
Aku terus memikirkan kata-kata yang tepat untuk menggali informasi dari mereka. Tapi aku sangat bingung apa yang harus ku katakan pada mereka. Karena bisa berbahaya jika mereka mencurigai ku kalau aku adalah Claude yang sedang menyamar menjadi seorang wanita.
Kalau mereka sudah mencurigai ku, dan mengetahui ku. Aku harus segera menghapus jejak tentangku, yaitu dengan cara membunuh mereka. Kemudian aku menyuruh mereka membawa Peter, dan Yudo ke lantai 4. Karena aku ingin berbicara dengan mereka tanpa dengan yang lain.
"Apa yang ingin kau lakukan? kenapa pintunya di tutup? apa kau ingin melakukan..."
Plak! aku menampar Yudo dengan keras, "Hentikan omong kosong mu dasar pria mesum, aku hanya ingin menanyakan sesuatu tentang kalian. Tapi aku tidak tahu kalian akan jawab atau tidak" kataku pada mereka.
"Haha! percuma saja bagimu bertanya pada kami dasar bodoh! karena kami tak akan menjawabnya sekalipun menghadapi maut" kata Peter yang tak menyukaiku.
"Baiklah yang pertama... apa kalian tahu kasus pembunuhan yang terjadi di sekolah tahun lalu" kataku yang berhati-hati dalam berbicara.
"Apa urusannya denganmu?" kata Peter.
"Aku hanya ingin tahu orang itu ada dimana, karena aku ingin merekrutnya" kataku.
"Kalau soal itu..."
"Yudo! hentikan!" kata Peter tiba-tiba memotong pembicaraan Yudo.
"Tenang saja aku takkan membongkar tentang itu. Sampai saat ini tidak ada seorangpun yang tahu siapa dalang pembunuhan itu. Tapi ada satu orang yang di curigai, dan sekarang dia sudah menghilang entah kemana" kata Yudo
Orang yang di curigai, dan menghilang entah kemana itu adalah diriku sendiri. Mendengar perkataan Yudo tadi... aku yakin kalau dia juga mencurigai ku sampai saat ini kalau aku adalah pembunuhannya saat itu. Padahal aku berharap masih ada seorang teman yang mempercayai ku.
Tapi satu di antara mereka tidak ada sama sekali tak mempercayai ku. Mulai saat ini juga, aku tak akan pernah mempercayai seseorang. Karena tak ada seorangpun di antara mereka yang mempercayai ku. Haha! sial... kenapa aku berharap ada seseorang yang mempercayai ku saat itu.
__ADS_1
"Menurut mu bagaimana dengan orang yang di curigai itu?" tanyaku dengan berpura-pura polos seakan tidak tahu.
"Sebenarnya dia adalah... temanku, pertemuan pertamaku dengannya saat pertama kali di sekolah. Saat itu aku pindah sekolah saat aku masih kelas 2 SMA. Aku bersikap buruk padanya, dan memperlakukannya dengan buruk.
Aku memfitnah dia sampai tidak ada seorangpun yang menyukainya. Mungkin saat itu aku sangat keterlaluan sekali, padahal aku hanya bercanda. Sebenarnya aku ingin meminta maaf padanya, tapi aku ragu-ragu ingin meminta maaf padanya. Haha! entah kenapa aku merindukan saat-saat aku bersama dengannya.
Lalu tiba-tiba saja dia... eh!? kenapa kau menangis?" tanya Yudo yang terkejut melihatku menangis.
Tanpa sadar ternyata sedari tadi aku menangis, aku tidak sadar sama sekali. Ah sial memalukan sekali... lalu ini sangat gawat, pasti mereka akan segera mencurigai ku. Aku pun langsung menghadap belakang, dan menghapus air mataku dengan mengusap air mata menggunakan tanganku.
Aku sangat terkejut begitu mendengar cerita Yudo barusan. Mendengar dari ceritanya walau dia tak menyebutkan kebenaran dirinya. Tapi aku langsung tahu kalau itu adalah Yaomi, tak ku sangka ternyata selama ini dia menyamar menjadi seorang perempuan.
Pantas saja aku selalu merasa ada yang aneh dengan Yaomi. Dia terlihat tidak ingin mendekati orang lain karena takut akan ketahuan tentang identitas yang sebenarnya. Tapi sudah berapa lama dia menyamar menjadi perempuan.
Entah kenapa rasanya ada sesuatu yang janggal, tapi aku tak bisa mengingatnya dengan jelas. Tiba-tiba muncul gambaran saat aku bersama dengan Yaomi di hutan. Aku ingat kalau saat itu aku tak sengaja berciuman dengan Yaomi karena terjatuh.
Argh! sialan! brengsek! menyebalkan sekali! jadi saat itu aku sedang berciuman dengan laki-laki!. Pantas saja saat itu Yaomi terlihat marah, dan ingin sekali memukulku karena itu. Karena sebenarnya dia adalah laki-laki, dan merasa jijik sekali sama dengan diriku yang baru menyadari kebenarannya.
Entah kenapa tiba-tiba saja aku merasa mual, "Hoek... ukh..." aku benar-benar ingin muntah!.
"Ada apa denganmu nona?" tanya Yudo.
Kemudian aku terdiam sejenak, dan membayangkan sesuatu yang menyenangkan, walau sebenarnya tidak ada sih. Ini hanya untuk meredakan rasa mual ku, tapi dengan ini sudah semakin jelas kalau mereka di kirim dari sebuah organisasi.
Kemudian aku menunjukkan kepada mereka sebuah wig rambut, dan beberapa pakaian wanita, dan make up yang kutemukan di dalam bus. Aku jadi semakin yakin kalau Yudo adalah Yaomi, karena ini adalah wig rambut Yaomi. Aku ingin mencoba Yudo memakainya, untuk memastikannya sekali lagi.
__ADS_1
"Kenapa di bus kalian ada barang-barang seperti ini? apa kalian pernah menyamar sebagai wanita?" tanyaku yang berpura-pura to tahu.
Lalu mereka terdiam, "Oh ayolah... aku hanya ingin melihat siapa diantara kalian menjadi wanita. Aku sangat menantikannya..." kataku memasang wajah sok imut.
"Itu aku..." kata Yudo.
"Baguslah kalau begitu! apa kau bisa menunjukkannya padaku?" tanyaku yang sudah menduga kalau itu adalah Yudo.
"Baiklah tapi... kau harus melepaskan tali ini dulu, agar aku bisa berubah" kata Yudo.
Argh! benar juga aku harus melepaskan ikatannya. Tapi bagaimana jika Yudo akan menyerang ku begitu ku lepaskan. Ini sangat bahaya sekali, padahal aku ingin sekali melihat dirinya sebagai Yaomi. Tapi kurasa aku tak bisa melihatnya, karena ini akan sangat berbahaya untukku.
"Kau tak perlu takut... aku berjanji padamu, aku tidak akan kabur atau menghajar mu. Aku hanya ingin melakukan apa yang kau minta, setelah itu kau boleh mengikatku lagi" kata Yudo yang tampak jujur.
"Tapi tidak ada jaminannya jika kau berbohong kan" kataku.
"Kau hanya perlu mempercayai ku saja" kata Yudo.
"Tapi, aku tak kan pernah mempercayai siapapun lagi" kataku yang tanpa sadar mengatakan isi hatiku yang sebenarnya.
"Segitu parahnya kau menderita selama ini? karena pengkhianatan orang-orang padamu? baiklah aku mengerti" kata Yudo yang sedih, dan menundukkan kepalanya padaku.
Tanpa sadar aku menjadi merasa kasihan padanya, tapi aku tak kan pernah mempercayai siapapun lagi. Kemudian aku melepaskan ikatannya, dan membiarkan dia menunjukkan dirinya kalau dia adalah Yaomi. Aku melakukan semua ini bukan berarti karena aku percaya padanya.
Tapi aku hanya ingin mengobati rasa penasaran ku padanya. Karena aku masih ragu kalau dia adalah Yaomi yang ku kenal. Memang tidak ada jaminan kalau dia akan menyerang ku tiba-tiba, kali ini perkataan mu benar lagi Robin... kau telah membuatku terkejut dengan apa yang kau katakan tentang Yaomi.
__ADS_1