Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Keluarga


__ADS_3

Satu bulan berlalu begitu cepat, saking cepatnya tak terasa kalau sebentar lagi aku harus menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya kepada dunia. Tentang permasalahan Eren sudah diselesaikan oleh ayahku. Untuk kedua orang tuanya Eren sudah dikeluarkan dari rumah sakit jiwa dengan lancar.


Lagi-lagi ayah membuatku penasaran, tentang siapa ayahku sebenarnya. Dia memiliki kekuasaan yang begitu besar dalam menjalani apa yang dia inginkan, ini aneh sekali. Walaupun masih ada trauma terhadap orang tuanya Eren karena kejadian dahulu.


Aku berharap kalau keluarga kami, dan keluarga Eren akan memiliki hubungan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku tidak ingin ada masalah yang menyebalkan lagi untuk kedepannya, sudah cukup untukku dalam masalah yang rumit ini.


Aku masih tinggal bersama dengan teman-teman ku di gedung ini. Karena aku masih harus menyiapkan diriku untuk menunjukkan siapa aku di dunia. Dengan begitu aku dapat berkumpul kembali ke keluarga ku, di rumah yang sangat ku rindukan sejak lama.


Ayah juga terkadang mengunjungi ku untuk melihat keadaan ku. Ah benar juga, soal kematian ayah hanya ayah saja yang tahu. Ayah menyembunyikannya dari keluarga kami tentang kematian palsunya, ku kira awalnya ayah bekerja sama dengan yang lainnya.


Ternyata tidak, ayah juga belum pernah menunjukkan dirinya kepada keluarganya. Mungkin mereka semua akan terkejut begitu ayah kembali menunjukkan dirinya, begitu juga dengan diriku. Aku merasa sangat kesal, dan sia-sia sekali saat itu.


Aku juga merasa dibodohi karena rencana ayah, karena aku selalu mengunjungi makam palsu itu, dan menangis. Begitu juga dengan uang yang kudapatkan, karena harus membeli bunga untuk setiap kali berkunjung ke makam palsu ayah. Menyebalkan sekali!.


Tapi masih ada satu hal lagi yang ku takutkan begitu aku menunjukkan diriku kepada dunia tentang siapa aku. Karena kejadian dulu, aku di tuduh telah membunuh orang, dan menjadi buronan yang dicari-cari. Apakah orang-orang akan menuduhku seperti dulu, dan memasukkan ku kedalam penjara.


Meskipun aku mengatakan yang sebenarnya kepada mereka kalau bukan aku pelakunya tapi adalah Eren. Mereka pasti tidak akan percaya padaku, dan akan segera memasukkan ku ke dalam penjara. Tapi sebenarnya tidak ada pilihan yang bagus dari keduanya


Kalau semisalnya mereka mempercayai ku kalau aku bukanlah pelaku pembunuhan itu, akan tetapi Eren. Bagaimana nasib Eren nantinya? apakah dia akan di masukkan ke dalam penjara, atau mungkin mendapatkan hukuman mati.


Namun begitu aku bercerita kepada ayahku tentang permasalahan tersebut. Ayah hanya berkata biar ayah saja yang mengurus semuanya, dan menyuruh ku untuk melakukan apa yang seharusnya kulakukan saat menunjukkan diriku sebenarnya kepada dunia.


Sebenarnya aku sudah tidak ragu lagi karena ayah berkata seperti itu, dan lagi aku yakin kalau ayah bisa melakukan sesuatu dengan benar. Dengan kekuasaan yang ayah miliki, walaupun aku tak tahu siapa ayahku sebenarnya, tapi dia membuatku yakin kalau kedepannya akan baik-baik saja.

__ADS_1


Namun yang ku takutkan adalah Eren, bagaimana kalau masalah ini akan menjadi masalah untuk Eren. Karena Eren lah pelakunya, aku takut Eren akan mendapatkan hukuman, apapun itu hukumannya. Pasti hukuman untuknya sangat berat karena dia di cap sebagai pembunuh berantai.


"Oh ya Claude... apa kau sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna saat menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya?" tanya Yudo.


"Ya... begitulah... tapi tetap saja rasanya membuatku takut, kalau-kalau ada sesuatu yang lebih buruk terjadi kedepannya" kataku.


"Kau tidak perlu khawatir, karena ada aku di sampingmu" kata Yudo.


"Tapi kau kan tidak akan menunjukkan dirimu yang sebenarnya kepada dunia. Kau hanya akan tetap hidup dalam bayang-bayang orang yang kau buat sendiri" kataku yang membuat Yudo terdiam.


Karena pada akhirnya saat aku membicarakan hal ini kepada Yudo. Dia menolak untuk ikut bersama ku untuk menunjukkan siapa kami yang sebenarnya kepada dunia. Kukira Yudo akan setuju, tapi dia masih ingin hidup dalam bayang-bayang orang yang dia buat sendiri.


"Walaupun begitu... kau harus menunjukkan siapa kau sebenarnya. Kau tidak perlu takut karena ada ayahmu yang menjagamu dari belakang" kata Yudo yang meyakinkan ku.


"Apa!? besok? kenapa tiba-tiba?" tanya Yudo yang terkejut.


"Haha! tentu saja, aku tidak ingin berlama-lama hidup seperti ini. Sudah cukup untukku hidup seperti ini selama sepuluh tahun lebih. Rasanya membosankan, dan tidak bisa melakukan apa yang ingin kulakukan, seperti terkekang dalam kulit. Aku hanya ingin bebas" kataku dengan sangat serius yang membuat Yudo melamun.


Kemudian tiba-tiba saja ayahku datang ke kamar kami tanpa memberi kabar seperti biasanya. Sepertinya biasanya juga ayah datang dengan senyuman yang lebar, mungkin karena selama ini ayah harus tetap bersembunyi untuk menjalankan rencana ini.


Dan pada akhirnya rencana yang ayah ciptakan ini selesai, dan ayah bisa bebas hingga tersenyum bahagia seperti itu. Aku juga ingin seperti itu, karena itu aku ingin menunjukkan diriku kepada dunia, agar aku bisa terbebas dari semua hal yang mengekang ku selama ini.


"Ayah datang putriku yang manis!" teriak ayah yang langsung segera memelukku dengan sangat erat. Seperti biasanya ayah memanggilku dengan sebutan, "Putriku yang manis" rasanya menyebalkan sekali di panggil begitu yang padahal dia tahu aku inilah adalah Claude, seorang pria sejati!... hmm mungkin untuk saat ini tidak.

__ADS_1


"Ayah... berhentilah memanggilku seperti itu, dan jangan memperlakukan ku seperti seorang anak perempuan" kataku yang tidak menyukainya.


"Haha! habisnya ayah sangat menginginkan anak pertama ayah adalah perempuan. Cih tapi malah mendapat anak laki-laki" canda ayahku.


"Apa ayah bilang!? lagi-lagi selalu saja berbicara seperti itu!" kataku yang sedikit tertawa.


Ah... aku hampir lupa kalau di ruangan ini masih ada Yudo. Yudo terlihat diam saja sedari tadi, dan tidak bergerak sedikitpun. Aku bisa memahaminya... seharusnya aku tak menunjukkan kebahagiaan ku saat bersama dengan ayah. Karena masa lalu yang kelam, yang Yudo alami sewaktu dia kecil.


"Yudo... maaf..." kataku padanya.


"... Tidak apa kok... aku sungguh tidak apa, jangan khawatirkan aku. Ah iya aku pergi du..." kata Yudo yang tiba-tiba saja ayah memeluknya dengan sangat erat. Aku bisa merasakan pelukan ayah yang sangat tulus kepada Yudo.


"Tetaplah di sini... karena kita adalah keluarga mulai saat ini. Kalau kau mau, kau bisa menganggap ku sebagai ayahmu" kata ayahku.


Lalu tiba-tiba saja Yudo mulai meneteskan air matanya di pakaian ayahku, dan membalas pelukannya. Mungkin aku juga harus bergabung kedalam pelukan itu. Aku pun segera menghampiri mereka, dan meluknya dengan sangat erat.


"Ya! kita adalah keluarga mulai saat ini!" kataku sambil memeluk dengan keras.


"Hei... aku tidak bisa bernafas nih" kata Yudo yang sesak karena pelukan ku yang sangat erat.


Lalu kami tertawa bahagia, yang pada akhirnya Yudo menerima kami sebagai keluarga barunya. Begitu juga dengan Eren, dia akhirnya berkumpul lagi bersama dengan keluarga lamanya. Kebahagiaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan yang didapatkan saat bersama dengan seorang yang berharga, yaitu dengan keluarga, sahabat atau siapapun itu yang kalian anggap penting.


Semua perjalanan ini membuatku menyadarkan sesuatu yang sangat luar biasa. Kalau hubungan dengan seseorang itu sangatlah menakjubkan. Terima kasih untuk kalian semua yang selalu ada untukku. Glasya... perkataan mu saat itu ternyata benar, terima kasih karena telah berkata seperti itu padaku.

__ADS_1


Ku harap... bisa seperti ini selamanya, dan tak lagi merasakan hal-hal yang tidak kusukai. Ku harap... hari-hari ku di penuhi dengan kebahagiaan, dan aku berharap... bulan tidak tenggelam untuk selamanya, agar aku bisa terus merasakan kehangatan ini.


__ADS_2