Wanita Malam

Wanita Malam
Rasa Bersalah


__ADS_3

Angel meraba sisi ranjang, namun tidak menemukan siapapun, Angel berjengit dan segera bangun, dia memiliki kebiasaan menganggap semuanya yang terjadi hanya mimpi, mungkinkah semalam juga hanya mimpi?.


Jika tidak, kemana Leon sekarang?.


Angel berjalan cepat keluar kamar lalu mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, tidak ada Leon..


Angel melihat kearah dapur hanya ada Bertha di sana, sedang memasak.


Angel merasakan nyeri dihatinya, rupanya benar hanya mimpi, tapi bagaimana bisa bahkan semalam dia sengaja tidak tidur dan menunggu Leon datang.


"Nona, kau baik-baik saja?" Bertha melihat Nonanya hanya diam dengan pandangan kosong.


Bertha segera mematikan kompornya lalu melangkah menuju Angel yang masih diam di tempatnya tanpa menjawab "Nona, kau menangis? apa yang terjadi?" Bertha melihat mata Nona nya berderai air begitu saja.


"Hiks..hiks.. Aku cuma mimpi ya, Bertha.. hiks.."


Bertha panik bukan main, apa yang terjadi? dia tak melakukan kesalahan apapun "Nona, apa aku melakukan kesalahan?.. Astaga kenapa Kau menangis?"


Angel berjongkok, dia kira masalahnya sudah selesai tapi ternyata semalam juga hanya mimpi "Aku mimpi lagi Bertha..hiks.. hiks"


Bertha membelalakan matanya, mimpi?


Bukankah Nona nya punya kebiasaan mimpi buruk tentang kejadian 18 tahun lalu "Nona tenanglah.." namun bukannya tenang Angel malah semakin menangis..


"Huaaa.. hiks.. hik.."


"Ada apa?" Angel menoleh melihat Leon sedang mengelap mulutnya keluar dari arah toilet, terlihat wajah panik lalu berjalan cepat kearahnya.


"Honey kenapa menangis, kau kesakitan, ada apa hum..?"


Leon mengusap air mata Angel dia ikut berjongkok di lantai, namun bukannya berhenti menangis Angel malah semakin kencang menangis..


"Huaaaa,,,"


Leon melihat kearah Bertha, lalu Bertha mengedikan bahu.


Dia juga tak tahu kenapa Nonanya menangis tersedu- sedu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi, kenapa menangis.. kamu ketakutan melihatku?"


"Aku kira hanya mimpi.. hikss.."


"Kamu bermimpi?"


"Aku kira aku bermimpi bertemu denganmu, dan saat aku bangun kamu sudah tidak ada.. hiks.." Angel masih


sesegukan.


Leon menghela nafasnya lega.. ternyata bukan mimpi buruk "Dan kamu tidak bermimpi, Aku disini sekarang.. Aku tidak kemana pun..."


Angel mengangguk, lalu tiba-tiba memeluk Leon, Leon sempat tertegun namun sesaat kemudian dia balas memeluk Angel.


"Aku bangun untuk memasak untuk mu, lalu Bertha datang dengan aroma parfum nya, jadi aku muntah di kamar mandi.."


Angel mendongak melihat Leon, dan wajah Leon terlihat pucat "Kamu sakit? wajahku pucat"


Leon menggeleng "Ingat semalam aku bilang kalau aku menggantikan kamu mengidam? Setiap pagi aku akan muntah, dan tidak bisa berdekatan dengan wanita, apalagi mencium aroma parfum, kamu tahu aku bahkan melarang karyawan ku memakai parfum, dan hari ini Bertha memakai parfumnya."


"Mana kutahu anda masih disini, ini sudah siang ku kira anda sudah keluar."


"Apa?"


"Benarkah kamu tidak bisa dekat dengan wanita?"


"Ya"


"Lalu kamu fikir aku bukan wanita?"


"Itu pengecualian, bahkan kamu adalah penawarku, lihat bahkan aku suka wangimu" Leon menyerukan dirinya ke leher Angel, hidung nya mengendus bahkan sesekali menggesek ke daun telinganya, hingga membuat Angel merasa meremang.


Bertha menipiskan bibirnya "Baiklah, jika begitu.. aku sudah tidak di butuhkan lagi yaaaa..." Angel mendorong Leon, dia lupa masih ada Bertha disana.


"Aku permisi dulu Nona" Bertha melesat pergi tak ingin menjadi orang menyedihkan diantara dua pasangan yang baru kembali bersama, sedangkan dirinya hanya bisa menonton disudut.. bahkan Leon akan langsung muntah jika dirinya mendekat sedikit saja.


meski tak dapat di pungkiri dia begitu lega, ternyata Nonanya tak takut dengan Tuan Leon, dia juga harus segera memberi tahu Tuan Axel dan Nyonya nya, tentang kabar baik ini.

__ADS_1


Nona Angel sudah membaik..


Setelah Bertha pergi Leon terkekeh "Kamu malu?"


"Tentu saja.."


"Lalu sekarang Bertha sudah tidak ada.. apa yang akan kita lakukan..?"


Angel mengeryit, pertanyaan apa itu?.


Leon menatap Angel dengan tatapan me sum nya, dan Angel baru menyadari ada binar disana seolah Leon sudah tak sabar.


Angel mengigit bibirnya merasa malu ditatap seperti itu..


"A..aku harus mandi.." Leon terkekeh lalu mengecup dahi Angel.


"Humm cepat mandi, lalu kita akan sarapan.. kamu ada jadwal dengan dokter Carolin hari ini."


"Kamu tahu, jadwalku" sepertinya Angel harusnya tak bertanya Leon sudah tahu segalanya tentang dirinya.


"Aku tahu, dan hari ini aku yang akan menemanimu"


"Kamu tidak malu, Aku seorang pasien.." Leon menutup mulut Angel.


"Tidak ada yang salah tentang itu, dan jangan khawatir kamu akan segera sembuh"


Angel mengangguk "Terimakasih.. "


"Tidak jangan berterimakasih, kesalahanku bahkan sangat besar"


"Jadi kamu melakukannya karena rasa bersalah?


.


.


Like..

__ADS_1


komen..


vote...


__ADS_2