
Angel menegakkan dirinya dan menggengam kartu akses yang diberikan Leon, dengan segera Angel melangkah menuju kamar pribadi Leon.
Angel seperti sedang berjalan diatas serpihan beling seluruh langkanya terasa perih, dia baru menyadari bahwa dia telah jatuh cinta, namun dia harus melepaskan..
Apakah jika Angel meminta maaf, Leon akan memaafkannya?
Ataukah Leon akan membencinya?
Angel kembali teringat teriakan murka Leon pada Asistennya, apakah dia juga akan berteriak padanya, Angel pasrah, jika itu bisa membuat Leon memaafkan nya maka dia akan diam meski diteriaki oleh pria itu.
Angel mengangkat kartu hingga sejajar dengan sensor di pintu dalam hitungan detik pintu terbuka.
Angel melihat ruang tamu sepi tak ada Leon disana, lalu dia melangkahkan kakinya masuk lebih dalam, hingga dia bisa mendengar sebuah suara di kamar Leon.
Angel menelan ludahnya kasar dia berharap apa yang dia dengar salah dan itu hanya halusinasinya saja.
Namun semakin mendekat Angel semakin mendengar dengan jelas. Seluruh persendian Angel terasa bergetar dan ketakutan, kali ini bukan takut akan masa lalu, namun Angel takut akan apa yang dia hadapi di depannya kini.
"Ah.. Leon.. kau menakjubkan.. aku mencintaimu..ah" Angel mengeratkan genggaman tangannya saat samar-samar terdengar desa han seorang wanita.
"Ah.. Leon.." Angel memejamkan matanya lalu memberanikan diri membuka pintu..
Degh..
Angel mendadak limbung,melihat apa yang sedang terjadi di depannya Leon sedang memacu dirinya diatas seorang wanita yang terus meneriaki namanya..
"Oh..ah.. Leon.." wanita itu bahkan terlihat kewalahan, mengimbangi kekuatan besar Leon.
Angel merasakan air mata di kedua matanya berderai begitu saja "Leon .." gumamnya.
Leon terhenti sesaat, dan melihat kearah Angel, lalu melanjutkan aksinya menaik turunkan tubuhnya diatas wanita itu tapi dengan mata yang mengunci mata Angel.
Leon melihat Angel menangis, cih.. apa itu juga air mata kebohongan.. seketika na fsu Leon berhenti dan hilang begitu saja "Sh it.." umpatnya lalu menarik diri, wanita yang berada di bawahnya seketika merasa kehilangan.
"Leon..?"
"Pergilah.." Wanita itu tercengang lalu matanya melihat Angel kemudian mencibir.
__ADS_1
"Apa dia ja lang mu?"
"Pergi, Emily!"
"Kenapa Leon, aku tunanganmu kenapa aku yang harus pergi!" Angel tercengang dan matanya melihat Leon yang masih tak melihat kearahnya, tunangan?.
"Ku bilang pergi Emily, atau aku akan membunuhmu!" Emily meneguk ludahnya kasar lalu bangkit berdiri dan memunguti pakaiannya, Emily mendengus bahkan menyenggol bahu Angel dan keluar dari kamar,sial dia dibuang begitu saja, saat dia datang dengan cepat Leon menariknya dan melucutinya lalu membawanya keatas ranjang, lalu sekarang Leon mengusirnya bahkan sebelum permainan mereka usai,Emily tak terima dia merasa terhina.
Setelah terdengar pintu tertutup menandakan Emily sudah pergi barulah Leon berbalik kearah Angel, tatapan tajam ia layangkan kearah Angel, lalu dengan tenang Leon duduk di tepi ranjang tanpa rasa canggung akan tubuhnya yang telan jang dan masih berbalut keringat akibat percintaannya dengan Emily.
Angel membuang wajahnya, apa dia bilang, dia mencintainya lalu sekarang dengan tak tahu malu dia bersetubuh dengan wanita lain bahkan belum satu jam Leon menyalahkannya karena memanfaatkan dirinya.. Angel tertawa sumbang, tunangan?.
"Aku datang untuk meminta maaf, maafkan aku atas semua kesalahanku.." Angel menyimpan kartu akses kamar Leon diatas nakas "Dan aku akan mengganti semua kerugian perusahaan mu, Asistenku akan mengurusnya" Leon meremas tangannya, rahangnya seketika mengeras, sudah dia bilang uang tak berarti baginya.
"Kau sedang meledekku Nona.." tatapan Leon semakin tajam.
"Aku rasa anda juga tak terlalu dirugikan Tuan Leon, jika itu tentang cinta seperti kata anda, anda punya seorang tunangan yang akan dengan mudah menghilangkanku dari ingatanmu begitu bukan!" Angel berbalik akan pergi, namun suara Leon menghentikannya.
"Kau akan pergi begitu saja?" Leon bangkit dan melangkah untuk menghadang Angel, Angel merasakan seluruh tubuhnya memanas seolah tatapan Leon membakarnya perlahan. "Kau sudah menghentikan percintaanku dengan wanita itu, dan sekarang kau akan pergi" Leon melangkah mendekat, namun Angel memundurkan langkahnya.
"Melanjutkan percintaan yang kau hancurkan.."
Angel membulatkan matanya, dan dengan seketika rasa panik pun menghampirinya seiring kaki Leon yang terus merangsek kearahnya.
"Apa yang kau lakukan.." Angel menghindari Leon dan berlari kearah pintu, namun tangan Leon mencengkramnya "Leon apa yang kau lakukan, lepas!" Angel sudah bergetar, jantungnya berpacu dengan cepat, apa yang akan Leon lakukan.
Leon menyeret tubuh Angel dan melemparnya keatas ranjang "Kau fikir bisa lari dariku setelah menghancurkanku!"
"Tidak.. Leon!" Angel mundur namun kakinya kembali ditarik oleh Leon.
"Lepaskan aku Leon, Aku mohon.." Angel berderai air mata, kini disekelilingnya seperti dejavu.. "Leon aku mohon jangan!"
Sekeras apapun teriakan Angel, Leon tidak berhenti matanya di tutupi kegelapan, marah.. benci dan cinta bercampur jadi satu.
Dengan cepat tangannya merobek dres Angel, "Ku mohon hentikan Leon..Hiks.."
Geram dengan tangisan Angel, Leon membungkam bibir Angel dengan bibirnya dan seketika meredam tangis Angel yang semakin melirih.
__ADS_1
Leon tak melepaskan bibirnya terus menyecap bibir Angel, yang menjadi candunya, tak ia hiraukan rasa asin dari air mata Angel yang terus mengalir.
Angel mendorong Leon agar menjauh namun Leon mengangkat tangan Angel dan melilitkan dasinya mengikatnya kencang. "Leon berhentilah aku mohon hiks.. hiks..!"
Leon menyingkirkan rambut Angel yang menutupi wajah cantiknya "Kau tahu, aku mencintaimu.. tapi dengan mudah keu memutar semuanya dan bilang tak ada kerugian.."
"Maafkan aku Leon, aku mohon lepaskan aku.. ampuni aku .."
Leon menggeleng "Tenanglah ini yang pertama bukan, maka aku akan melakukannya dengan lembut" Leon mengecup bibir Angel, namun Angel terus menggeleng dan memohon.
Leon tak peduli sebanyak apapun Angel menangis dia tetap melanjutkan aksinya melucuti semua penghalang hingga kini Angel yang polos terpampang dihadapannya.
Leon kembali menenggelamkan dirinya di dada Angel, menjilat dan menggigit disana, terdengar desa han lirih dari mulut Angel dan semakin membuat Leon menggila, Leon tak menyadari tubuh Angel yang bergetar hebat, bergetar ketakutan, dia hanya terus meremas menggigit dan menyesap apa yang ada di hadapannya.
Leon mengangkat kedua kaki Angel dan mensejajarkan dirinya Angel masih meracau, matanya memejam "Kumohon jangan.." namun tetap saja Leon tak berbelas kasihan dengan gerakan lembut Leon mencoba menerobos untuk masuk, namun Leon mengeryit saat tak mendapati penghalang disana.
Leon menatap Angel dengan tatapan datar, dan melanjutkan aksinya, memacu lebih cepat dan tak terkendali, seolah menyalurkan amarah yang menguasainya.
Angel terbaring dengan tak berdaya dia hancur.. karena ambisinya dia menghancurkan dirinya sendiri dan dunia Angel semakin hancur saat perkataan Leon mengalun di telinganya tanpa beban.
"Aku benar- benar bodoh, menganggap mu polos, rupanya kau tak seperti yang ku kira.. Ja lang"
.
.
.
Like..
komen..
vote..
🌹🌹🌹🌹🌹
Baca dengan teliti ya, setelahnya komen👇 dan simpulkan apa yang terjadi pada Angel saat penculikan itu🤧
__ADS_1