Wanita Malam

Wanita Malam
Memulai


__ADS_3

"Kamu boleh pergi, tapi tidak selamanya, karna kamu hanya milikku Baby" Bisiknya, lalu mencium kening Baby.


Baby membuka matanya setelah mendengar pintu tertutup lalu menyandarkan dirinya di kepala ranjang, ada apa dengan Axel, jelas jelas dia tak membalas cintanya, namun mengapa membisikan kata kata itu, Baby tak ingin terjebak selamanya, mungkin ia mencintai Axel, namun untuk hidup terus seperti ini Baby tak mau,Axel tak mencintainya, Axel hanya berambisi padanya.


Milikku..


Hanya itu yang Axel katakan seolah dirinya hanya barang tak bernyawa.


Baby turun dari ranjang bergegas untuk membersihkan diri, semalam ia dan Axel tidur bersama... hanya tidur, tak ada lagi pembicaraan setelah bicara dengan penuh emosi Axel seperti memberikannya waktu untuk bernafas,Baby hanya mendengar Axel berkata "Maaf, sudah mengataimu ja-lang, aku tidak bermaksud" Axel memeluknya dari belakang, saat Baby ingin berbalik Axel mencegahnya "Tidurlah, sudah malam" lalu Baby terlelap dengan rasa nyaman yang di berikan Axel,meski hatinya bertanya tanya 'Maaf?' kata keramat yang tak pernah diucapkan Axel.


Axel memeluk Baby erat hingga ia ikut terlelap, dan pagi pagi sekali Axel pergi, meninggalkan Baby dengan kecupan di dahi.


Setelah selesai dengan mandinya Baby meraih ponselnya di atas nakas lalu menghubungi Alfredo..


"Al.."


"Kau sudah fikirkan, kapan mau pergi..?" Alfredo menembaknya langsung dengan pertanyaan bodohnya.


"Cih, kau ini.." Baby mencebik "Jemput aku satu jam lagi!"


Tanpa menunggu Alfredo menjawab Baby mematikan ponselnya, Baby memasukan pakaiannya ke dalam kopernya tak banyak Baby hanya membawa pakaiannya saja, sebagian besar pakaian disana sudah tersedia sewaktu Baby datang , maka Baby hanya membawa miliknya saja.


Setelah menutup kopernya Baby membuka dompetnya berniat menyimpannya kartu kartu yang Axel berikan di atas nakas,yang Baby yakin isinya masih banyak, Baby hanya mengunakannya beberapa kali saja, terakhir kemarin saat pergi makan siang bersama Angel, Angel yang melihat alat lukis dengan berbinar membuatnya tak tega dan langsung membelikannya,tangan Baby yang masih memegang tiga kartu dengan warna berbeda itu terhenti saat melihat ponselnya berdering.


Itu Axel..


"Hallo.."


"Kamu sudah akan pergi?"


"Hmm.." Apa Axel akan mengucapkan selamat tinggal.


"Jangan berniat untuk tidak membawa kartumu Baby" tangan Baby yang memegang kartu mengambang di udara.


"?"


"Aku mengizinkanmu pergi sementara bukan selamanya,anggap saja kalian sedang berlibur.." Apa? Axel apa mau mu sebenarnya?


"Dengar kamu boleh pergi dengan pria jelek itu tapi dia tidak boleh menyentuhmu sembarangan..jarak antara kalian jangan kurang dari dua meter, dan bilang pada Angel untuk menyelesaikan lukisan kita, saat aku menjemput kalian harus sudah selesai.. mengerti!"


Baby mengerjap beberapa kali Axel bicara panjang sekali..


"Axel aku akan pergi.."


"Ya, kalian akan berlibur,aku tau.."


"Axel jangan pura pura bodoh, kau sudah mengizinkan aku pergi, apanya yang berlibur.." Baby meremas ponselnya, untuk meredam kekesalannya.

__ADS_1


"Tentu saja aku izinkan buktinya aku tidak mencegahmu, tapi Baby seperti kataku- tidak selamanya.."


"Axel..?"


"Nikmati liburan kalian, sayang.."


Tut..


Axel mematikan telponnya tanpa mendengarkan Baby lagi,,


Baby meremas rambutnya frustasi, ya sudah yang penting dia dan Angel pergi dulu, tinggal sembunyi yang jauh agar Axel tak menemukannya.


Baby menaruh kartu kartu Axel di atas nakas, siapa peduli!


.


.


.


Dikantornya Axel mengulum senyumnya, ia melihat dari cctv di laptopnya "Dasar pembangkang" saat Axel melihat Baby menyimpan kartu Atm nya di atas nakas, Axel menyandarkan kepalanya di sandaran kursi tangannya di tumpu menjadi bantalan mulutnya tersenyum tanpa henti, mengingat Baby mengatakan bahwa dia mencintainya, awalnya Axel kaget tapi sekarang hatinya berbunga bunga, Baby mencintainya.. dan setelah mengetahui perasaan Baby, Axel lebih semangat untuk segera bersama Baby lagi, ah belum pergi saja ia sudah merindukan Baby lagi.


Axel akan biarkan Baby pergi sekarang tapi tak akan melepaskan sepenuhnya Axel sudah menyiapkan pengawalan agar wanitanya itu tidak hilang dari pandangannya, ya, seperti katanya anggap saja liburan.


.


.


.


"Kenapa kopernya ada dua?" Angel menggendong tas ranselnya hanya mengedikan bahu.


"Ini koper saya nyonya" pengasuh Angel memberi suara.


"Apa? tidak, tidak, kamu tak boleh ikut, aku tak bisa menggaji mu, lagi pula aku akan pergi dari sini.."


"Maaf nona tapi saya diminta tuan untuk ikut, dan tuan berkata kita akan liburan" Baby membelalakan matanya..


"AXEL.."


.


.


.


.

__ADS_1


Jhordi mendatangi perusahaan dengan murka, ia geram dengan anak sulungnya, perusahaannya yang ia dapat dengan keringat dan darah terancam di akuisisi oleh Axel.


Bodohnya semua saham keluarga Michael, Jonathan jaminkan pada Axel, sialan anak itu,dasar anak tak tau diri, Jhordi memberikan sebagian besar pada Jonathan karna selama ini anaknya bisa bekerja dengan baik, dimasa tuanya ia ingin hanya tinggal menikmati hasilnya, namun entah dari mana tiba tiba Jonathan jadi bodoh.


Jonathan sedang sibuk dengan beberapa berkas diruangannya dan terkejut mendapati ayahnya datang bahkan tanpa mengetuk pintu.


"Papa?" Jonathan pun segera bangkit dan menyambut Papanya yang datang jauh jauh untuk mengunjunginya, namun saat Jonathan akan memeluk sang ayah, Jonathan merasakan rahangnya kebas akibat tamparan kuat dari Jhorgi, tidak hanya sekali Jordhi melakukannya berkali kali hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah, dengan pipi bengkak.


"Anak sialan, bodoh..!" teriaknya.


Jonathan tak mengerti ada apa dengan ayahnya datang tiba tiba dan menghajarnya "Papa apa salahku. ?"


"Apa salahmu, salahmu sangat besar, aku memang memberikan semua sahamku padamu tapi bukan berarti kau bisa bertindak bodoh, sesukamu dengan menjadikannya jaminan, kau pikir dengan apa kau menebusnya.."


Jonathan menghela nafasnya "Papa aku melakukannya karna kesalahan ada pada kita,dan Axel juga mengalami kerugian besar dan aku memberikannya bukan pada orang lain tapi pada menantu kesayangan papa, dia tidak akan berani menusuk mertuanya dari belakang bukan.." Jonathan merasa terhina hatinya sakit selama ini ia bekerja bak sapi perah, dan hasilnya dinikmati oleh Ayahnya, dan karna kesalahan kecilnya dia disalahkan begitu saja, Jonathan bekerja siang dan malam, hingga merasa kewarasannya akan hilang karena ayahnya yang tak ingin kembali miskin terus menekannya,


"Jangan sampai kita jatuh miskin, bekerjalah lebih keras kau harus ingat uang adalah segalanya, tanpa uang wanita pun akan pergi meninggalkan kita"


Ya sejak ibunya pergi meninggalkan mereka ayahnya gila kerja, bahkan menghalalkan segala cara untuk mencapai semuanya termasuk membunuh saingannya,dan menggunakan cara licik untuk menambah pundi uang mereka, saat Jonathan sudah dewasa ia di tuntut untuk meneruskan usaha ayahnya hingga tubuhnya serasa diperas dan nyaris gila,penuh tekanan dan ancaman, hingga dia menemukan cara melampiaskan semua agar otaknya tetap waras, ia selalu membeli wanita wanita perawan untuk ia nikmati, mendengar mereka menjerit sakit membuatnya puas, tak jarang Jonathan memukul dan menghajar para gadis itu agar amarahnya tersalurkan.. karna semua yang dia derita akibat dari perempuan, perempuan yang tega meninggalkan anaknya demi lelaki kaya, ibunya sendiri..


Jonathan menganggap semua perempuan sama saja sampah, kecuali adiknya.


Bahkan tak jarang istrinya menjadi amukannya saat ia butuh pelampiasan, namun istrinya tetap diam dan mengikutinya, karna Jonathan juga bisa bersikap lembut jika moodnya sedang baik, mungkin itu yang disebut cinta buta, istrinya mengabaikan keburukannya karna rasa cintanya terhadap Jonathan yang begitu besar.


"Kau bilang dia tak berani? kau tak tau apa yang sedang dia rencanakan.. dia akan mengadakan rapat direksi hari ini dengan agenda pemecatanmu.. dan mengambil alih perusahaan kita"


.


.


.


.


Like..


komen..


vote..


maafkan jika ada typo🙏


Yang belum tau, silahkan mampir ke novelku yang lain ada


Aku bukan/hanya bayangan (end)


Melodi cinta Nayla(end)

__ADS_1


Ex bastard (end)


Semoga suka😘


__ADS_2