Wanita Malam

Wanita Malam
Kesakitan itu


__ADS_3

Angel berusaha keras agar bisa melepas ikatannya, dia bahkan terus menggeleng agar kain penutup mulutnya terlepas, namun saat sedikit lagi kain di mulutnya turun, seorang pria tua datang membuka pintu, Angel mundur menjauh karena takut gadis itu masih terisak menangis karena ketakutan.


Jhordi berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Angel.


"Kau anak yang manis dan cantik, aku yakin jika kau besar kau akan secantik ibumu, tapi jangan sampai kau menjadi ja lang seperti ibumu" Angel bergetar ketakutan, raut Jhordi begitu menyeramkan.


Jhordi tertawa lalu menepuk pipi Angel "Kau tahu dunia ini kejam, jadi bertahanlah sedikit saja, sampai Axel datang membawa semua milikku, aku juga melakukannya demi keturunanku"


Angel kembali menangis terisak, dan terus memanggil ibunya "Mom, hiks.. hiks.. tolong Angel.. Angel takut.." Jhordi mendengus lalu keluar dari ruangan itu.


Terdengar Jhordi memerintahkan seseorang untuk menutup mulut Angel kembali "Tutup mulutnya dia berisik.."


"Baik tuan" Lalu seorang pria masuk dengan membawa lakban di tangannya "Berisik sekali kau!" lalu dia menutup mulut Angel dengan lakban, kini Angel tak bisa lagi membuka mulutnya dia hanya terus menangis hingga matanya membengkak.


Angel meringkuk ketakutan, entah sudah berapa jam dia dikurung tapi kenapa rasanya begitu lama, terdengar suara-suara dari luar Angel rasa mereka sedang mengobrol sambil tertawa.


"Jangan terus minum, jika kau mabuk tuan besar akan membunuhmu, kau tahu kita sedang dalam misi berbahaya..ku dengar dia akan segera datang membawa tebusan untuk sandera"


"Aku tak peduli, aku butuh pengalihan.. kau lihat nyonya besar itu, aku dengar dia simpanan tuan besar sejak dulu, dia seksii bukan? aku membayangkan bisa menidurinya, sejak tadi dia bahkan mengedipkan matanya padaku, dia pasti tergoda ketampananku"


"Hahaha.. kau bermimpi, bahkan untuk menyentuh sandera tuan besar saja kita tidak bisa, dan bagaimana bisa menyentuh nyonya besar.. tuan besar akan membunuhmu"


"Hahaha, kau benar.. tapi kau lihat anak di dalam, dia gadis manis jika besar pasti akan secantik ibunya bukan? dan yang pasti ibu gadis itu lebih cantik dari nyonya besar"


Lalu lelaki lain kembali tertawa "Jangan gila kau, dia masih kecil.. tidak tau kenikmatan itu.. dia bahkan masih berumur 6 tahun"

__ADS_1


"Hahaha kau benar, sepertinya aku sudah mabuk.." pria itu kembali meneguk minumannya.


"Hey, kau tahu sudah mabuk kenapa masih terus minum,dasar bodoh!"


Lalu suasana hening sepertinya orang-orang itu sudah pergi.


Namun Angel terjengit saat mendapati seorang pria membuka pintu datang menghampirinya, dia berjalan terhunyung lalu duduk di depan Angel, pria itu memiliki mata merah karena mabuk, Angel semakin mengkerut karena ketakutan.


"Anak manis kau tak perlu takut, aku tidak akan membunuhmu" Angel menggeleng takut, dan memeluk tubuhnya "Mau ku ajarkan sebuah permainan, ini permainan yang seru" Angel kembali menggeleng "Ah, kau merepotkan.." Pria itu meraih kain yang tadi di pakai untuk menutup mulut Angel, lalu mengikatkannya di mata Angel.


Angel terus menggeleng ketakutan dan berteriak tertahan saat pria itu terasa melucuti celananya.. dan dia mendengar pria itu bergumam "Tenanglah ini tidak akan lama... permainannya sangat seru..."


Di kegelapan matanya yang tertutup Angel merasakan tangan pria itu menyentuhnya dan mengelusnya di beberapa titik. Lalu Angel sakit di bagian bawah tubuhnya, yang tiba tiba di terobos sesuatu, Angel menjerit dan berteriak, namun semuanya terasa percuma mulutnya tertutup lakban, dia merasakan sepertinya bagian bawahnya berdarah kerena terasa begitu perih dan menyakitkan.


Brak..


"Brengsek kau, aku bilang dia masih kecil bajingan, kau bahkan melakukannya pada anak kecil.." Angel terus berteriak histeris dia kesakitan, meski tak berpengaruh dan teriakannya tetap tak terdengar.


Pria itu mengeram "Hey, kau menggangguku, aku belum selesai sial.. aku bahkan baru menerobosnya"


"Brengsek.." pria itu memberikan pukulan bertubi-tubi hingga pria mabuk tersebut berteriak nyaring kerena kesakitan.


"Apa yang kalian lakukan?" Nancy datang untuk membawa Angel karena Axel sudah datang, Nancy melihat kearah Angel lalu mengumpat "Sial, dia melakukan itu padanya?" Nancy mengusap wajahnya kasar.


Nancy segera memakaikan kembali celana Angel lalu membangunkannya dan membuka penutup matanya "Tenanglah kau baik-baik saja!" Angel terus menangis karena ketakutan terlebih bagian bawahnya sangat menyakitkan "Ini akan baik, dalam beberapa hari kau akan baik-baik saja" Nancy mengusap dan merapikan rambut Angel. "Berhenti menangis Axel sudah datang, dan kau akan di lepaskan"

__ADS_1


Angel diam menurut dia ikut melangkah menuruti Nancy, benarkah Om Axel sudah datang dan dia akan menolongnya dan Mommynya, dia merasa lega dan bertahan dengan sakit yang masih berdenyut seperti kulit yang robek, Angel akan bertahan agar bisa pulang, Angel ingin pulang.


Sebelum mereka keluar dari pintu ruang bawah tanah Angel melihat kearah Nancy yang berkata "Kau, bunuh dia.. jangan sampai meninggalkan jejak.. dan diamlah selamanya"


Nancy menyadari ini akan menjadi masalah di masa depan jika anak ini sudah dewasa, maka pria itu harus lenyap.


Pria yang kini masih memegangi pria mabuk itu menunduk "Baik nyonya" Nancy menutup pintu lalu Angel berjengit saat mendengar suara tembakan..


Dor!!


[Setelah ini adegan kembali ke bab 'Terjebak']


.


.


.


Dah ah, aku ngilu 🤧.. semoga kita di jauhkan dari segala keburukan..Aamiin


Like..


Komen..


vote..

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2