
Bu Lasmi pun sudah di pindahkan keruangan rawat inap, dan Disa pun sudah bisa menemui ibunya.
"Bu gimana keadaan ibu??, Disa sangat takut kehilangan ibu, ibu harus sembuh demi Disa" ucap Disa kepada ibunya sambil terus memegangi tangan ibunya.
Bu Lasmi pun membuka matanya dengan perlahan, dengan tersenyum ibunya mengusap rambut anak gadisnya itu.
"Ibu baik-baik saja nak, maafkan ibu sudah merepotkan kamu" jawab Bu Lasmi sambil mengusap air mata Disa.
"Ka, bagaimana ceritanya kakak bisa terjatuh dari kursi roda, padahal sebelum Nur tinggalkan kakak ke warung kakak sedang tertidur di kamar, dan kenapa kakak bisa terjatuh di ruang tamu?" ucap Nur sambil mengerutkan keningnya.
Flashback..
Ketika Bu Lasmi sedang tertidur di dalam kamarnya, tiba-tiba datang 2 orang pria memakai jaket kulit berwarna hitam dan menggunakan topi berwarna coklat mengetuk pintu rumahnya dengan sangat kencang. Ketika Bu Lasmi mendengar suara orang mengetuk pintu rumahnya, ia pun segera berusaha memindahkan dirinya ke kursi roda untuk membukakan pintunya. Namun setelah Bu Lasmi membuka pintu rumahnya, 2 orang pria itu segera masuk dan langsung mengunci pintu rumahnya.
"Siapa kalian...." ucap Bu Lasmi dengan sangat ketakutan melihat 2 pria asing yang masuk kedalam rumahnya.
Namun 2 pria tersebut hanya tersenyum menatap Bu Lasmi dengan sangat sinis.
"Kami kesini tidak akan mencuri barang yang ada di rumah ini, karna kami tau di rumah ini tidak ada barang berharga nya haha..." 2 pria tersebut tertawa dengan sangat lepas di hadapan Bu Lasmi.
"Lantas kalian ingin apa...?" ucap Bu Lasmi dengan wajah yang ketakutan.
"Kami ingin melenyapkan anda..." ucap pria itu dan segera mendorong dan memukul pundak Bu Lasmi hingga terjatuh.
Bu Lasmi pun langsung tidak sadarkan diri, dan 2 orang pria tersebut segera pergi meninggalkan rumah Bu Lasmi dengan menggunakan sebuah mobil mewah berwarna putih dan tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
dalam perjalanan 2 orang pria itu pun segera menelpon seseorang untuk memberitahukan kejadian yang sudah mereka lakukan kepada Bu Lasmi.
"Halloo bos.. tugas sudah kami kerjakan, Lasmi sudah tidak sadarkan diri, dan benturan di kepalanya sangat keras, kami rasa dia sudah mati" ucap pria yang menelpon bosnya itu.
"Kerja yang bagusss....." jawab seseorang di balik telpon 2 pria itu.
_
"Aku tidak jelas mengingat nya, yang aku ingat hanya ada 2 orang pria yang masuk kedalam rumah kita, dan setelah itu aku tidak mengingatnya lagi Nur.." jawab Bu Lasmi kepada adik perempuan nya itu.
Disa pun sangat terkejut mendengar perkataan dari ibunya, ia hanya bisa terdiam sambil menatap Ayu yang sedari tadi ada di sampingnya.
__ADS_1
"Ada 2 orang pria yang masuk kedalam rumah, berarti jatuh nya ibu itu gara-gara pria tersebut" gumam Disa sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka ada seseorang yang berniat menyelakakan ibunya.
Disa pun segera menarik tangan sahabat untuk segera keluar dari ruangan ibunya.
"Ibu Disa keluar dulu yah sebentar sama Ayu" ucap Disa kepada ibunya dan segera menarik tangan Ayu.
"Yuuuu... Disa bingung sekarang, kenapa banyak orang yang mau nyelakain keluarga Disa sih, padahal selama ini ibu ga pernah jahat sama orang huuuft..." ucap Disa kepada Ayu dengan sangat bingung.
"Sepertinya kita harus cari tau siapa dalang dari semua ini sa..." jawab Ayu kepada Disa sambil memukul pundak Disa. "Yaudah buat sekarang kita masuk dulu keruangan ibu, setelah itu baru kita pikirin soal ini" ucap Ayu sambil menarik tangan Disa kedalam ruangan.
Disa pun segera duduk di samping tempat tidur ibu nya untuk menemani Bu Lasmi.
"Nak, tadi bi Nur bilang sama ibu bahwa semua biaya operasi ibu sudah di bayarkan oleh ayah mu, apa itu benar nak?" ucap Bu Lasmi kepada Disa.
Disa pun tidak segera menjawab pertanyaan dari Bu Lasmi, ia hanya terdiam dan hanya tersenyum menatap wajah sang ibundanya. "Iyah Bu semua biaya rumah sakit sudah di bayarkan oleh ayah, jadi ibu ga usah khawatir tentang biaya rumah sakit yah, yang terpenting ibu harus fokus dengan kesehatan ibu." jawab Disa dengan tersenyum sambil terus memeganggi tangan ibunya.
"Alhamdulillah ternyata ayahmu masih memperdulikan keadaan ibu" ucap Bu Lasmi sambil tersenyum.
Ketika Disa mendengar perkataan ibunya, Disa pun sangat muak harus membagus-baguskan nama ayahnya, sementara kenyataannya ayahnya sudah tidak memperdulikan keadaan ibu nya dan bahkan ayahnya pun tega menghina ibu nya di depan mata Disa.
Dan karna perlakuan ayahnya lah Disa harus terjebak di dunia yang sama sekali ia tidak pernah bayangkan sedikit pun, membayangkan nya saja pun tidak sudi, sama sekali tidak pernah terlintas di pikiran nya menjadi wanita yang mengorbankan harga dirinya demi kesembuhan seorang wanita yang sudah melahirkan nya.
"Aku membutuhkan mu, aku mau sekarang kamu segera menemui ku" isi pesan singkat yang di kirimkan oleh Gunawan kepada Disa.
"Kenapa aku harus terjebak dengan laki-laki ini...." gumam Disa sambil menyimpan kembali handphone kedalam tas.
Disa pun segera berpamitan kepada ibunya untuk kembali pulang kerumahnya karna besok Disa harus pergi sekolah.
"Bu, sepertinya Disa tidak bisa menginap malam ini di rumah sakit untuk menemani ibu, Disa harus mengerjakan tugas sekolah bersama Ayu, kemungkinan Disa malam ini menginap di rumah Ayu" ucap Disa kepada ibunya sambil mengusap lembut rambut ibunya dan mencium kening ibunya dengan penuh kasih sayang.
"Yasudah, kamu bereskan tugas sekolah mu, lagi pula jarak dari rumah sakit ke sekolah mu cukup jauh, ibu tidak mau kamu terlambat ke sekolah." jawab ibunya dengan tersenyum, "Nak ibu titip Disa yah.." ucap bu Lasmi kepada Ayu.
"Iyah Bu, Ayu kan menemani Disa. Ibu cepet sembuh yah, kami berdua pamit pulang dulu" jawab Ayu sambil mencium tangan Bu Lasmi
Mereka pun segera meninggalkan ruangan dimana ibunya sedang di rawat di rumah sakit.
"Ada apa sa???" ucap Ayu kepada Disa.
__ADS_1
"Pak Gunawan menyuruh aku untuk kembali menemuinya Ay..." jawab Disa mengerutkan keningnya. "Kenapa yah Ay aku harus terjebak dalam masalah ini, aku takut hamil yuuu.." ucap Disa dengan menitihkan air mata.
"Aku akan mengantarmu ke hotel yah.." ucap Ayu kepada Disa.
"Ga usah Ay, kamu pulang saja kerumah mu ini sudah malam, aku berani kok pergi sendiri untuk menemui laki-laki itu" jawab Disa sambil tersenyum.
Ketika di depan rumah sakit mereka pun pergi terpisah, Disa pergi ke hotel untuk menemui Gunawan, sedangkan ayu pergi kerumahnya.
Sesampai Disa di depan pintu kamar Gunawan, Disa pun segera mengetuk pintunya. Gunawan pun segera membukakan pintunya dengan tersenyum, dan segera mengajak Disa untuk masuk kedalam kamarnya.
"Bagaimana keadaan ibumu?" ucap Gunawan sambil mengusap rambut Disa.
"Ibu ku sudah membaik" jawab Disa dengan sangat singkat.
Tanpa basa-basi Gunawan pun segera mengajak Disa untuk tidur bersamanya, dan malam ini seutuhnya Disa sudah milik Gunawan.
_
"Maaf sayang untuk itu aku ga tidak bisa lakukan, selama ini aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan, aku sudah menyerahkan semua keuanganku kepadamu, tapi untuk mengusir si Mbok aku ga bisa" jawab Handoko sambil memegangi tangan istri nya.
Anggelina pun terdiam ia memikirkan cara lain untuk mengusir si Mbok pergi dari kehidupan Handoko, karna dengan adanya si Mbok di sisi suaminya akan menghambat rencanya untuk menguasai semua harta suaminya itu, karna tujuan dari Anggelina menikah dengan Handoko adalah karna harta.
"Oh iyah sayang, tadi Disa datang kemari untuk menemui ku" ucap Handoko kepada Anggelina.
"Untuk apa gadis itu datang kemari???" jawab Anggelina dengan sangat sinis, sejujurnya Anggelina sangat tidak menyukai kehadiran Disa disisi suaminya.
"Dia meminta tolong kepadaku untuk membiayai operasi ibunya, aku juga tidak tau kenapa wanita itu harus di operasi" ucap Handoko kepada sang istri.
Anggelina hanya bisa terdiam mendengar perkataan dari suaminya itu. "Ternyata wanita itu masih bisa di selamatkan." gumam Anggelina dengan rawut wajah yang sangat kesal.
.
.
.
Semoga kalian suka dengan cerita yang author buat, kalo kalian suka dengan cerita nya tolong di like dan komen yah 🤗🤗
__ADS_1
Tunggu cerita selanjutnya jauh lebih seru ❤️