Wanita Malam

Wanita Malam
Menangis karna kenikmatan


__ADS_3

Di kantor Axel, Baby berdiri bergetar namun dia tetap tersenyum begitu pintu tertutup Baby menghela nafas nya berkali kali, Axel terus memperhatikan Baby yang gemetar meski Baby menyembunyikannya namun Axel tau Baby ketakutan "Baby? kau baik baik saja?"


"A.. aku in..gin ke toilet tuan.." Baby tersenyum lalu berjalan cepat sejak tadi dia menahan ketakutannya meski sudah 6 tahun berlalu namun nyatanya bayangan buruk itu masih menghantuinya apalagi melihat pria brengsek yang memperkosa nya ada di hadapannya, meski Jonathan seperti tak mengingatnya namun Baby tetap merasa takut.


"Baby ayo bicara.."


Baby tak menghiraukan dia masuk dan mengunci pintu, Axel mengepalkan tangannya geram.


Hampir setengah jam Baby di dalam kamar mandi dan Axel masih menunggu di depan pintu.


Ceklek...


"Baby.."


"Tuan.. sedang apa kau disini?" Baby melihat Axel yang bersandar di dinding pintu kamar mandi.


"Kamu baik baik saja?" Baby mengangguk meski hidungnya masih merah, Baby menangis merki tak bersuara.


"Kemarilah" Axel meraih jemari Baby dan membawanya kearah meja kerjanya, kembali mengangkat Baby dan mendudukannya di meja kerja, Baby fikir Axel akan meneruskan kegiatan mereka yang belum selesai tadi maka Baby bersiap dan tersenyum khasnya saat sedang menggoda pria "Jangan tersenyum seperti itu" Axel menyelipkan kedua kakinya diantara paha Baby yang terbuka.


"Senyum juga tidak boleh?" Baby meraih kemeja Axel berfikir Axel menginginkannya maka ia harus ikut bekerja, tepat saat kancing ketiga Axel akan di buka Axel menghentikannya "Kenapa, bukannya kamu menginginkannya?"


"Aku selalu menginginkannya tapi, hari ini aku hanya ingin memelukmu" Axel membawa Baby kedalam pelukannya, satu tangannya merapatkan tubuh Baby kearahnya satu lagi menekan tengkuk Baby agar bersandar di bahunya "Mulai hari ini jangan menangis sendirian, menangis disini bersamaku.."


Baby mendorong bahu Axel "Siapa yang menangis tuan, aku tak menangis" Baby mengeryit saat mengatakannya, sampai sampai Axel tertegun. Baby memang tak pernah memperlihatkan kelemahannya pada siapapun, bahkan saat Axel merendahkannya dengan kata kata 'budak, dan pemuasnya saja' Axel kini menyesal telah membangun benteng antara dirinya dan Baby.

__ADS_1


"Baby tak apa menangis sesekali.."


Baby menggeleng "Kau aneh tuan, aku tidak akan menangis hanya karna bertemu pria brengsek seperti Jonathan" Baby sebenarnya menahan gejolak dihatinya ia ingin menangis dan memeluk Axel, tentu saja, siapa yang tak mau bahu lebar itu saat ia menangis, tapi ia takut merasa nyaman dalam pelukan Axel, meski mereka sering berpelukan saat bercinta, namun tidak dengan menunjukan kelemahannya, karna sering kali Baby merasa sesuatu yang berbeda saat Axel memeluknya,dan Baby takut..


Axel menghela nafasnya melihat mata Baby menerawang jauh, Axel melepas resleting di punggung Baby hingga kini pundak mulus Baby sudah terpampang, Baby mengeryit bukan kah tadi Axel bilang hanya ingin memeluk "Baiklah jika tidak mau menangis kita lakukan saja, lagi pula aku sudah menahannya sejak tadi,untuk kali ini aku yang akan melayanimu, nikmati ini Baby,jangan fikirkan apapun rasakan semuanya dengan hatimu.." memberi kecupan lembut di bahu Baby, Axel memutuskan menghibur Baby dengan cara lain, jika tak ingin menangis karna kesedihan Axel akan buat Baby menangis karna kenikmatan, dan itu lebih baik.


Axel mulai menunduk ******* bibir Baby,dengan tangan yang mulai melepas satu persatu kain yang menempel di tubuh Baby,Baby mulai tenggelam dengan memejamkan matanya Baby mencoba menikmatinya,melupakan segalanya.


Axel berpindah ke pucuk merah muda Baby satu persatu bergantian hingga menciptakan ******* indah dari mulut Baby, tangan Axel membelai kulit perut Baby, dapat Axel rasakan Baby menahan nafasnya karna bagian perutnya mengecil.


"Bernafaslah Baby.."


Axel menunduk semakin kebawah ujung hidung nya menelusuri seluruh tubuh polos Baby dari perut hingga kini ia berhadapan dengan kelembutan Baby.


"Axel..Baby, call me Axel.." nafas Axel juga tersengal ingin segera memenuhi Baby dengan dirinya namun ia harus memberikan sensasi berbeda kali ini, ia akan menyenangkan Baby agar melupakan semua kenangan buruk yang baru saja menghampirinya kembali.


"Axel..hhh" Tangan Baby menahan bobot dirinya dibelakang punggung ,kepala Baby menengadah merasai Axel yang sedang melahapnya dibawah sana. "Akh...Ax.."


"Hmm.." Axel bergumam, lidahnya masih bermain di kelembutan Baby bahkan sesekali menggigit kecil klit nya, tangannya tak tinggal diam meremas dan mencubit kedua pucuk merah muda Baby, melakukan itu membuat Axel seratus kali merasa libidonya kian meningkat "Ak..uu.. Ax..ahhhh" Baby mengejang ketika gelombang kenikamatan menerjangnya.


Axel menyeka bibirnya setelah beberapa saat Baby terjatuh lemas, Axel meraih Baby dan memberi ciuman lembut dan penuh perasaan, tak terburu buru.. Axel bahkan menikmati berlama lama disana hingga Baby kembali bangkit, ciuman Axel terlepas saat Baby mendorong Axel hingga terduduk dikursinya,


"Tunggu.. kali ini aku yang bekerja" Baby menggeleng "Aku ingin kamu juga menikmatinya.." Baby menunduk melepas sabuk di pinggang Axel, dengan gerakan cepat seolah terburu waktu, Axel sampai terkekeh melihat tangan Baby yang bergetar namun bibirnya mencebik "Susah sekali.. biasanya sangat mudah" Axel merasa gemas lalu mengecup bibir Baby sebelum ikut membantu melepaskan ikat pinggangnya.


"Tenanglah.. sayang waktu kita masih panjang.." Baby memberengut sesaat lalu menunduk untuk memuaskan Axel. "Oh.. Baby.." tangan Axel mencengkram rambut Baby,dari atas Axel melihat Baby tersenyum menggoda dan tak melepas miliknya memajukannya naik turun.. "Kau nakal Baby.. ah.." Axel menghentikan Baby saat dirasa dirinya akan lepas, Axel tak ingin melepaskannya dimulut Baby "Berhenti sayang.."

__ADS_1


Axel menarik Baby hingga kini Baby berada di pangkuannya, Baby mengangkat bokongnya dan memasukan Axel kedalam dirinya hingga kini keduanya melenguh nikmat.


Baby bergerak naik turun tak terburu buru, Baby benar benar ingin menikmati ini, hanya kali ini saja Baby ingin memakai hatinya melakukannya dengan keikhlasan dengan perasaan penuh.


Mereka bergerak liar saling menikmati dan memuaskan, tatapan mata tak lepas dari keduanya bahkan bibir mereka tak tinggal diam sesekali saling membelit, dan saling mengecup.


"Oh.. Baby ini benar benar nikmat.."


"Ah.. hmmm ya" Baby melayang melupakan segalanya, tangannya meremas kedua bukitnya sendiri bergerak erotis meliuk di atas Axel, mulutnya terus mende sah sesaat kemudian gerakan Baby makin cepat memacu Axel yang berada di bawahnya, Axel menyadari Baby akan segera tiba maka Axel kini memegang kendali menghujam dengan cepat dan dalam hingga Baby melenguh panjang.


"Bagaimana rasanya hmm?" Baby terengah Axel berhenti sesaat membiarkan Baby menikmati pelepasan nya.


"Luar biasa.." setetes air di mata Baby menuruni pipi, ia merasa kan sesuatu yang berbeda saat melakukannya dengan penuh perasaan rasanya begitu bahagia, hatinya membuncah dan berdebar , saat Baby sudah selesai menghirup nafasnya Axel kembali melanjutkan lagi setelah sebelumnya memberikan kecupan di seluruh wajah Baby.


"Sekarang giliranku" Axel membawa Baby kesebuah ruangan yang ternyata terdapat sebuah ranjang di dalam nya tanpa melepas penyatuan mereka Axel merebahkan Baby dan melanjutkan kegiatannya, menghujam Baby hingga Baby kembali mende sah.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


bunga boleh β˜•β˜•β˜•β˜• kopi juga boleh😁

__ADS_1


__ADS_2