Wanita Malam

Wanita Malam
Menggantikan Yang Terlewati


__ADS_3

Angel keluar dari mansion Leon dengan lesu, dia tak menemukan Leon disana dan malah menemukan bahwa Leon memang benar-benar sibuk untuk memperjuangkannya.


Jonathan melihat Angel dari kejauhan dan melihat raut murungnya, namun saat semakin dekat Angel berhasil menormalkan kembali rautnya.


"Daddy ayo pulang"


"Sudah bertemu Leon?"


Angel menggeleng lalu tersenyum "Dia sangat sibuk, jadi mana mungkin ada dirumah"


Jonathan mengangguk "Oke.."


Jonathan melajukan mobilnya, dengan sesekali melihat Angel yang hanya diam.


"Nak?"


Angel menoleh kearah Jonathan "Ya..?"


"Mau pergi jalan-jalan dengan Dad?"


Angel tertegun, dulu sekali dia begitu mendambakan keadaan seperti sekarang pergi bermain dan jalan-jalan dengan ayah kandungnya, namun itu semua tak pernah terjadi.


"Daddy tau ini tak akan mengembalikan masa lalu kamu tanpa Daddy, tapi anggap saja ini agar kamu tau Daddy juga ingin merasakan bermain dengan putri Daddy.."


Angel mengangguk sambil tersenyum "Baiklah, kita akan kemana?"


"Ada tempat yang ingin kau kunjungi?"


Angel terlihat berfikir lalu dia kembali tersenyum kearah Jonathan.


"Dad, ayo naik itu.." Angel menunjukan sebuah wahana roller coaster yang meliuk dan berputar lalu terjun kebawah.


"Tidak, kamu sedang hamil itu berbahaya"


"Atau itu saja.." Angel menunjuk perahu yang melayang ke kanan dan kekiri dan terdengar teriakan dari orang orang yang menaikinya.


"Tidak itu juga berbahaya, ayo ikut Daddy.." Jonathan membawa Angel ke wahana yang lain.


Angel mencebik melihat permainan Bom-bom car di depannya, ayolah dia bukan anak kecil.. "Ayo naik.."


Angel menaiki dan melajukannya meski dengan bibir cemberut, beberapa kali dia berbenturan dengan pemain yang lain, bahkan dengan Jonathan, dia dan Jonathan bermain itu hampir dua puluh menit lalu berpindah ke permainan yang lain, tentu saja semua permainan yang aman menurut Jonathan.


Mereka membeli permen kapas, eskrim dan apa saja yang Angel inginkan, mereka bahkan membeli bando warna-warni dan bisa menyala lalu mengenakannya berbarengan, bahkan mereka tak melepaskannya hingga selesai bermain..hingga tak terasa hari sudah sore, dan mereka beranjak pulang.


"Dad.."


"Ya.."


"Terimakasih, hari ini Aku senang.."


Jonathan tersenyum miris, dia sudah melewatkan pertumbuhan putrinya, bagaimana mungkin dia menerima terimakasih dari Angel, disaat dia sendiri hanya melakukan sedikit saja untuk Angel.


"Harusnya Daddy yang berterimakasih Nak, kamu sudah mau memaafkan Daddy.."


Angel menggeleng "Kita sudah membahasnya kan, kita tak boleh membicarakan ini lagi"


Jonathan mengangguk "Kamu benar, maafkan Daddy.."


Hening beberapa saat lalu terdengar suara Angel yang membuatnya tertegun.

__ADS_1


"Daddy apa yang bisa aku lakukan agar Leon bisa kembali ke jabatannya?"


Jonathan membeku sesaat lalu melihat Angel "Aku punya tabungan.. aku rasa itu cukup untuk membeli saham milik orang itu.."


Jonathan masih diam.."Aku hanya tidak ingin anakku kelak, tumbuh seperti aku, tidak tahu siapa Ayahnya" Angel menghela nafasnya "Meski kondisinya berbeda, tapi kalau Leon tidak berhasil, bukankah dia tak akan mendapatkan restu untuk menikah denganku.."


"Kamu tidak yakin pada Leon.. ?"


Angel menggeleng "Aku yakin padanya, bahkan meski mungkin orang tuanya tetap tak merestui, dia tetap akan kembali padaku.. tapi aku fikir aku juga tak mau anak-anakku hidup dan di benci kakek neneknya kelak.."


"Aku juga yakin Leon akan berhasil, tapi Daddy perutku juga semakin besar, maka dengan itu semakin besar juga keinginan Anak-anakku untuk bersama Daddynya.."


"Anak-anakmu atau kamu?" Jonathan tersenyum kearah Angel.


"Yah, aku juga.." Katanya sambil tersipu..


"Kamu tidak perlu melakukan apapun.. Biar Daddy yang melakukannya untukmu.. meski pun Daddy tak yakin Leon akan menerimanya atau tidak.."


"Benarkah..?"


Jonathan mengangguk, Angel tersenyum dan merasakan hatinya lega, Angel mengelus perutnya 'Bersabarlah kita akan segera bersama dengan Daddy kalian.."


Jonathan mengelus rambut Angel, benar selama ini dia belum pernah melakukan apapun untuk putrinya, lalu sekarang dia akan diam saja saat putrinya menginginkan sesuatu.. tidak, sekarang saatnya dia menebus segala yang telah dia lewatkan atas putrinya.


Angel tak hentinya tersenyum, bahkan saat mereka sudah tiba di Mansion Jonathan.


"Selamat malam Mom" Lily sedang mempersiapkan makan malam, menoleh pada Angel.


"Kalian pergi jalan-jalan..?"


"Ya, sangat menyenangkan.."


Angel mengangguk lalu duduk di kursi disebelah Alcio.


"Selamat malam Adik.."


Alcio menghela nafasnya "Aku masih tak percaya kau kakak ku, hampir saja aku jatuh cinta padamu..."


Angel menyeringai "Sayang sekali kau harus patah hati.."


Alcio hanya mendengus lalu mengerutcutkan bibirnya.


Setelah makan malam Angel pergi ke kamarnya yang sudah di persiapkan Lily untuk istirahat.


Sedangkan Jonathan pergi ke ruang kerjanya lalu menghubungi Asistennya, dan melakukan sesuatu untuk membantu Leon.


Lily masuk membawa secangkir kopi untuk Jonathan.


"Kamu sudah memutuskan.."


"Ya.."


"Apa yang akan kau lakukan.."


"Membeli semua saham milik mereka yang menentang Leon.."


"Mereka tidak akan melepaskannya dengan harga murah.."


"Itu sepadan dengan kebahagiaan putriku.."

__ADS_1


Jonathan meraih tangan Lily dan menariknya hingga kini Lily berada dihadapannya, lalu Jonathan menenggelamkan wajahnya di perut Lily.


"Terimakasih karena menyayangi Angel, meski dia bukan putrimu, dan maafkan aku sepanjang hidupmu kamu menderita olehku..." Jeda sesaat, Jonathan menghirup aroma Lily "Hari ini aku pergi ke taman bermain dengan Angel, dan aku baru menyadari jika aku tidak layak dipanggil Daddy oleh seorang putri.." Lily terdiam, dia hanya mengelus rambut Jonathan.


"Lalu bagaimana bisa aku diam saat dia berkata 'Aku tak ingin Anak-anakku kelak tumbuh seperti aku'"


"Kamu melakukannya dengan benar.." Lily tersenyum,dia sudah bilang dia sudah mengikhlaskan segalanya.


.


.


Pagi hari Angel sudah terbangun dan bersiap. dia akan memasak untuk Leon dan membawakannya ke kantor Leon, dia akan membuat kejutan untuk Leon.


"Nona apa yang kau lakukan?" Bertha menghampiri Nonanya yang sedang sibuk di dapur.


"Ah Bertha aku sedang joging, tentu saja aku sedang memasak, kau ini" Angel mencebik.


"Maksudku bukan itu Nona, tapi untuk apa kau memasak, kau hanya perlu duduk dan pelayan akan membuatkan makanan untukmu, atau biarkan aku yang memasaknya untukmu" Bertha akan datang dan menggantikan posisi Angel namun Angel menolaknya.


"Berhenti disana Bertha, lagi pula aku mau Leon memakan masakanku"


Ah.. rupanya begitu "Baiklah Nona.."


Angel sudah selesai dengan masakannya dan mengemasnya dengan kotak makan bersusun, juga sup yang sudah ia masukan kedalam termos khusus agar kehangatannya terjaga, Leon sudah bekerja keras maka dia butuh sup segar untuk mengembalikan kesehatannya.


"Aku sudah selesai, aku akan mandi setelah itu aku akan pergi ke kantor Leon"


.


.


Dikantor Leon sedang mempersiapkan dirinya untuk rapat hari ini, agendanya adalah keputusan apakah Leon kembali menjabat atau tidak satu minggu terakhir Leon mendatangi satu persatu pemilik saham untuk mendukungnya hari ini, meski dia tahu ini sebenarnya sia-sia.


Karena Leon tahu mereka sudah memihak Daddy Emily.


Ketukan pintu terdengar lalu muncul sekertaris Leon dari balik pintu dan mengabarkan bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengannya dan membicarakan masalah penting.


Leon mengerutkan keningnya, siapa yang ingin bertemu dengannya "Hanya sebentar, aku harus segera pergi keruang rapat.."


Sang sekertaris kembali membuka pintu lalu muncullah sosok wanita cantik dengan senyuman penuh berjalan kearah ruangan Leon.


Leon mendongak lalu matanya melihat siapa yang datang..


"Kau..?"


.


.


.


Like..


Komen..


Vote..


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2