
dengan banyak pertimbangan akhirnya reza menyetujui permintaan dina
anggap saja ini adalah balasan atas rasa sakit hati reza kepada aleshia yang sudah berani bermain gila di belakangnya
jika ingin menuntaskan hasratnya toh ada dina yang suka rela memberikan tubuhnya untuk reza kapanpun dan dimanapun
reza sudah bertekad akan membuat pernikahannya dengan aleshia seperti di neraka
tidak akan ada nafkah lahir dan batin, tidak ada tidur dalam satu ranjang dan tidak akan ada perlakuan manis lagi dari reza untuk aleshia seperti saat mereka berpacaran ini terlalu sakit bagi reza bahkan dunia reza seakan runtuh saat tahu kenyataan tentang aleshia yang tak pernah reza duga sebelumnya meskipun reza sama sekali tidak tahu apakah semua bukti yang di bawa oleh dina itu asli atau hanya editan semata rasa kecewanya sudah membutakan mata hatinya untuk melihat kebenaran yang sesungguhnya padahal jika memang reza tulus mencintai aleshia dia tidak akan percaya begitu saja dengan bukti yang sudah dina berikan padanya seharusnya reza mencari tahu terlebih dahulu tentang keaslian foto itu tapi mungkin reza terlalu bo doh untuk melakukan hal itu
karena sudah tergiur dengan semua iming-iming yang sudah di janjikan oleh dina reza seakan lupa bahwa hari ini adalah hari pernikahannya dengan aleshia, reza bahkan bersikap cuek kepada aleshia saat kembali lagi ke pelaminan tentu saja membuat aleshia bingung dengan sikap reza yang tiba-tiba saja berubah
dan setelah hari pernikahan itu terjadi hari-hari aleshia seperti berada dalam neraka tak tanggung-tanggung reza memperlakukan aleshia seperti pembantu saja bahkan reza sudah tidak ragu lagi membawa dina ke rumahnya untuk bercumbu di kamar utama yang seharusnya di tempati oleh pasangan pengantin baru itu
sampai pada akhirnya kata talak itu terucap saat pernikahan mereka baru berjalan delapan bulan saja dan reza menceraikan aleshia tepat di malam ulang tahun aleshia
flashback off
*
*
*
"le lo bilang sama ayah bunda kalau lo ada kerjaan di luar kota bareng gue?" tanya jemmy
saat mereka berada dalam mobil.menuju rumah orang tua aleshia
"hooh" jawab aleshia
"kebiasaan lo gak ngomong dulu sama gue jadi kikuk kan gue di interogasi bokap gue"
"gausah lebay"
"lebay pala lo"
"jem temenin gue ngomong sama bunda ya, gue takut kalau ngomong sendiri"
__ADS_1
"iye"
aleshia dan jemmy sampai di rumah bunda lena dan ayah adjri, sebenarnya aleshia masih belum siap untuk memberi tahu semuanya kepada sang ayah namun di biarkan berlarut-larut juga pasti akan menimbulkan kecurigaan untuk ayah adjri
dengan berat hati aleshia harus menyampaikan kabar bahwa aska saat ini sedang berada dalam taha nan dan minggu depan akan sidang
"ayah sehat?" sapa aleshia saat masuk ke dalm rumah dan mencium punggung tangan ayah adjri
"ayah sehat kamu kenapa jarang pulang ke rumah? rumah ini sepi nak ayah rindu kamu sama abang kamu yang sudah hampir dua minggu tidak pulang ke rumah" sahut ayah adjri
"maaf ayah, kemarin-kemarin ayah sibuk kerja bareng jemmy" ucap aleshia melirik jemmy yang berdiri di sampingnya
"iya ayah maaf karena jemmy ale jadi jarang pulang ke rumah" seru jemmy merasa tak enak hati
"iya ayah mengerti, kalian sudah makan? bunda masak soto kikil kesukaan kamu nak"
"wah... enak tuh ale samperin bunda dulu yah... jem lo temenin ayah bentar"
"hhmm"
aleshia berjalan menuju dapur dan langsung memeluk bunda lena yang sedang melamun di meja makan
aleshia terisak di bahu sang bunda membuat sang bunda sedikit kaget dan ikut merasa sedih
"bunda" lirih aleshia
"jangan nangis" bunda mengelus kepala aleshia penuh kasih sayang
"maaf ale baru bisa pulang hari ini, bunda sehat?" tanya aleshia
"sehat nak, kamu sama siapa kesini?"
"sama jemmy bun lagi ngobrol sama ayah di depan"
"ajak makan dulu gih, bunda masak soto kikil kesukaan kamu dan abang kamu" ucap bunda lena sendu
"bun" aleshia menggenggam erat tangan bunda lena
__ADS_1
"ibu rindu kebersamaan kita nak, kapan kita akan kembali seperti dulu, kamu udah jarang pulang ke rumah ibu kesepian sayang" bunda lena terisak
"setelah kerjaan ale selesai ale janji akan stay di rumah gak akan kemana-mana lagi"
"janji sama bunda?"
"janji bun"
aleshia, jemmy, bunda lena dan ayah adjri begitu lahap menikmati menu makan siang yang di masak oleh bunda lena terutama aleshia dan jemmy yang sampai nambah beberapa kali entah karena lapar atau memamg doyan
"masakan tante enak banget, kenapa gak buka restoran aja tan" seru jemmy dengan mulutnya yang sibuk mengunyah
"dapet modal darimana jem buat buka restoran lagipula tante sudah siapa yang akan bantu punya usaha catering aja udah tante batasin, capek"
hati aleshia mencelos mendengar ucapan sang bunda betapa tidak tahu dirinya aleshia membiarkan sang bunda yang sudah tak lagi muda masih mengais rezeki meskipum memasak adalah hobi bunda lena tapi tatap saja jika manerima pesanan catering membuat tubuh bunda kena kelelahan
"tenang aja tan jemmy ada dana talangan kok buat bikinin tante usaha resto" ucap jemmy membuyarkan lamunan aleshia
"wah kalau kamu terus-terusan bantu keluarga tante bisa ngamuk nanti mama kamu disini jem" sahut bunda lena terkekeh
"tante, om maafin mama sama papa ya kalau suka ngomong ceplas ceplos sama tante dan om jangan di masukin ke hati, mama sama papa lagi khilaf sekarang nanti biar jemmy ajak balik lagi ke jalan yang benar" ucap jemmy
"gak apa-apa jem sekarang kan mama sama papa kamu sudah jadi orang penting, beda kasta sama kita ya yah" sindir bunda lrna membuat jemmy makin tak enak hati
"tante jangan gitu dong ngomongnya jemmy sedih tahu"
"becanda jem, ayo abisin makanannya" bunda mengacak-acak rambut jemmy gemas
"bun nanti kalau kerjaan ale udah selesai ale mau berhenti aja mau bantuin bunda kelola catering biar bunda gak capek-capek lagi" ucap aleshia sedikit bergetar menahan tangisnya
"jangan sayang cita-cita kamu waktu kecilkan pengen kerja kantoran" sahut bunda lena
"emang bener cita-cita lo cuman mau jadi kerja kantoran doang le?" tanya jemmy
"hooh" jawab aleshia
"cetek banget cita-cita lo" ledek jemmy terkikik
__ADS_1
"menurut lo gue harus punya cita-cita jadi ceo kayak lo gitu, sadar diri kali gue jem"
"sudah-sudah jangan bercanda terus habiskan makam kalian setelah ini ayah tunggu di ruang keluarga" sergah ayah adjri