Wanita Malam

Wanita Malam
Aku Tidak Gila


__ADS_3

"Apa yang kau rasakan saat pergi liburan?" dokter Carol bertanya, saat Dokter lainnya mengambil darah Angel untuk di cek, mereka tak bisa menggunakan testpack atau mesin USG, karena Angel akan curiga, rencananya setelah mereka memastikan baru mereka akan memberi tahu Angel pelan-pelan, mereka takut Angel yang masih rapuh semakin tertekan saat mengetahui hamil di luar pernikahan.


Baby benar-benar resah sepanjang proses pengambilan darah mereka, Axel dan Bertha juga harus rela melakukan pemeriksaan, anggap saja mereka sedang melakukan pemeriksaan rutin.


"Aku suka, suasana disana sangat tenang" Angel meringis saat jarum tercabut dan darah sudah terambil " Apa semua baik- baik saja?" tanyanya pada dokter yang sudah mengambil darahnya.


"Tentu Nona, kita akan pastikan setelah kami mengeceknya di Lab." dokter tersebut memasukkan tabung kedalam kotak.


"Apa kamu masih sering bermimpi?" Dokter Carol kembali bertanya.


"Hanya sesekali saat aku mengingatnya, itu akan terbawa sampai ke mimpi" Angel menunduk sedih, mengapa mimpi itu masih selalu menghantuinya.


"Itu berarti kamu jangan mengingatnya, teruslah ingat sesuatu yang membuatmu tenang dan membuatmu lupa tentang kejadian buruk itu"


Angel mengangguk, lalu bagaimana saat dirinya mengingat sesuatu yang membuatnya tenang tapi dia juga mengingat sesuatu yang buruk sekaligus. Leon, dia selalu bahagia jika mengingat Leon, mengingat perhatian dan kata-kata lembutnya, namun setelah itu semua berganti dengan kejadian buruk itu..


"Kami sudah selesai Tuan Axel, kami akan segera memberi kabar tentang tesnya" Axel mengangguk lalu kedua Dokter itu pergi meninggalkan kediaman Alonzo.


Baby berjalan mendekat lalu mendudukan dirinya di dekat Angel "Apa kamu merasakan sesuatu yang aneh Sayang?"


Angel mengerut "Apa maksud Mom?"


"Emmh, seperti pusing atau mual?"


Angel menggeleng "Tidak Mom, aku baik-baik saja" meski sedikit heran dengan pertanyaan Mommy nya, Angel tetap menjawab.


Axel berdehem "Sayang sepertinya aku yang pusing.."


Baby mendelik "Jangan dengarkan Mommy mu Sayang, dia hanya suka berlebihan.."

__ADS_1


Angel mengangguk "Aku tahu, tapi itu karena Mom menyayangiku, benarkan Mom?."


"Tentu saja" Baby memberikan tatapan penuh cinta "Mommy menyayangi kalian semua."


....


"Bagaimana jika ternyata Angel benar- benar hamil?" Baby menundukan wajahnya "Bagaimana bisa ini terjadi.. masalalu ku terulang kembali, anak itu sudah terlalu banyak terluka, jika dia hamil bagaimana dengan bayinya.. bagaimana dengan Angel, apa dia akan sanggup menerima" dahulu saat dirinya tahu sedang mengandung dia amat frustasi, lalu bagaimana dengan Angel yang jelas sudah tertekan sejak awal karena memiliki trauma.


Axel mendudukan dirinya di depan Baby "Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja.. Aku akan.." belum selesai Axel bicara suara pintu terbuka mengagetkan keduanya.


"Apa maksud Mom.." Angel tak sengaja mendengar percakapan antara Mom, dan Daddynya pun langsung membuka pintu tiba- tiba "Aku... hamil"


Baby memejamkan matanya "Ini belum tentu sayang..kita bisa.. maaf kami tak memberitahu mu, kami mengambil darahmu untuk memeriksa kemungkinan itu" jawabnya pasrah.


Angel menggeleng tak percaya, bagaimana ini, bagaimana jika dia hamil, apa yang harus dia lakukan.


Angel hampir terjatuh, dia meremas rambutnya, Baby mulai waspada dia memeluk Angel menenangkan begitupun Axel dia mengelus pucuk kepala Angel "Tidak masalah, kita akan melewatinya bersama lagipula ini belum terbukti.. kita akan menunggu hasil tes nya"


"Kapan hasil tesnya keluar?" tanya nya lesu.


"Secepatnya, dokter Carol akan memberi kabar, dan pendampingan nya. kami takut kamu syok sayang.. Mom takut kamu melukai dirimu sendiri lagi.. maka kami tak memberi tahumu lebih awal.."


Angel kembali menggeleng "Aku baik mom" Angel memberikan senyum paksa, kali ini bukan senyum yang di buat- buat agar Baby dan Axel tak khawatir, Angel benar- benar terkejut "Lalu bagaimana kalian bisa mencurigai jika aku hamil..?" sedangkan dirinya tak terfikir hingga kesana.


Baby ingin bicara namun menutup mulutnya kembali saat ponselnya berdering dan Baby tak menunggu lama saat melihat siapa yang menghubunginya..


"Hallo Dokter Carol.. bagaimana?"


"Hasilnya Positif Nyonya, jika anda ingin memberi tahu Nona Angel saya akan kesana untuk berjaga-jaga.."

__ADS_1


"Tidak perlu.." Baby melihat Angel masih duduk tenang meski kedua tangannya saling meremas, karena cemas namun Angel masih terlihat tenang.


"Aku akan menghubungimu jika terjadi sesuatu.."


"Baiklah Nyonya, saya akan siaga.."


"Terimakasih Dokter" Baby menutup telponnya dan mengalihkan pandangannya pada Angel.


Angel memperhatikan raut Baby, dan sekarang dia ingin menangis..


"Jangan melihat ku seperti itu Mom, Aku tidak mungkin mencelakai bayi ku sendiri.." Angel sudah tahu dari raut Baby yang terlihat sendu, itu berarti dia memang benar- benar hamil "Aku bukan pasien gila Mom" Angel menunduk melihat perutnya yang masih rata, ia dia tidak gila dia hanya trauma dengan masa lalu, dia tak mungkin membunuh anaknya sendiri.


Ada sedikit terbersit rasa kecewa dalam benaknya, bagaimana jika dia tak mendengar Mommy dan Daddynya bicara apa Angel tetap tidak akan tahu, hanya karena mereka takut dia melukai dirinya karena kenyataan ini, Angel tidak gila, dia tak mungkin melukai sebuah nyawa, meski tak pernah terfikir dia akan memilikinya.. Bukan, bukan tak ingin.. hanya saja tidak dalam kondisi ini.


Siapa yang ingin punya bayi disaat dirinya tak punya ikatan dan tanpa menikah.


Baby terisak "Maafkan Mom, sayang buka itu maksud kami.. kami hanya.."


Angel tersenyum "Aku tahu, Mom melakukan ini karena menyayangiku.."


"Sangat.." Baby memeluk Angel "Mommy sangat menyayangimu, lebih dari apapun di dunia ini.." mereka saling memeluk, dan Axel di kedua sisi memeluk keduanya, dengan tangan besarnya mengelus rambut panjang Angel.


"Baiklah, menangis sepuasnya sekarang, tapi setelah ini jangan menangis lagi! kamu tidak sendiri.. kami akan selalu ada untukmu, maafkan kami yang menyembunyikannya, tapi kami tidak bermaksud atau menganggap kamu gila.." Baby memukul lengan Axel "Aw, Sayang.."


"Kau bagaimana bisa bicara seperti itu!"


Axel terkekeh lalu mengalihkan pandangannya pada Angel, "Kau lihat seperti itu Mommy mu, dia terlalu khawatir akan ada sesuatu yang buruk terjadi padamu.. kami hanya terlalu menyayangimu, maafkan Kami.. Namun Kami hanya perlu memastikan nya dulu, baru kami akan memberi tahu mu,awalnya kami juga terkejut dan tak menyangka tapi apapun itu, jika kami sudah tahu hasilnya, kami tak berniat menyembunyikannya darimu, maka jangan fikirkan sesuatu yang buruk yang akan membuatmu tertekan, mengertilah kami juga harus menjagamu.."


Baby mengangguk "Dan juga mulai sekarang jangan fikirkan apapun, lupakan semua hal buruk, kamu tau seorang Bayi akan tahu jika mommy nya sedang bersedih, dan itu akan berpengaruh pada pertumbuhannya"

__ADS_1


"Ya, aku akan menjaganya Mom"


__ADS_2