya.

__ADS_1


Untuk membunuhnya atau tidak, sesuai dengan apa yang dia sampaikan padaku saat aku memaksanya untuk berbicara nanti. Kau bilang kalau aku tak akan bisa mengungkapkan siapa kau sebenarnya? hah kau salah bodoh! aku akan segera mengetahui siapa kau sebenarnya, Robin.


Memang benar apa yang kau tulis di surat itu, kalau Peter, dan Yaomi memang lebih jenius dariku. Begitu juga dengan dirimu, aku menyadarinya kalau kau lebih jenius dari siapapun. Tapi selama itu... aku akan terus berkembang untuk melebihi siapapun yang ada di dunia ini. Ingat itu... Robin.


__ADS_2