
"Aku tidak tau diruangan ini ada kamar dengan ranjang besar" Baby sedang berbaring menyamping dengan Axel di belakangnya dan memeluknya erat,tubuh mereka masih tanpa busana dan hanya di tutupi selimut putih.
Setelah beralih ke kamar Axel menuntaskan hasratnya yang katanya akan menyenangkan Baby, nyatanya itu untuk kesenangan dirinya sendiri, meskipun Baby juga beberapa kali menuju puncak, dan menjeritkan namanya.
"Hmm.."
"Tahu begitu kenapa tadi tidak di kamar saja sejak awal"
"Biar sensasinya juga berbeda sayang" Baby tiba tiba tertegun Axel memanggilnya 'Sayang' sejak tadi Axel juga memanggilnya begitu namun Baby mengira itu hanya ucapan Axel saat dia terbuai akan kenikmatan dan tanpa sadar mengucapkan itu, tapi sekarang Axel sedang dalam keadaan sadar seratus persen.
"Berapa wanita yang pernah tidur disini?" Baby mencoba mengalihkan saat kata 'Sayang' Axel membuat nya salah tingkah.
"Menurutmu?" Axel melepaskan pelukannya dan beralih mengungkung Baby, ia ingin melihat raut Baby saat wanita itu mengatakannya.
"Mana ku tahu, tapi pasti banyak kan? mengingat kau itu memang seorang don juan" wajah Baby terlihat merah, entah karna apa Axel mencoba menelisik apakah ada kecemburuan di dalamnya.
"Apa kau cemburu?" Axel menyeringai.
"Cem..buru itu tidak mungkin"Axel melihat wajah Baby semakin merah, lalu ia tersenyum dalam hati 'Kau cemburu'
__ADS_1
"Sudahlah tuan, minggir aku ingin mandi lagipula aku harus menjemput Angel" Baby berusaha bangkit dan mendorong dada Axel namun Axel masih bergeming.
"Angel sudah di jemput pengasuhnya, lagi pula ini sudah terlambat dari jam pulang Angel" Axel menghela nafasnya tangannya terulur merapikan rambut Baby yang berantakan "Mengenai Angel, apa yang akan kau lakukan jika sampai Jonathan tau dia punya anak dari mu" Baby menegang.
"Tidak jangan sampai dia tau!" Baby sedikit berteriak ia sendiri sampai kaget bisa berbicara sekeras itu. "Aku mohon jangan sampai dia tau..." Baby menurunkan suaranya menangkup tangannya memohon agar Axel melindunginya.
"Tapi Baby, terlepas dari Jonathan si pria berengsek, Angel berhak tau siapa ayahnya..
"Lalu tidak diakui.. tidak aku tidak mau Angel bersedih dan kesakitan karna tau ayahnya tak mengakuinya, sekalipun dia mengakui Angel, aku tidak rela di mengetahuinya lalu membawanya pergi.. tidak mau.." Kali ini Baby tak bisa membendung air matanya, Angel adalah kelemahannya jangan katakan apapun tentang Angel, Baby akan menangis mengingat nasib malang Angel. "Tidak jangan lakukan itu.. tidak boleh... tidak boleh ada yang tau.." Baby terus menggeleng, tangannya gemetar mencengkram tangan Axel.
Melihat Baby yang rapuh Axel menyadari Baby memang selalu menutupi kesedihannya, tapi begitu berbicara tentang Angel, emosi Baby akan meluap begitu saja, saat bahagia atau bersedih Baby akan mengexpresikannya begitu pun sekarang, jika tadi Baby bisa berpura pura kuat saat bertemu Jonathan namun kini saat sesuatu yang berkaitan tentang Angel Baby tidak bisa bersembunyi.
"Hey.. tenanglah .. itu tidak akan terjadi, baiklah tidak akan ada yang tau, Angel tak butuh ayah seperti bajingan itu, tenanglah aku tidak akan membiarkannya" Axel memeluk Baby, begitu sakit hatinya, melihat mata Baby merah karna tangis, apa sesakit ini rasanya saat melihat orang yang kita cintai bersedih dan menderita, ya Axel menyadari jika dirinya sudah jatuh cinta pada Baby,meski Axel bingung arti cinta itu.. tapi dia merasa nyaman saat bersama Baby,rasa tak ingin melepaskan Baby dan menjadikan Baby miliknya selamanya, apakah itu bisa di sebut cinta? bahkan Axel tak masalah dengan Angel anak kecil yang selalu ia anggap merepotkan tapi Axel malah tak risi sama sekali dan mulai menerima kehadiran Angel.
Awalnya Axel begitu tertarik dan penasaran akan Baby, lalu saat mengetahui bahwa Baby adalah seorang wanita malam Axel sedikit membencinya, kenyataan Baby punya anak tanpa suami semakin membuat Axel murka. Entah bagaimana dalam fikirannya ia membenci Baby, tapi hatinya begitu menginginkan Baby, hingga Axel tau kenyataannya hari itu Baby menceritakan bagaimana bisa ia mempunyai Angel dalam hidupnya, Axel semakin ingin melindunginya.
Baby sudah selesai mandi dan kini giliran Axel "Sudah selesai, tunggulah di luar sudah ada makanan di meja, setelah makan kita akan pulang!" Baby mengangguk, Axel memberi kecupan di bibir Baby lalu pergi ke kamar mandi.
Baby keluar kamar karna memang perutnya juga sudah sangat lapar, sejak tadi Axel baru melepaskannya, jika Baby tak menolak untuk mandi bersama mungkin Axel juga akan kembali melahapnya di kamar mandi.
__ADS_1
Baby membuka pintu setelah memastikan penampilannya, rambutnya masih setengah basah karna Axel tak mempunyai pengering rambut, saat pintu terbuka Baby membelalakan matanya saat sebuah tamparan mendarat mulus di pipinya, belum sempat reda dari keterkejutannya Baby kembali merasakan kepalanya perih akibat rambutnya yang di tarik, Baby merasakan seolah seluruh rambutnya akan terlepas.
"****** sialan..!!"
Plak..
Plak..
Baby kembali di tampar di kedua pipinya dengan keras, bahkan pipinya merasa kebas,dan berdenyut, Baby ingin melawan namun otaknya seolah terpaku di tempat, apa yang harus ia lakukan?, ia tak bisa melawan saat semua itu pantas ia terima, di depan nya istri sah dari Axel sedang memaki dan menghajarnya, tatapan matanya mendadak kosong.
Hal yang sejak dulu dihindari Baby kini terjadi, beginikah rasanya.. Baby sering melihat di berita seorang pelakor yang di labrak istri sah, apakah mereka juga terpaksa seperti Baby, mungkin iya, mungkin juga tidak.
"Astaga nyonya" Dion baru saja tiba dan melihat kursi sekertaris Axel kosong, ia kira sekertaris Axel sedang ada di ruangan Axel, namun saat Dion membuka pintu malah melihat nyonya Ami, sedang menghajar nona Baby, lalu kemana tuannya. "Sudah nyonya kau bisa membunuhnya" Dion memegangi Ami menjauhkannya dari Baby yang masih terdiam bersimpuh dilantai,dengan penampilan yang mengerikan.
"Lepaskan aku sialan, aku akan membunuhnya beraninya ****** ini menggoda suamiku!" Ami memberontak kakinya bahkan menendang nendang,sampai kakinya menendang milik Dion hingga Dion memekik sakit sekaligus terasa mulas dan melepaskan Ami.
Dengan Bebas Ami kembali mengahajar Baby, Baby yang pasrah semakin membuat Ami berkuasa.
Amarah menguasai Ami, saat kakaknya mengatakan Axel punya asisten baru dan seorang wanita, membuatnya penasaran meski baru saja tiba di rumah, Ami kembali lagi ke kantor Axel, begitu tiba sekertaris yang biasa menghalanginya sedang tak ada maka Ami pun leluasa dan langsung masuk, tak ada seorang pun diruangan Axel, sesaat Ami mengira Axel sedang keluar, lalu terdengar suara Axel berbicara dari kamar pribadinya, dan keluarlah Baby seketika amarah pun menguasainya saat melihat perempuan berambut basah keluar dari kamar pribadi Axel, yang dirinya sendiri belum pernah memasukinya.
__ADS_1
Axel baru saja keluar dari kamar mandi dan mendengar suara ribut pun bergegas memakai pakaiannya.
Begitu pintu terbuka Axel langsung berteriak "Hentikan!"