Wanita Malam

Wanita Malam
Harus Terpisah


__ADS_3

Angel melihat Leon yang masih memasak untuknya di pagi hari, Angel bertopang dagu dan melihat Leon dengan lihai bermain dengan wajan dan sutil "Sudah kubilang biar aku yang memasak.."


Leon menggeleng tak setuju "Biar aku yang memasak sekarang, anggap saja aku sedang menganggur sekarang, dan nanti jika aku sibuk bekerja kamu harus selalu mengerti, aku mungkin tak akan bisa ada setiap kali kamu makan, maka untuk sekarang nikmati saja.."


Angel tersenyum "Aku bisa datang dan mengantar makan siang untukmu, nanti"


Leon mengangguk "Itu ide yang bagus.."


Mengingat pekerjaan, dia yang mungkin sudah dilengserkan sekarang,dia harus berusaha lebih keras untuk bisa membangun dari Nol, Leon sudah menyusun ini sejak awal, namun saat itu Daddynya bersikeras agar dia bisa menggantikan jabatannya, tidak mudah untuknya menduduki jabatannya di perusahaan dan akhirnya semua yang dilakukannya sia-sia.


Leon mendongak melihat Angel yang masih menatapnya dengan senyuman, dia akan berusaha keras untuk membahagiakan wanita di depannya dan anak-anaknya kelak.


Hanya saja mungkin waktunya akan tersita dan lebih banyak untuk bekerja.


"Apa yang kamu fikirkan?" Angel mengeryit saat Leon diam di tempatnya,dengan tatapan entah kemana.


"Tidak, aku sedang merangkai hari bahagia kita setelah ini.."


Angel tersenyum lalu turun dari kursinya dan berjalan menuju Leon "Tidak berbohong?" Leon menggeleng dan menerima pelukan Angel. "Kamu tidak menyembunyikan sesuatu?"


"Bicarakan padaku, apapun itu."


Leon mengangguk lalu berkata "Tidak ada apapun, Honey mungkin aku akan pulang dalam beberapa hari.. kamu mau menungguku, aku perlu menyelesaikan sesuatu, setelah itu aku akan menjemputmu.."


"Kenapa kita tak pergi bersama?"


Leon tersenyum meledek "Kamu tidak sabar yaaa"


Angel memukul dada Leon pelan, dan Leon semakin tertawa lebar "Aku akan sibuk bekerja dalam beberapa hari, jadi meski kamu ikut, aku bahkan tak punya waktu untukmu"


"Aku bisa menunggumu dirumah"


"Kamu akan kesal, dan kesepian.."


Angel menunduk lesu "Baiklah, tapi berjanjilah jika kamu sudah tak sibuk, kamu akan menjemputku, bukankah kita akan memeriksakan twins, bersama"


Leon mengangguk "Tentu saja" Leon mengecup dahi Angel, lalu menunduk untuk mencapai perut Angel "Hay.. twins kalian jangan nakal selama Daddy tidak ada ya, dan jaga Mommy kalian baik-baik"


Leon berdiri dan memeluk pinggang Angel, dan merapatkan tubuh mereka "Jadi sebelum Aku pulang, ayo bersenang-senang.." sebelah tangannya mematikan kompor yang masih menyala.


"A..pa maksudmu.." Angel bertanya dengan pipi bersemu merah.


"Kamu tidak mengerti maksudku.." Leon mengangkat alisnya beberapa kali, lalu tak lama Angel memekik saat Leon menggendongnya, dan membawanya ke arah kamar.


"Leon, apa yang kamu lakukan?" Angel mengencangkan tangannya dileher Leon "Kita belum sarapan..!!"


"Kita akan sarapan sesuatu yang manis" Kata Leon, sambil menutup pintu dengan sebelah kakinya hingga pintu tertutup rapat.

__ADS_1


"Aaaa Leoonn apa yang kamu lakukan!!" terdengar teriakan bercampur tawa Angel, dibalik pintu.


"Aaa hentikan, Leon berhenti apa kau benar-benar singa!" Angel merasakan gigitan di lehernya.


"Tentu saja Honey aku memang singa.."


"Aaaa hahaha, singa yang takut singa..hahaha"


"Kau meledekku Honey, lihat apa yang akan singa ini lakukan.." lalu Angel kembali tertawa saat merasakan geli, Leon menggelitikinya.


.


.


Setelah sarapan Leon membawa Angel keluar Apartemen dan berjalan-jalan mereka akan menghabiskan waktu berdua, sebelum Leon pulang dan kembali menjemputnya nanti.


Semua sudah terencana di otak Leon, dia sudah merangkai semuanya, dan akan berjalan dengan sempurna..


Angel dengan antusias menunjukan seisi kota pada Leon, dan berkata dia akan menjadi penunjuk untuknya.


Meski Leon tak asing dengan Negara ini dan dia juga tak hanya sekali kesini, dia sudah tahu seluk beluk Negara ini tapi melihat Angel menunjukan dengan antusias dan ceria membuatnya bahagia, jadi Leon biarkan saja Angel terus bicara menunjukan apa saja yang mereka lewati.


Malamnya mereka akan tidur berdua sambil bercerita apa saja, hingga mereka mengantuk dan tertidur.


Hanya tidur, karena Leon sudah berjanji tak akan menyentuh Angel hingga mereka menikah, terlebih Angel masih dalam keadaan hamil muda, dan Leon tak ingin sesuatu terjadi pada kedua buah hatinya.


.


.


.


Angel di temani Bertha mengantar Leon hingga gerbang keberangkatan.


"Berjanjilah kamu akan baik-baik saja, jaga kesehatanmu, dan twins" Angel mengangguk.


"Kamu juga, jangan lupa selalu kabari aku"


"Tentu saja" Leon mengecup dahi Angel.


"Aku harus segera pergi" Sekali lagi Leon memberi kecupannya di dahi Angel. lalu mendaratkan ciuman di bibir Angel.


Beberapa detik di posisi itu, mereka meluapkan rasa rindu yang akan mereka rasa saat mereka berjauhan.


Entah kapan Leon akan datang menjemputnya, entah dalam waktu dekat atau waktu yang lama, tapi Leon sudah berjanji akan datang saat pemeriksaan bayi mereka bulan depan.


Namun tetap saja bagi mereka yang merasakan cinta, bila terpisah jarak dan waktu akan merasa bahwa waktu yang mereka lalui terasa sangat lama.

__ADS_1


Leon melepaskan ciumannya saat terdengar seruan bahwa pesawat yang membawanya akan segera lepas landas.


Leon menyatukan keningnya di kening Angel lalu berkata "I love you"


"Aku juga"


"Katakan yang benar Honey.."


"Aku juga mencintaimu" pipi Angel terasa terbakar, saat dia mengatakan itu.


"Aaahhh aku jadi tak mau pergi" keluh Leon.


"Cepatlah kamu bisa tertinggal"


"Humm, aku pergi.."


Leon melambaikan tangannya, dan Angel membalas hingga Leon sudah tak terlihat, barulah Angel menghela nafasnya dengan bahu terkulai, belum apa-apa dia sudah rindu.


"Nona kau baik-baik saja?" Bertha sejak tadi hanya menonton dari jauh, dia bisa mengerti, bahwa Nona nya merasa sedih, Bagaimana tidak mereka baru saja bersama tapi harus kembali terpisah.


Tapi Bertha juga tak bisa berkata apapun, Tuan Leon punya tanggung jawab yang harus dia jalani, apalagi sekarang masalahnya Tuan Leon akan segera di lengserkan dari jabatannya.


Bertha tahu, bahkan Tuan Axel juga mengetahuinya, namun mereka tetap diam tak ingin membuat Nonanya khawatir.


Tuan Axel juga merasa kasihan pada Nona Angel yang harus berpisah kembali dengan Tuan Leon, hanya saja dia ingin melihat perjuangan Leon untuk bisa bersama Nona Angel, setelah itu baru lah dia bisa memutuskan jalan untuk Nona Angel.


"Aku tidak apa-apa Bertha, Ayo kita pulang" Bertha mengangguk lalu mengikuti Angel, setelah tiba di parkiran Bertha membukakan pintu untuk Nonanya dan memastikan Nonanya duduk dengan nyaman, lalu dia memutar langkahnya untuk duduk di samping kursi kemudi, dan segera meminta supir melajukan mobil mereka.


Angel melihat ke jendela saat melihat pesawat mulai terbang melintasinya, lalu dia mengelus perut "Bersabarlah, kita akan menunggu Daddy menjemput kita.."


Angel tahu semua tak sesederhana itu, Leon punya masalah serius disana, Angel mengetahui masalah Leon.


Saat Leon berada di kamar mandi dia melihat ponsel Leon berdering lalu tidak lama beberapa pesan muncul dilayar dan Angel membacanya sekilas, bahwa Leon akan segera diturunkan dari jabatannya, dan itu yang membuatnya tak bisa menahan Leon, dia berusaha menghargai Leon yang tak memberitahunya tentang masalah ini, pasti Leon tak ingin dia khawatir.


"Semoga kamu selalu baik-baik saja dan bisa menyelesaikan semuanya dengan baik"


.


.


.


Like..


Komen..


Vote..

__ADS_1


Bentar lagi tamat kok, gak sampai bulan depan🤧


Yuk tengok "Loving You" sama "First Love"


__ADS_2