Wanita Malam

Wanita Malam
Jangan Sakiti Dia (2)


__ADS_3

Acara pertunangan akan segera dimulai, sepasang cincin indah sudah terlihat dan di hias begitu menawan, semua tamu bahkan memandang kagum pada kedua mempelai, Sang Wanita terlihat anggun dan cantik dan Sang Pria terlihat gagah dan tampan, namun hanya satu perbedaan dari sepasang mempelai tersebut, Sang Pria terus menunjukkan wajah dingin, sangat kontras dengan sang Wanita yang terus tersenyum, begitu menampakkan kebahagiaan.


Emily sudah memegang cincinnya yang akan di sematkan di jari Leon, saat tiba-tiba pintu aula terbuka menampakan seorang pria paruh baya yang berjalan gagah di ikuti beberapa pria berjas dibelakangnya, sang Asisten di belakangnya dengan canggung memegang sebuah tab yang terhubung dengan earphone yang terpasang di telinga Jonathan, bagaimana pun dia sedang melihat wajah musuh bebuyutan Tuannya, Axel Alonzo. mereka sedang melakukan panggilan vidio dia belum mengerti ada apa, begitu Tuannya datang dia harus mempersiapkan semuanya termasuk semua Bodyguard yang mengikutinya.


Jonathan mengibaskan jasnya lalu menaikan kacamatanya, terdengar decakan di telinganya di susul cibiran.


"Cih, sok keren.."


"Diamlah sialan aku akan segera beraksi"


Tanpa tendeng aling Jonathan meraih kemeja Leon dan memberikan pukulan.


Bugh..


Disusul teriakan para tamu yang menyingkir dan menjauh.


Leon tidak siap dengan semua ini pun merasa terkejut, Daddy Leon akan menghampiri dan menyelematkan Leon yang terus di hajar Jonathan, namun para Bodyguard menghalangi dan melindungi Jonathan yang sedang menghajar Leon "Tuan Michael, apa yang kau lakukan?" Daddy Leon tak mengerti mengapa Jonathan datang dan tiba-tiba menghajar Leon.


Emily berteriak histeris melihat calon tunangannya di hajar tanpa henti.


Jonathan kembali meremas kerah kemeja Leon dan mengangkatnya "Sialan, setelah merusak putri ku kau akan bertunangan!"


Bugh..


Leon di hempaskan kembali ke lantai.


Leon terbatuk dadanya terasa sakit namun dia harus bicara, dan menepis tangan Jonathan "Ada apa ini, aku merasa tak melakukan kesalahan.." Leon tak terima dia merasa tak melakukan kesalahan pada Jonathan.


"Kau merasa tak melakukan kesalahan..? cih.. setelah menodai putriku kau bilang kau tak melakukan kesalahan!" teriaknya, Leon menghindar saat Jonathan akan kembali memukulnya.

__ADS_1


Leon tak bisa tak tertawa "Aku bahkan baru tahu kau memiliki putri tuan Michael!, apa kau sedang bermimpi"


Jonathan menunduk, menyembunyikan sakitnya ya, sebagian besar ini memang salahnya bahkan dia juga tak tahu bahwa sesungguhnya dia punya seorang putri.


Suasana Aula tampak hening mereka begitu khusuk untuk mengetahui ada apa ini?.


"Aku akan melaporkan mu telah membuat kekacauan di pertunangan anakku, tuan Michael.." sergah Daddy Leon, dia melihat Leon babak belur tapi tak bisa mendekat karena Bodyguard Jonathan menghalanginya.


"Silahkan, maka aku akan melaporkan putramu karena sudah menodai putriku!"


"Putri, Putri aku tak mengenal putrimu!! Sial" Leon lelah ia ingin segera menyelesaikan semua drama ini, persetan dengan pertunangan semuanya tak berarti baginya.


"Angel adalah putriku breng sek!"


Bugh..


Jonathan kembali memberikan pukulan pada Leon.


Bukankah Angel memanfaatkannya untuk membalas Jonathan lalu, bagaimana bisa dia membalas pada Ayahnya sendiri.


"Kau bercanda?"


"Anggap saja begitu, dan anggap juga aku sedang main-main, karena kau.. dia nyaris mati, brengsek!" Leon limbung, Angel? "Mau tahu rasanya mengiris pergelangan tanganmu sendiri?" Leon mendongak melihat Jonathan jelas sekali raut kemarahan, dan penyesalan. Apa maksudnya? apa Angel berusaha bunuh diri?. Fikirannya terus berkecamuk, tiba-tiba dia teringat bayangan saat Angel loncat dari tebing.. Astaga!!


Para penjaga datang rupanya Daddy Leon sudah memanggil anak buahnya, mereka mulai menyerang Bodyguard Jonathan,namun Jonathan bergeming dan masih mencengkram leher Leon.


Dalam sekejap Bodyguard Jonathan sudah menumbangkan anak buah Daddy Leon, kini aula yang indah sudah berantakan.


"Apa yang terjadi pada Angel?" tanya nya lirih.

__ADS_1


"Kau fikir apa yang akan terjadi jika seorang yang kau cintai, menyakiti hatimu?" Leon tertegun.. dia masih mencerna kata kata Jonathan tentang 'Orang yang kau sukai' namun Jonathan kembali menghajarnya.


mulut dan hidung Leon sudah mengeluarkan darah tapi kali ini dia hanya diam, dan membiarkannya dia hanya terus bergumam dalam hati, dia mencintainya.. Angel mencintainya.. Angel mencintaiku.


Terdengar suara Baby bicara di telinganya, dan Jonathan berhenti, lalu dia kembali mendengar suara Axel.


"Kau dengar itu Jo, hajar lebih keras lagi! dia bahkan mematahkan hati putriku..." Bagaimana mungkin Angel merasa dirinya tak pantas dan tak berharga.


Jonathan hendak melakukan pukulan lagi namun kali ini terdengar suara Angel.


"Daddy.. hentikan, ku mohon.." lirihnya.


Jonathan mendorong Leon menjauh "Akh.. sial! Anggap kau selamat karena putriku!" Bugh.. Leon terkapar dengan nafas tersengal, tubuhnya remuk redam.


Jonathan berbalik dan Leon masih bisa mendengar ucapan Leon "Baiklah, nak.. Daddy akan kembali.." Leon sudah babak belur namun dia bisa melihat Jonathan mengusap sudut matanya, lalu melanjutkan langkahnya.


.


.


.


Like..


komen..


vote..


Jangan minta Up lagi, ini udah dua.. aku mau melipir dulu ke sebelah.. silahkan lanjutkan menghajar Leonnya emak-emak sekalian🤣

__ADS_1


Minum kopi pagi-pagi.. yuk biar melek 😅


☕☕☕


__ADS_2