Wanita Malam

Wanita Malam
Dia Membenciku


__ADS_3

"Mom bagaimana kalian tau jika aku sedang hamil?"


Baby tersenyum "Kamu tahu, bukan kami yang mencurigai kamu hamil sebenarnya.."


"Lalu siapa?"


"Daddy Jo, mungkin dia ingin memastikan saja, maka dia meminta Daddy Axel untuk memeriksakanmu.."


Angel mengangguk "Ya, aku mengerti" ada raut kecewa di mata Angel. sesungguhnya Baby ingin mengatakan bahwa Leon yang memberitahu Jonathan namun dia masih takut Angel akan ketakutan mendengar nama Leon, karena anggapan mereka Leon adalah penyebab Angel histeris terakhir kali.


"Daddy Jo akan kemari hari ini, kamu bisa bertanya langsung padanya"


"Kamu mau memeriksa bayimu lebih lanjut tidak" Angel mendongak "Kita bisa melakukan USG jika kamu mau, tapi jika tidak Mom, tidak akan memaksa jika kamu belum siap.. kita bisa melihatnya nanti setelah kamu siap.."


"Aku mau Mom.." spontan Angel mengelus perutnya dia juga ingin tahu bagaimana penampakan calon bayinya, tiba- tiba bibirnya tersenyum, menyusul hatinya yang menghangat, dia akan menjadi seorang Ibu..


Meski ada sudut hatinya yang merasa sakit, mungkinkah bayinya juga tidak akan merasakan kasih sayang seorang Ayah seperti dirinya..


Apakah Leon akan tahu jika dirinya sedang mengandung anaknya? lalu jika dia tahu apakah dia mau menjadi Ayah bayinya, tapi Leon pasti masih membencinya..


Tapi Angel tak ingin kelak bayinya akan merasakan kesepian seperti dirinya yang tak memiliki seorang Ayah.


.


.


.


Esoknya Jonathan dan lily sudah datang dan mereka berencana akan membawa Angel ke Dokter Obgyn dan memeriksakan kandungan Angel.


Dua pasangan suami istri paruh baya itu memenuhi ruangan Dokter Obgyn, sedangkan Angel sedang terbaring sembari menatap layar hitam dengan beberapa garis putih, Angel tak tau apa itu, namun entah mengapa hatinya membuncah bahagia.


"Apa itu bayiku..?" Angel melihat titik kecil yang nampak di layar.


"Ya, karena usianya baru lima minggu jadi masih berbentuk kantung" Dokter kembali menjelaskan.


Jonathan sibuk dengan ponselnya yang merekam layar komputer, dan membuat Axel mencebik "Apa yang kau lakukan?"


"Aku sedang mengabadikan cucuku sejak dalam kandungan" Axel semakin mendengus dia lalu membuka ponselnya sendiri.


"Apa yang kau lakukan?" Jonathan mengkerut saat Axel mulai merekam.


"Kau fikir kau saja yang mau mengabadikan cucuku.."


"Dia memang cucuku.."


"Heh, dia juga cucuku!" Axel tak mau


kalah.

__ADS_1


"Peniru.." cibirnya.


Baby dan Lily saling melirik lalu menggeleng, mereka memang tidak pernah akur setiap bertemu.


Angel tersenyum saat melihat kedua Daddynya berebut cucu mereka.


"Tunggu sebentar..Kalian lihat ini.." Dokter menunjuk satu lagi titik.


"Tapi ini terlalu cepat menyimpulkan, jadi mari kita periksa lagi bulan depan, untuk memastikan"


Semua yang ada di ruangan itu diam bingung menanggapi ucapan Dokter.


"Apa maksudmu?" tanya Axel.


"Jika ini benar maka kalian akan dapat dua cucu, kau lihat ini ada dua kantung"


Sontak saja Axel dan Jonathan tertawa girang "Hey.. kita punya dua cucu.." tanpa sadar mereka berpelukan.


"Ini baru kemungkinan Tuan"


"Tidak masalah kita akan memeriksa lagi bulan depan.." mereka terlalu bahagia hingga lupa orang yang terbaring diranjang menjadi berkaca-kaca.


Angel begitu terharu, bukan hanya satu tapi ada dua nyawa di perutnya.


'Mom akan menjaga kalian dengan baik..'


.


.


.


Leon mendesah lalu memeriksa ponselnya yang tiba-tiba berdering tanda pesan masuk, Leon mengeryit saat melihat pesan vidio dari Jonathan.


-Apa yang akan kau lakukan setelah ini-


Sebuah vidio terputar menunjukkan ruangan bernuansa putih, juga ada beberapa alat medis termasuk mesin USG di depan layar.. terdengar suara seorang dokter yang sedang menjelaskan.


"Tunggu sebentar..Kalian lihat ini.." Leon melihat Dokter itu menunjuk satu lagi titik.


"Tapi ini terlalu cepat menyimpulkan, jadi mari kita periksa lagi bulan depan, untuk memastikan"


"Apa maksudmu?" terdengar suara Axel.


"Jika ini benar, maka kalian akan dapat dua cucu, kau lihat ini ada dua kantung"


"Hey.. kita punya dua cucu.." dan selanjutnya Leon hanya mendengar Axel dan Jonathan tertawa bahagia.


"Ini baru kemungkinan Tuan"

__ADS_1


"Tidak masalah kita akan memeriksa lagi bulan depan"


Lalu vidio mati, Leon memutar sekali lagi, takut- takut dia salah lihat atau dengar, tapi setelah dia memutar ketiga kalinya Leon masih tidak percaya, hanya saja dia merasakan air matanya mengalir di kedua pipinya.


Setelah beberapa kali putaran barulah Leon bergumam "Aku punya anak kembar.." matanya berkedip beberapa karena merasa perih akibat tak berkedip, seolah dia takut kehilangan moment jika dia berkedip sekali saja.


"Ternyata begini rasanya menjadi seorang ayah, jika begitu aku tidak menyesal menggantikanmu mual dan muntah Honey.." sesaat kamera Jonathan menyorot Angel yang tengah menangis haru.


"Aku ingin memelukmu, dan berbagi kebahagian.. maafkan aku Honey"


.


.


Angel sedang merapikan barang -barang nya yang akan dia bawa ke Apartemennya, dia memutuskan untuk kembali tinggal sendiri.


Baby masih menunggu dengan gelisah "Sayang kamu yakin akan tinggal sendiri, tinggallah disini, setidaknya ada Mom disini dan menjagamu"


"Mom.. aku sudah bilang jika aku harus belajar hidup mandiri, aku akan menjadi seorang Ibu, dan aku tidak bisa terus bergantung pada kalian. Aku juga ingin menjadi Ibu yang baik untuk anak-anak ku kelak." meski belum pasti tapi Angel berharap dia memang punya anak kembar."Dan juga aku harus bisa sendiri"


"Nak, kamu tak perlu menjalani hidup seperti ini, kita bisa memberitahu Leon, mungkin saja.."


"Dia membenciku Mom.." Angel memotong ucapannya.


"Angel,.. bagaimana jika Leon tidak membencimu?"


"Dia pasti akan datang menemuiku, jika dia tak membenciku, tapi dia tak melakukan itu" ada raut kekecewaan di mata Angel, dia bahkan berfikir bahwa Leon tidak sungguh- sungguh mencintainya.


Baby tercengang "Saat aku pingsan aku.. aku melihat Leon, aku mendengar suaranya, aku kira itu benar- benar dia.. tapi kalian bilang Daddy Jo yang ada disana"


"Ternyata aku cuma bermimpi, mungkin karena aku begitu merindukannya" Angel menunduk sedih, mengapa saat dirinya merasakan cinta, tapi dia harus mengalami ini.


Baby menahan nafasnya, ternyata bukan Leon penyebab Angel histeris, tapi justru Leon yang menenangkan Angel "Nak.."


"Tidak apa Mom, Mom bisa membesarkan aku sendiri, aku juga bisa membesarkan anak-anakku sendiri.." Angel tersenyum, tangannya mengelus lembut perutnya yang masih rata.


Dia harus kuat demi anak- anaknya.


Baby menggeleng, tidak jangan sampai itu terjadi pada Angel, jangan sampai ada Angel- Angel lainnya yang tak merasakan kasih sayang ayahnya.


Dia tahu bagaimana sakitnya, membesarkan anak sendirian, dia juga harus berpura-pura baik di depan anaknya hanya demi melihat anaknya bahagia..


Tidak boleh..


'Tuhan jangan biarkan apa yang terjadi padaku terjadi pula pada Anak ku'


🌹🌹🌹🌹


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote..


__ADS_2