Wanita Malam

Wanita Malam
Ada apa dengan Axel?


__ADS_3

Baby meremas rambutnya, kepalanya terasa berat,namun ia terbangun karna angin sejuk menerpa kulitnya, Baby mengerjap beberapa kali sebelum memekik kaget "Astaga Axe.. ah.. tuan?" Baby menahan dada Axel namun tak bisa menghentikan gerakan naik turun Axel di bagian bawahnya "Apa yang.. Ah.. kau lakukan" suara Baby hampir teredam desa han dari mulutnya.


"Kau sudah bangun.." Axel mempercepat gerakannya dan membuat Baby, semakin kelimpungan dengan rasa nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Tuan.. ah.." Baby ingin menendang Axel karna berani mengagahinya saat ia tertidur.. kurang ajar si Axel brengsek ini.. namun lagi lagi yang keluar dari mulutnya hanya jeritan kenikmatan.


Axel terus memacu dirinya sepertinya akan segera sampai,namun kenyataan yang Baby dapatkan Axel masih bertahan bahkan ini sudah lebih dari dua puluh menit.


Apa Axel tak kelelahan, sedangkan Baby sudah merasakan perih dibawah sana "Tuan bisakah berhenti dulu..ah aku lelah.." harusnya Baby tak boleh menolak karna ini sudah kesepakatannya,siap kapan saja saat Axel mau, tapi karna ia tak makan selama dua hari maka tenaganya serasa akan habis.


"Kamu menyiksa dirimu sendiri Baby perutmu perlu diberi pelajaran.. ah.. ini akan segera sampai..mhhhmmm" Axel semakin bergerak cepat dan semakin cepat hingga di gerakan akhir Axel bisa mendengar teriakan Baby,, dan Axel tertegun saat Baby memanggil namanya.


"Akh.. Axel.." dada Baby membusung dengan kedua jari jarinya meremas tangan Axel yang bertumpu di kedua sisi Baby.


Bersamaan itu Axel meledak dan ia bisa merasakan kali ini pun berbeda, rasa Baby tak pernah membuatnya bosan karna setiap kali Axel melakukannya seolah menemukan hal baru dari Baby, dan kini Axel tak melepas pandangannya dari Baby yang masih terpejam dibawahnya dengan nafas terengah bahkan keringat di sekitar dahinya membuat rambut bagian depannya basah, Baby terlihat menawan jarinya mulai merenggang menyisakan bekas kuku yang terasa perih di kedua tangan Axel,lalu jatuh di kedua sisi tubuhnya.


"Tuan, sudah selesai bukan sekarang lepaskan dirimu dari ku" Axel bergeming dan miliknya masih tenggelam dalam diri Baby "Aku benar benar lelah.. berapa kali kau melakukannya?".

__ADS_1


Axel mengangkat alisnya "Seharusnya kamu tak mabuk lagi Baby, itu berbahaya untukmu, kamu bahkan seperti orang mati dan tak menyadari apa yang aku lakukan dan berapa kali aku melakukannya"


Baby membelalak "Lagi..?" kapan terakhir Baby melakukan itu seingat nya dia baru kali ini mabuk, di rumah Axel.


"Ya lagi.." Baby mengerjap bebarapa kali "Merasa dejavu huh?"


"Apa kau yang.. membawaku ke hotel malam itu?"


"Ya aku.." Astaga jadi Axel yang waktu itu menikmati dirinya saat ia tak sadarkan diri.


Baby mendorong Axel sekuat tenaga hingga Axel berguling, tenaga yang tadi sempat hilang sudah terkumpul kembali karna amarah "Sialan kau.. kau melecehkanku saat aku tak ingat apapun?"


"Tuan..?"


"Tuan..? aku suka saat kau meneriakan nama ku tadi Axel" Bisiknya ditelinga Baby ,hembusan nafas Axel membuat Baby merinding "Jadi mulai sekarang panggil aku Axel" Baby nyaris terbuai namun akalnya memintanya menggeleng untuk menolak.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Tidak tuan, karna itu akan selalu mengingatkanku akan posisi aku disini dan tadi aku hanya terbawa suasana saja,maafkan aku.."


.


.


.


Setelah menghabiskan waktu hampir tiga puluh menit dikamar mandi karna Axel yang kembali menerjangnya kini mereka sudah berada dimeja makan.


"Kau tak makan?" Axel melihat piring Baby yang masih penuh.


Baby menghela nafasnya lalu mulai menyuapi dirinya meski nafsu makannya tak ada, ia sudah sangat merindukan Angel namun sejak satu minggu yang lalu Axel tak pernah bisa dihubungi, Baby ingin meminta izin untuk pulang namun Axel tak pernah mengizinkannya, entah apa yang diinginkan Axel padanya dengan mengurungnya, Baby hanya bisa melampiaskan amarahnya dengan melempar semua barang dikamarnya terserah jika Axel marah, Baby hanya butuh pelampiasan, lalu dia membuka lemari minuman tak peduli seberapa mahal minuman koleksi Axel itu tapi Baby langsung meneguknya dan melempar botol botol tersebut, Baby yakin pelayan yang menemaninya akan melaporkannya pada Axel, karna minuman mahal yang berakhir sia sia,dan ternyata seperti perkiraannya pelayan itu memberi tahu Axel tapi berakhir Baby yang terkapar tak sadarkan diri, Baby mengutuk dirinya yang lemah akan minuman, dan gara gara itu Baby di gempur habis habisan saat dirinya tak sadar, dan yang tersisa hanya rasa perih di intinya.


"Bukankah tadi kamu butuh makan..?"


"Aku akan makan" Baby kembali menyuapkan makanannya meski ogah ogahan.

__ADS_1


"Makan lah yang banyak, aku akan beri hadiah untukmu karna sudah menyenangkan ku" Axel mengusak rambut Baby.


Sesuatu yang membuat Baby bingung lagi dengan kelakuan Axel, mengapa Axel malah jadi lembut..?


__ADS_2