
"Siapa kau ..?" suara itu terdengar lirih namun juga dingin, Baby tersenyum saat Axel membuka matanya meski masih lemah.
"Siapa kau?" ulangnya lagi, Baby tertegun.
"Apa?"
"Siapa kau?"
"Axel kau.." Baby menegang kenapa Axel bertanya siapa dirinya apa Axel hilang ingatan?
"Aku tanya siapa kau.. yang berhak memutuskan" katanya terbata
Baby mengerjapkan matanya "Apa?"
"Aku yang berhak memutuskan Baby, kamu milikku, dan HANYA MILIKKU" Axel mengerang menahan sakit di sekujur tubuhnya "Selamanya milikku"
Baby menangis "Ya aku milikmu.. terimakasih sudah bangun hiks.. hiks.. " Axel mendesah lega, saat Baby masuk Axel sudah sadar namun ia masih memejamkan matanya lemah, namun mendengar ucapan Baby yang berkata akan pergi dan mencari pria lain membuatnya mengerahkan kekuatannya untuk bangun, tapi rupanya Baby hanya menggertaknya.
"Aku.. akan panggil dokter.." Baby menggerakkan kursi rodanya namun sebelah tangannya masih di genggam Axel, Baby melihat Axel yang menggeleng.
"Kamu hanya mencari alasan untuk pergi meninggalkanku" jika Baby pergi Axel tak punya tenaga untuk mengejar, suara Axel masih terdengar lemah,seiring tubuhnya yang tak berdaya.
Baby mengeleng "Aku tidak akan pergi, lagi pula mana bisa pergi jauh pakai kursi roda.. dan lagi aku terikat kontrak seumur hidup dengan tuan Alonzo,benar bukan?"
__ADS_1
Axel terkekeh lalu melepas tangan Baby, yang berjalan memutar untuk menekan tombol di sisi ranjang Axel "Aku bahkan tak keluar dari ruanganmu" Axel hanya mengangguk
Axel menatap Baby rautnya sudah tidak terlalu pucat,tapi Baby masih belum pulih total "Kamu baik baik saja?" raut cemas tak bisa ditutupi Axel,mengingat ledakan itu Axel menghawatirkan Baby.
"Aku baik baik saja hanya tangan yang patah.. justru kamu harusnya mengkhawatirkan dirimu.. terimakasih sudah menyelamatkanku" Baby mengecup tangan Axel.
Axel hanya tersenyum dan mendesah lega, dokter masuk bersamaan Alfredo dan Dion, mereka melihat dokter ikut merasa khawatir takut sesuatu terjadi pada Axel, mereka hanya meninggalkan Axel dengan Baby, namun saat membuka pintu mereka tertegun Axel sudah bangun.
Dokter pun takjub "Ini keajaiban, tuan Axel seperti punya kekuatan hingga sadar dan langsung bertenaga"
"Ya, kekuatan cinta dokter.." Alfredo menyindir namun Baby merasakan pipinya terasa panas, ia bahkan menunduk dengan senyum malu malu, saat mata nya bertemu dengan mata Axel, Axel hanya menggigit bibirnya gemas, jika saja ia tak terkapar seperti ini mungkin ia akan membawa Baby lari ke ranjang, sudah terasa lama Axel tak menyentuh Baby.
Hari berlalu perubahan demi perubahan terjadi, Axel dan Baby kembali ke vila bersama dengan Angel setelah menjalani perawatan intens di rumah sakit akhirnya dokter memperbolehkan mereka pulang, sebenarnya Baby lebih dulu pulih, namun Axel menahannya agar terus tinggal di rumah sakit, mereka bahkan di tempatkan diruangan yang sama.
Sebenarnya Axel juga berterimakasih atas bantuan Alfredo padanya dan Baby selama ini, hanya saja Baby kira Axel terlalu gengsi menyebutkannya, maka ia menjadikan itu sebagai alasan.
Tiba di vila mereka di sambut Angel dengan lukisan yang sudah selesai ia buat lukisan Axel dan Baby saling menatap dengan romantis, Baby teringat kembali kata kata Axel tentang sepuluh anak, tiba tiba pipinya menjadi merah.
Axel memuji Angel dan dia akan menepati janjinya memasukan Angel ke sekolah seni .
Mereka kembali tinggal bersama, makan bersama seperti sebuah keluarga, Meski nyatanya mereka tak terikat pernikahan, bahkan Baby juga tinggal di kamar yang sama dengan Axel seperti sepasang suami istri,meski itu sudah sedari awal terjadi namun kini jelas berbeda, Baby seperti merasa disinilah rumah Axel karena Axel selalu pulang ke villa setelah bekerja dan pergi untuk bekerja dipagi hari.
Tak ada yang tau isi hati Baby, Baby juga tak berhak banyak menuntut, 'Ini sudah cukup, tuhan aku bahagia' Ya, itu cukup bagi Baby melihat Axel dan Angel terus tertawa dan bercanda,melihat Angelnya bahagia, Axel sudah tak sekaku dulu, dia sudah membuka hatinya lebar untuk menerima Angel sungguh sungguh,Baby bahkan melihat Axel sangat berusaha agar tak canggung dengan Angel,mengingat itu membuat Baby tersenyum hangat, Axel sungguh baik, dan ia beruntung menjadi milik Axel.
__ADS_1
Melihat Axel pun memperlakukan Angel seperti seorang ayah, pergi bersama saat berangkat ke sekolah, dan sesekali menemani bermain,bahkan melukis, bukankah itu sudah mewakili seorang Ayah.
Dan itu sudah cukup!
.
.
Tamat.
.
.
.
Yey akhirnya tamat, perjalanan Baby sebagai wanita malam sudah berakhir guys,adapun Angel yang belum mengenal dan tau siapa ayahnya nanti di extr part ya,atau mungkin mau season dua untuk Angel?
ketik komen dibawah👇
Terimakasih sudah menemaniku aku belajar menulis aku terharu🤧 kalian sungguh membuatku semangat, aku yang remahan renginang ini merasa tersanjung..
Salam sayang dari Eceu😘
__ADS_1