
Pintu lift sudah di buka oleh petugas perbaikan,ternyata benar lift mengalami gangguan, dan sedikit kerusakan pada mesin.
Angel masih menormalkan nafasnya dia terduduk di kursi loby, terlihat pria yang tadi satu lift dengan Angel seperti sedang memarahi Manager Hotel, sepertinya dia kecewa akan fasilitas hotel yang buruk, bagaimana bisa ada gangguan di lift, apa mereka tak memeriksa secara berkala, bagaimana jika terjadi kecelakaan, bagaimana jika lift jatuh tak terkendali hingga ke dasar, biarlah dia marah, setidaknya orang itu mewakili Angel, dia juga sungguh kecewa, Hotel yang mereka tempati adalah salah satu hotel mewah di kota tersebut, gangguan seperti itu sungguh membuatnya kecewa, meskipun kesalahan seperti ini kadang terjadi di tempat tempat lain nya juga.
Angel menutup mata lalu menarik nafasnya pelan "Kau perlu ke rumah sakit?" Angel membuka matanya dan melihat pria itu sudah berjongkok di depan Angel.
Angel menggeleng "Tidak, terimakasih, aku hanya terkejut saja"
"Humm, jika ada sesuatu terjadi aku akan menanggung semua kerugianmu.." melihat Angel yang tadi ketakutan pria itu takut Angel akan kena mental, dan tertekan, apalagi saat melihat Angel menjerit dan melihat tatapan rapuh dari Angel.
Angel mengeryit, kenapa jadi orang ini yang bertanggung jawab, Angel melihat kearah para pekerja dan kepada Manager Hotel yang tadi di marahi oleh pria ini masih berdiri ditempatnya bahkan menunduk takut, pantas sejak tadi dia tak mendengar perdebatan malah pria ini yang sejak tadi memaki, karena cara kerja Hotel yang berantakan, yang benar saja, mereka terkurung hampir satu jam, Angel melihat lagi ke pria di depannya yang masih berjongkok di depannya, Angel melihat stelan jas yang dipakai oleh pria itu, bukan pakaian sembarangan, Angel bahkan tau harganya mencapai jutaan "Kau pemilik Hotel ini?"
"Ya, namaku Leon" Angel tersenyum kecut, Leon mengulurkan tangannya, Angel menerima uluran tangan Leon lalu berkata "Angel.."
"Jika kau tidak keberatan aku akan membawamu ke dokter untuk.."
"Tidak, aku baik baik saja" Angel memotong ucapan Leon dan lekas bangun "Terimakasih, dan maaf sudah merepotkanmu tadi"
"Kau akan pergi? aku bisa mengantarmu, untuk permintaan maaf atas buruknya fasilitas Hotel kami".
__ADS_1
Angel kembali menggeleng lalu tersenyum "Tidak, aku sudah memesan taksi.. sekali lagi terimakasih" Angel mengangguk lalu keluar Hotel untuk menaiki taksi yang sudah sejak tadi menunggunya, mungkin supir taksi akan marah karena menunggunya lama.
Leon masih memandang taksi yang Angel tumpangi hingga hilang di ujung jalan, lalu menoleh pada seorang pria yang baru datang dengan terpogoh pogoh "Tuan, anda baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja.." Leon berjalan kearah mobilnya yang dibawa oleh asistennya yang baru saja datang. "Jef,cari tahu tentang wanita itu!" Leon membuka pintu dan masuk kedalam mobil, mengemudikannya dengan kecepatan penuh, ia sudah terlambat untuk pertemuan bisnis, semoga saja orang itu masih menunggunya.
Angel berjalan dengan luwes kearah bar dan duduk di depan bartender dan memesan minuman, Angel benci gelap atau pun cahaya remang remang seperti klab malam, itu menyiksa mentalnya tapi dia berusaha mengenyahkan takutnya, dan dia selalu berhasil setelah menelan pil pereda paniknya, tadi saat di dalam lift dia harusnya segera menelan pil itu, tapi keadaan tak terduga yang membuat Angel tak siap sama sekali hingga serangan panik itu datang.
Namun sekarang dia sudah menelannya sejak naik taksi di perjalanan, jadi meski sedikit gemetar dia bisa menahan nya.
Disebelah Angel seorang pria duduk dengan topi hitam dan outfit serba hitam, mulai dari jaket, celana bahkan kaus di dalamnya.. hitam.
"Ini alamatnya" pria itu menyodorkan secarik kertas pada Angel, sekilas mereka terlihat seperti orang yang tidak saling mengenal, karena mereka tak kentara.. dan hanya melihat ke arah bartender yang sedang meracik minuman, namun ternyata dia adalah teman yang ia bicarakan pada Bertha tadi, teman? tidak juga, itu hanya alasan agar Bertha tak mengikutinya, dia detektif yang Angel sewa untuk mencari tahu segala hal tentang Jonathan.
"Bukankah sudah kubilang dia ada pertemuan bisnis malam ini, dia ada di arah jam tiga."
Angel memutar kursinya lalu mengedarkan pandangannya benar pria itu ada di sana bersama beberapa pria berjas, Jonathan menuang minuman dan memberikannya pada salah satu pria di depannya, Angel tak bisa melihat siapa yang di beri minuman oleh Jonathan,pria berjas itu memunggunginya "Jonathan Michael" Angel meremas kertas kecil yang di dapatnya dari detektif itu, Angel merasa geram pada dirinya, ia ingin marah dan meledak namun di sudut hatinya ada titik yang tak bisa Angel mengerti seperti setitik cahaya di kegelapan, Angel ingin menyangkal bahwa pria itu adalah ayah biologisnya, namun seberapa keras ia menghindar tetap saja tak bisa membuang separuh darah yang mengalir di tubuhnya,, dia.. pria itu, yang duduk dengan arogan seakan penuh kekuasaan, adalah ayahnya.
Angel bangkit berdiri, ia kira semuanya akan mudah, dia akan datang untuk menghancurkan dan memporak porandakan kebahagiaan pria itu, lalu setelah hancur ia akan pergi meninggalkannya dengan bahagia, namun ternyata baru satu kali ia melihat saja ada sesuatu yang menahannya untuk melakukan hal itu, sisi malaikatnya berkata
__ADS_1
'Tidak Angel! seperti apapun dia, dia tetap ayahmu'
"Beri tahu aku siapa yang dia temui malam ini.." katanya, dan di angguki oleh detektif di sebelahnya.
Angel keluar dari Klab malam untuk kembali ke hotel, kepalanya sekarang pening, mungkin akibat jetlag juga trauma nya yang datang saat ia menaiki lift, sebelum masuk kedalam taksi ia mengirim pesan pada Bertha untuk menjemputnya di loby, Angel takut hal buruk tadi terjadi kembali.
🌹🌹🌹
Leon baru saja masuk dan segera menghampiri rekan bisnis yang akan di temuinya, dia memacu mobilnya seperti kesetanan hingga perjalanan yang biasa memakan waktu 30 menit, hanya butuh waktu lima belas menit saja, Leon melihat kearah sofa di sudut ruangan, padahal Leon sudah memesan ruang VIP di lantai tiga untuk mereka agar lebih privat, tapi dia bersih keras ingin di bawah, katanya keramaian membuatnya senang.
Leon baru saja menandatangani perjanjian kerjasama dengannya, dan dia bilang dia akan merayakan untuk kesepakatan yang baru saja terjalin antar perusahaan, dengan mengajaknya minum di salah satu klab ternama.
"Maafkan saya tuan Michael saya terlambat, ada sedikit insiden.." Leon duduk setelah berjabat tangan dengan Jonathan Michael.
"Tak masalah tuan McKenzie, jangan terlalu formal kita sedang tidak bekerja, jadi kita nikmati saja" Jonathan menuang minuman dan menyodorkan minuman tersebut ke arah Leon, dan disambut dengan anggukan oleh Leon lalu segera menyesap minumannya.
🌹🌹🌹🌹
komen..
__ADS_1
komen..
komen..