Wanita Malam

Wanita Malam
Eps 01


__ADS_3

"Haloo Disa... ibu mu drop"


Aku hanya bisa menarik napas ku ketika aku menerima telpon dari bibiku, ibu ku sudah lama jatuh sakit ketika masih bersama ayahku. Mungkin itu salah satu alasan kenapa ayahku tega meninggalkan ku dan ibuku untuk menikah lagi dengan wanita yang lebih muda dari ibuku.


Sementara itu ketika ayahku memilih untuk berpisah dengan ibu, aku masih duduk di bangku kelas 3 SMA, seketika semua beban yang seharusnya di tanggung oleh ayahku semua tertuju kepadaku, aku harus membiayai semua pengobatan ibu, harus memikirkan biaya hidup sehari-hari, dan bahkan aku harus membiayai sekolahku sendiri. Ayah ku sudah lepas tangan begitu saja ketika sudah pergi dari rumah, ayah sama sekali tidak memikirkan ku, apalagi dengan kondisi ibu.


Rapuh? tentu sangat rapuh, aku harus bekerja sesudah pulang sekolah, menjadi pelayan caffe. Aku tidak bisa menikmati masa remajaku yang seharusnya penuh dengan keceriaan.


Kuat? tentu aku sangat kuat, semua yang aku lakukan hanya untuk ibu, karna aku ingin melihat ibu kembali sehat. Karna bersama ibu itu lah harta berharga satu satunya yang aku miliki di dunia ini.


"Halooo Disa, kamu cepat pulang kita harus cepat bawa ibumu kerumah sakit" ucap Bi Nur yang terlihat sangat panik.


"Iyah bi, Disa akan cepat pulang dan mencari mobil untuk membawa ibu kerumah sakit" Jawab Disa yang langsung menutup telponnya.


Disa langsung berlari masuk menuju caffe tempat ia bekerja, karna memang Disa baru saja berangkat dari rumah untuk berkerja.


Disa langsung menuju dapur untuk menemui Ayu dan meminta bantuan sahabatnya itu.


"Ayyy....." ucap Disa dengan wajah bersedih.


"Kamu kenapa sa??" jawab ayu sambil memegang pundak sahabatnya itu.


"Ibuku drop ay, aku harus membawa ibuku kerumah sakit. Tapi aku takut untuk meminta izin ke pak Gunawan karna aku sering tidak masuk kerja" ucap Disa sambil menarik napasnya dalam-dalam.


"Kamu ngapain pergi kesini kalo kamu tau ibumu sedang sakit sa? mau aku temani untuk meminta izin ke pak Gunawan?" ucap ayu sambil memegang tangan Disa.


"Gak usah ay, aku ga mau terus menerus merepotkan kamu, aku tinggal dulu yah untuk menemui pak Gunawan" Disa pun langsung meninggalkan Ayu untuk segera menemui bosnya itu yang sedang berada di ruangannya.


*Took...tok...ttookk..


"Masuk*..." ucap Pak Gunawan dari dalam ruangannya.


"Permisi pak.." jawab Disa dengan wajah yang terlihat sangat tegang.

__ADS_1


"Ada apa Saaa???? duduklah..." ucap pak Gunawan dengan tersenyum.


"Begini pak, sebenarnya Disa mau minta izin untuk tidak bekerja hari ini, karna Disa harus membawa ibu Disa kerumah sakit" jawab Disa sambil menundukan kepalanya dan tidak mau menatap wajah bosnya itu.


"Yasudah ini terakhir kali nya saya mengizinkan kamu tidak bekerja" ucap pak Gunawan dengan nada yang sangat tegas.


"Terimakasih pak, saya pamit pulang dulu untuk membawa ibu saya. Saya janji setelah ini saya akan giat bekerja kembali pak" jawab Disa sambil tersenyum.


"Saya pegang janji kamu, semoga ibumu lekas membaik" ucap pak Gunawan.


Disa pun tersenyum kepada pak Gunawan dan langsung keluar dari ruangan pak Gunawan untuk segera pulang dan membawa ibunya kerumah sakit.


Ketika dalam perjalanan pulang kerumah, tiba-tiba bi Nur menelponnya dan memberitahukan kepada Disa bahwa ibunya sudah berada di rumah sakit, dan Disa pun langsung memutar arahnya untuk segera pergi kerumah sakit.


Setibanya Disa di rumah sakit, Disa melihat bi Nur yang sedang duduk di depan ruangan IGD dengan wajah sangat panik dan sesekali menitihkan air mata.


"Bi.... bagaimana keadaan ibu?" ucap Disa sambil menangis.


"Ibumu jatuh dari kursi roda dan kepalanya terbentur ke lantai dan beliau langsung tidak sadarkan diri Saaa..." ucap Bi Nur sambil terus menangis.


"Kamu sabar nak, bibi yakin ibumu akan baik-baik saja." ucap bi Nur sambil merangkul Disa yang berada di sampingnya.


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan IGD untuk menemui keluarga ibu Lasmi.


"Dengan keluarga Bu Lasmi?" ucap dokter kepada Disa dan bi Nur.


"Iyah dok, saya anaknya Bu Lasmi, bagaimana keadaan ibu saya dok?" ucap Disa yang tidak bisa menyembunyikan rasa takut kehilangan ibunya


"Keadaan Bu Lasmi sangat buruk, ia mengalami pendarahan di otak dan harus segera di oprasi untuk menyelamatkan nya" ucap dokter yang menangani bu Lasmi, ibu dari Disa.


"Operasi dok??" ucap Disa dengan sangat terkejut.


"Iyah, kamu harus segera menandatangani surat persetujuan operasi dan segera mengurus administrasi nya" jawab dokter kepada Disa.

__ADS_1


"Iyah dok, saya akan menandatangani surat persetujuan dan segera membayar administrasi asal selamatkan ibu saya dok" ucap Disa tanpa pikir panjang, ia segera menandatangani surat itu dan segera pergi ke pihak administrasi untuk menanyakan berapa banyak biaya yang harus di butuhkan oleh ibunya itu.


Dokter pun segera meninggalkan Disa dan langsung masuk keruangan Bu Lasmi untuk melakukan tindakan selanjutnya.


"Disa apa kamu sanggup mencari biaya untuk operasi ibu mu, bibi hanya punya cincin ini dan kamu bisa menjualnya, meskipun harga cincin ini tidak seberapa tapi bibi ingin sekali membantu mu dan ibumu" bi Nur pun segera melepaskan cincinya dan memberikan kepada Disa.


"Terimakasih bi, maafkan Disa yang hanya merepotkan bibi saja" Disa pun langsung menerima cincinnya dan memeluk bi Nur sambil menangis.


"Iyah sayang maafkan bibi juga" jawab bi Nur sambil mengusap punggung keponakan nya itu.


"*B*i, Disa pamit dulu yah untuk mengurus administrasi ibu, dan mencari biaya untuk ibu operasi" ucap Disa yang langsung meninggalkan bi Nur dengan langkah tergesa-gesa.


Sesampainya di loket pembayaran Disa pun segera bertanya kepada petugas administrasi nya.


"Mbak, saya mau tanya biaya untuk operasi pasien atas nama ibu Lasmini?" ucap Disa kepada pihak administrasi.


"Biaya operasi untuk ibu Lasmini sebesar 80jt mbak, itu belum termasuk biaya inap dan obatnya" jawab petugas yang membacakan rincian biaya.


"80juta mbak???" Disa pun terkejut mendengar biaya untuk operasi ibunya itu.


"Iyah mbak, minimal mbak bayar 50% dulu, dan 50% setelah bu Lasmi bisa pulang, di tunggu sampai jam 5 sore yah mbak" Jawab petugas rumah sakit kepada Disa.


"Saya baru punya uang 2jt mbak, saya akan nyari biayanya, saya janji sebelum jam 5 sore saya sudah melunasi biaya operasi ibu saya" ucap Disa yang langsung mengeluarkan uang di dalam tasnya itu.


Disa hanya bisa menarik napasnya, tubuhnya terasa sangat lemas, ia bingung harus mencari uang sebanyak itu kemana dalam waktu yang sangat singkat, dan Disa pun segera meninggalkan rumah sakit untuk menemui ayahnya.


.


.


.


Halloo para sahabat...

__ADS_1


semoga kalian suka dengan novel terbaru ku ini yah, jangan lupa like, dan komennya 🤗🤗


__ADS_2