
"Sepertinya kau senang ya, aku tak dirumah.."
"Tentu saja"
"Apa?" Axel menatap Baby tajam "Aku akan menjatuhkanmu sekarang"
"Hah!!" Baby mempererat tangannya dileher Axel "Jangan tuan, jika jatuh dari atas sini aku bisa mati" Axel masih terus menaiki satu persatu tangga "Maksudku.. aku juga senang saat ada tuan, tapi aku juga senang saat kau tak ada"
"Kau benar benar harus ku hukum Baby.." Baby sepertinya tak bisa bicara dengan benar karena terkejut tadi dia sedang tidur lalu tiba tiba ada di pangkuan Axel.
"Tidak tuan sungguh.." sialan Axel gila jika aku tak takut kau menjatuhkanku, aku tendang kau.
Tiba di kamar Axel melempar Baby keatas ranjang, tubuh Baby bahkan terpantul keatas hingga Baby berjengit kaget.
Belum sadar dari keterkejutannya Axel sudah menindih Baby "Apa saja yang kau lakukan seharian ini?"
"Eh..?" Baby merasa aneh, untuk apa Axel bertanya kesibukannya hari ini,biasanya Axel akan acuh dan hanya langsung pada intinya memuaskan naf su nya jika datang" Kenapa?"
Axel menunjuk dahi Baby "Jawab saja"
Baby mengerjap beberapa kali lalu bicara "Aku hanya bermain dan menghabiskan waktu dengan angel, memasak dan belajar"
"Hmm.." Axel merasa hangat saat mendengar cerita Baby "Aku berencana memasukan Angel kesekolah dekat sini dia sudah terlalu lama bolos, lagi pula sekolah yang lama terlalu jauh"
"Eh..?" Baby lagi lagi berwajah bodoh,untuk apa Axel peduli tentang Angel hingga repot memasukan Angel kesekolah?
Axel suka dengan mata Baby yang penuh dengan pertanyaan dan kebingungan, terlihat cantik dan lugu.
"Sudahlah ayo tidur" Axel berbaring dan memeluk Baby, dan lagi lagi membuat Baby bingung.
"Tuan, kau tak ingin melakukan 'itu'..?" biasanya Axel akan datang dan langsung menerjangnya bahkan hingga berkali kali tapi ini? langsung tidur? benarkah.
"Tidak sekarang.."
Baby mendongak "Kau bosan denganku tuan?" jika itu terjadi bagus bukan Baby bisa segera pergi dan bebas tapi kenapa juga hatinya merasa sakit mengucapkan itu, benarkah Axel bosan?
Axel menatap tajam Baby "Jangan berfikir bodoh Baby kau tak akan mudah lepas begitu saja, diamlah aku hanya ingin tidur sekarang" Axel mengecup pucuk kepala Baby, dan memeluknya erat.
Ada desiran dihati Baby,merasakan kecupan yang mendarat dipucuk kepalanya dan mengapa mendengar Axel belum mau melepaskannya membuatnya senang,Baby mengigit bibirnya.. perasaan apa ini? Baby merasa senang tapi sakit sekaligus,tapi senang karna apa? karna waktunya belum tiba mengingat dirinya yang hanya sekedar budak Axel saja dan harus siap dibuang kapan saja..
__ADS_1
Tapi tunggu apa yang dirinya fikirkan.. tidak boleh, tak boleh ada rasa apapun, kewajiban nya hanya membuat Axel senang saja bukan.
jangan Baby!
Baby memperingati hatinya.. lagi dan lagi.
Selesaikan fikiran nya Baby memilih membalas pelukan Axel lalu memejamkan matanya menyambut tidur.
Axel tersenyum di balik pucuk kepala Baby saat merasakan nafas Baby mulai teratur "Tidurlah.. Baby.."
Dipagi hari Baby, sudah bangun dan mempersiapkan Angel, juga sarapan untuk mereka, seperti kata Axel hari ini Angel akan masuk sekolah baru, setelah berdebat dipagi hari Baby tak bisa lagi membantah, sebenarnya Baby tak setuju karna dirinya tak ingin repot nanti saat telah dibuang Axel maka dia harus pindahkan lagi sekolah Angel, tapi Axel tak ingin dibantah jadilah ia menurut saja biarlah nanti jadi urusan nanti, apalagi semua sudah disiapkan Axel hingga kini Angel sudah dengan seragam barunya.
Axel turun dengan stelan kerjanya yang sudah melekat dan selalu terlihat tampan, Baby menghela nafasnya kenapa dia jadi terpesona begini.
Melihat Baby yang menunduk Axel acuh saja dan duduk di kursi sebelah Angel, dan tentu saja Angel langsung menyapa.
"Selamat pagi om tuan"
"Pagi.." dan kemajuannya Axel tak hanya bergumam sekarang.
"Terimakasih untuk sekolahnya om tuan, Angel suka seragamnya, cantik sekali" Angel benar seragam baru yang di dapatnya memang terlihat manis berwarna merah muda dengan aksen pita di leher juga kombinasi kotak kotak diroknya, dan sejak tadi Angel bilang bahwa seragamnya bagus.
"Baguslah jika kamu suka.. cepatlah habiskan sarapanmu aku antarkan kamu" dan saat mendengar perkataan Axel, Baby mendongak menatap Axel.
"Mengapa?"
"Anda pasti sibuk"
"Ini tidak akan lama, lagi pula kita searah"
"Tapi tuan.."
"Kamu tidak keberatan kan Angel?" Karena Baby terus mendebat maka Axel meminta persetujuan Angel, dan Angel pun tersenyum sambil mengangguk.
Melihat Angel mengangguk membuat Axel menatap Baby dengan seringaian puas.
Sedangkan Baby malah semakin galau dihatinya, mengapa semakin hari Axel semakin berubah, memberi perhatian pada dirinya dan Angel, Baby takut..
Takut dirinya terlalu nyaman hingga terbiasa, dan pada akhirnya akan sulit melepaskan,terutama Angel, Angel yang tak pernah mendapat perhatian dari pria dewasa pasti akan sulit nanti saat mereka barus pergi sedangkan hatinya terlanjur nyaman.
__ADS_1
"Kamu juga bersiaplah, mulai hari ini kamu akan ikut aku ke kantor"
"Apa? tapi untuk apa?"
"Mulai hari ini kamu akan jadi asistenku"
.
.
Axel sudah gila, benar benar gila Baby hanya punya ijazah sekolah menengah pertama, itupun entah kemana, karna Baby tak punya masa depan dengan itu jadi tak peduli dengan keberadaan ijazahnya, Baby memang sempat masuk sekolah menengah atas tapi tak sempat lulus karena ia sudah mengalami pelecehan dan sibuk dengan ibunya yang sakit.
Lalu sekarang Axel memintanya jadi asisten, Axel tak waras.
Sepenjang jalan Baby hanya mengomel dalam hati, mobil yang dikendarai Axel sudah mulai masuk ke pelataran sekolah, Baby tak bisa tak terkejut melihat sekolah di depannya sangat besar dan semua muridnya keluar dari mobil mewah, dan sekarang Baby semakin menggeram.
"Tuan,.. ini.." Baby menelan kata katanya saat melihat Axel sudah keluar mobil dan membuka pintu untuk Angel "Astaga.." Baby semakin mengesah.
Baby ikut turun mengikuti dari belakang melihat Axel yang manuntun Angel bersamanya.
"Tuan, biar aku saja anda tak perlu repot mengantar Angel.."Baby tak ingin ada yang melihat Axel dan membuat gosip yang tidak tidak,bukankah Axel pebisnis terkenal, Tapi Axel tak peduli malah terus berjalan bersama Angel, untuk memasuki kelas.
Yang Baby lihat dari pemandangan ini adalah, Ayahnya mengantar hari pertama putrinya sekolah..
Baby memijit dahinya lelah.. apa yang akan terjadi nanti dengan Angel jika sampai harapan tumbuh dihatinya.
Melihat Angel berjalan sepanjang jalan dengan senyuman dan menautkan tangannya semakin erat pada Axel, membuat hati Baby terasa tercubit, hal hal seperti ini pasti begitu di inginkan Angel.
Angel, jangan terbuai nak, mom mohon! gumamnya dalam hati, Baby hanya tak ingin Angel jatuh dan tak bisa bangun nanti.
Baby merasakan sekitarnya terasa aneh, lalu ia mengedarkan pandangannya benar saja orang orang disekitar sana sedang menatapnya dengan penuh tanya.
.
.
.
Like..
__ADS_1
komen..
vote..