Wanita Malam

Wanita Malam
Baru dimulai


__ADS_3

Baby sudah tiba dirumah sejak jam 6 pagi saat Axel dan Angel belum bangun.


Baby tak habis fikir bukankah ia sudah mengusir Axel agar pergi sebelum ia pulang, tapi Axel masih betah dirumah yang katanya jelek dan menempati kamar kecilnya.


Baby mengingat kembali kegiatannya dengan Axel, tak ada yang spesial, Baby terbiasa melakukannya.. memuaskan penyewanya tanpa memikirkan kenikmatan dirinya, baginya pekerjaannya bukan sesuatu yang harus dinikmati hingga membuatnya terlena, aktifitas mereka bukan layaknya dilakukan sepasang kekasih yang saling mencintai hingga Baby harus menikmatinya,tidak Baby harus terus waras agar tak terjebak lebih jauh,ini hanya ladangnya mencari uang.


Tapi Axel, pria itu.. saat Baby mencum bu nya ada sesuatu yang menuntut dalam diri Baby meronta ingin dilepaskan..


Menyelesaikan lamunannya Baby mempersiapkan bahan masakan untuk sarapan,tak dapat dipungkiri karna bahan makanan yang dibawa asisten Axel, Baby jadi bisa membuat berbagai macam makanan untuk Angel yah memang benar lebih mewah, dengan cekatan pula Baby membuatkan satu cangkir kopi juga segelas susu untuk Angel.


Tangan Baby terhenti saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang, siapa lagi pelakunya jika bukan Axel..


"Apa kamu sudah memikirkannya?" Axel mengendus leher Baby, menggoda Baby,


Baby terjengit ada yang aneh dengan tubuhnya sesuatu berdesir halus di hatinya,apa ini?


"Apa?" Baby berusaha agar suaranya tak bergetar,mengapa ia jadi gugup?


Baby menggeliat mencoba melepaskan tangan kekar Axel dari pinggangnya, namun Axel semakin mengeratkan pelukannya "Lepaskan aku tuan!"


"Kau belum menjawab pertanyaaku" Baby menghela nafasnya, ia butuh uang banyak tapi apa ini jalan yang benar? Baby tak ingin berhubungan lebih dengan lelaki apalagi lelaki itu sudah punya istri, itu mengapa ia selalu melayani penyewanya hanya satu kali saja,agar tak terjadi sesuatu dikemudian hari.. tapi bukankah sejak awal jalannya memang salah, sedari dulu sudah salah,lalu apakah ia harus mengiakan.. tak ada cara lain demi ibu,lagi pula Mery sudah dipenjara bukan..?

__ADS_1


"Apa yang aku dapat?"


"Kau dapat yang kau mau, dan aku dapat kepuasan.. lagi pula ibumu tak bisa menunggu lebih lama" baiklah Axel sudah tau ternyata, jadi ini lebih mudah untuk Baby,karna tak perlu menjelaskan lagi..


"Jika begitu aku ingin perjanjian"


Axel melepaskan pelukannya "Aku kira disini aku yang berkuasa, apa kau berhak melakukan perjanjian"


Baby terkekeh "Kau ternyata takut rugi juga tuan,apa kau tau uang yang ku butuhkan sangat banyak,tapi dengan kepuasan yang kau dapat seharusnya kau beri aku bonus satu saja permintaan"


Axel menghela nafasnya "Baiklah,apa itu?"


"Jika suatu saat nanti istrimu tau,maka semuanya selesai"


Axel Alonzo..


"Bagaimana jika kau berbuat curang dan memberi tau istriku tentang ini.. kau kira aku bodoh?" mata Axel memicing curiga.


"Aku tak akan melakukannya,kau bisa pegang ucapanku, dan ya meski istrimu tak pernah mengetahuinya aku siap kau buang kapan saja jika kau bosan" Baby tertegun sesaat dengan ucapannya sendiri,apa benar begitu? menutupi kegugupannya Baby melanjutkan "Lagi pula aku tak ingin di tampar oleh istri sah,dengan drama sebagai pelakor" katanya sambil terkekeh.


"Baiklah, aku akan minta Dion buat perjanjiannya" Axel menarik Baby hingga terduduk di pangkuannya,saat Axel memiringkan wajahnya Baby menahan Axel "Apa?" Axel sedikit menggeram karna Baby menghentikannya,ayolah Axel berhak mengambilnya dimuka bukan? hanya sebuah ciuman,Axel tak tahan sejak tadi melihat bibir merah Baby yang terus meracau.

__ADS_1


"Aku tak ingin melakukannya disini, Angel bisa melihat.." dan itu akan sangat buruk untuk dirinya.


Axel mendesah lalu melepaskan Baby "Baiklah.." tepat saat Baby bangun dari pangkuan Axel, Angel keluar dari kamarnya.


"Mom,Angel mau sarapan"


.


.


.


Baby sudah mengantar Angel menuju bus kuning yang akan mengantarnya ke sekolah,dan masuk kembali kedalam rumah, tepat saat Baby masuk kedalam rumah Axel langsung menerjangnya.


"Angel sudah pergi bukan?" bisik Axel disela ciumannya,bahkan lebih terdengar seperti geraman, Baby yang terkejut hendak mendorong bahu Axel yang melesak menghimpitnya diantara dirinya dan tembok,namun perkataan Axel menghentikannya, hingga kini dirinya hanya bisa diam menerima perlakuan Axel "Aku sudah melakukan nya, hari ini ibumu akan segera dioperasi.. jadi sekarang lakukan tugasmu.." dan tangan Baby tak lagi menjadi penghalang, dengan tenang Baby menaikan tangannya dan melingkarkan nya di leher Axel,mulai membalas tautan lidah Axel yang menuntut dan melesak menelusuri seisi mulutnya.


Baiklah ini baru dimulai..


.


.

__ADS_1


.


Kok sepi ya? hah.. lesu aku😩


__ADS_2