
Angel bangun dengan pelan lalu mengendap berjalan kearah dapur, hari masih gelap, namun dia bisa mendengar suara dari dapur meski saling berbisik.
"Hari ini kau akan membuat apa tuan?" Bertha bertanya penasaran.
"Kemarin kau sudah membuat sesuatu yang sebenarnya kau inginkan, lalu kebetulan Nona juga menginginkannya.."
Leon mendengus "Itu bukan kebetulan, itu karena aku dan dia terikat dalam batin, apapun yang aku inginkan itu berarti bayiku juga menginginkannya"
Bertha berada dalam jarak dua meter dari Leon, ingat Leon akan muntah saat dia terlalu dekat dengan perempuan lain, dan Bertha juga harus rela tak memakai parfum, setiap berurusan dengan tuan Leon.. yang sialnya sudah tiga hari dia berhadapan dengan tuan Leon.
Bertha mendengus lalu melipat tangannya di dada "Baiklah kita lihat hari ini, apa Nona juga akan menyukai makanan yang kau mau.." Bertha harus rela melakukan itu, jika bukan karena Nyonya Baby memintanya membantu Tuan Leon, Bertha tak akan mau, bagaimana pun juga Tuan Leon sudah menyakiti Nona Angel.
Leon tak peduli dengan perkataan Bertha, dia hanya berkutat dengan peralatan dapurnya dan menyelesaikan pekerjaannya.
"Tuan, cepatlah sebentar lagi Nona akan bangun, kau bisa ketahuan.." Bertha melihat jam di tangannya, waktu Angel bangun selalu tepat seperti biasanya.
"Diamlah kau berisik sekali.. aku kira kau itu wanita dingin yang tak banyak bicara, ternyata sangat cerewet.."
"Dan aku harus membuatnya dengan penuh cinta maka dia akan menikmatinya.." dari balik tembok Angel tersenyum, hatinya menghangat, ternyata bukan mimpi bahkan setiap hari Leon memasak untuknya, tapi mengapa dia harus bersembunyi dan melakukannya diam- diam?
Angel melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya, tak ingin berprasangka buruk Angel akan melihatnya sendiri.
Angel kembali memasuki kamarnya, lalu memasuki kamar mandi, sepanjang melakukan semua kegiatan itu dia terus berfikir, sejak kapan Leon ada di sana apakah Daddynya mengizinkan?setahunya Daddy Axel tak menyukai Leon.
Atau apakah Daddy Axel juga tak tahu?
Lalu dari mana Leon tahu dirinya sedang mengandung bahkan dua anak sekaligus..
[-Hallo anak-anak Daddy kalian tidak merepotkan mommy hari ini bukan?-]
Jelas sekali Leon mengatakan 'Anak-anak' yang bermakna tak hanya satu.
Ada apa ini?
Tak dapat di pungkiri hatinya bahagia melihat Leon ada disana, namun.. mengapa harus bersembunyi?
Angel telah selesai dia akan keluar dan sarapan, Angel menarik nafasnya dalam, sebelum melanjutkan langkahnya.
Dia melihat Bertha sedang membuat roti bakar "Selamat pagi Bertha?"Leon sudah tidak ada disana.
__ADS_1
"Pagi Nona.." sapa Bertha, di atas meja sudah ada pancake dengan taburan buah strawberry, dan blueberry segar, ditambah dengan sirup caramel, perpaduan asam dari buah, manis dari sirup caramel dan lembutnya pancake. Angel menelan ludahnya pelan dia tak ingin terlihat begitu menginginkannya, jika Bertha masih berkutat dengan roti bakarnya, itu berarti apa yang ada di atas meja adalah buatan Leon.
Angel melihat segelas susu di meja kali ini dengan varian rasa coklat, Leon benar- benar menyajikan apa yang dia inginkan, dan dia tahu itu.
[Itu bukan kebetulan, itu karena aku dan dia terikat dalam batin, apapun yang aku inginkan itu berarti bayiku juga menginginkannya]
Angel berdehem "Kali ini kamu tidak membaca fikiranku Bertha"
"Ya?" Bertha menjawab dengan bingung.
"Aku tidak mau pancake, aku mau spaghetti dengan banyak keju moza di atasnya"
Bertha melihat pancake di atas meja, haruskah dia mengatakan jika bukan dia yang membuatnya.
"Ah.. lagi pula aku mana bisa membaca isi fikiranmu Nona.." Bertha tersenyum kecut.
Angel bangkit dari duduknya "Eh, Nona kau akan kemana? kau belum sarapan!"
"Aku tidak mau, bayiku mau spaghetti.." Angel berjalan dengan raut marah kearah kamar, namun sebenarnya dia bersembunyi di balik pintu.
Setelah Nona nya tak terlihat lagi Bertha barulah membuka ponselnya, untuk menghubungi tuan Leon "Kali ini kau salah tuan, Nona tidak mau makan karena mu!"
"Iya, Nona tidak mau makan pancake mu, dia ingin spaghetti dengan toping keju mozarella yang banyak.."
Bertha diam lagi..
"Kau terlalu percaya diri.." cibirnya Bertha mematikan ponselnya, dia akan segera menyiapkan semua bahan untuk membuat spaghetti.
Bisa gawat jika Nonanya tidak makan.
Bertha mengetuk pintu kamar Angel dan memberi tahu jika Spaghetti nya sudah siap.
"Nona aku sudah membuatkan spaghetti nya.." Angel bangkit dan berjalan di ikuti Bertha di belakangnya.
"Aku merepotkan mu Bertha.." Angel menunjukkan wajah merasa sungkan.
"Tidak perlu sungkan Nona, ini sudah tugas ku.." Angel memakan satu suap spaghetti nya lalu mendongak melihat Bertha yang menggeryit seolah bertanya 'Ada apa?'
"Ini aneh Bertha, rasanya tidak enak.. " Wajah Bertha berubah merah, benarkan masakan buatannya tidak enak?.
__ADS_1
Astaga.. memalukan..
"Maafkan Aku, Nona, jika masakan ku tidak cocok di lidah Nona." sebelum nya Bertha sudah melakukan cek rasa dan menurutnya rasanya sudah pas.
"Masakan mu kemarin sungguh lezat Bertha, lalu kenapa ini sama sekali tidak enak?"
Bertha menelan ludahnya kasar, sejak kemarin makanan yang di makan oleh Nonanya adalah buatan tuan Leon, tapi kenapa baru sekarang protes, sedangkan dari dulu Nona nya sudah sering menikmati masakannya.
Seolah tahu apa yang di fikirkan Bertha Angel kembali bicara.. "Maafkan aku Bertha, kau tahu ini keinginan bayiku, aku tak tahu tapi rasanya sedikit sensitif.."
"Ah, tidak masalah Nona.. Mau aku pesankan saja dari Restoran spaghetti, Nona, aku rasa.. rasanya akan lebih enak.."
"Maafkan Aku merepotkan mu Bertha.."
Bertha menggeleng "Tidak masalah Nona, itu sudah tugasku, jika begitu aku permisi, aku akan memesankan nya untuk mu.." Bertha meraih ponselnya hendak memesan lewat pesan antar.. hingga dirinya tak perlu keluar dari Apartemen.
"Tunggu Bertha tapi aku ingin kamu sendiri yang turun dan membelinya untukku .." ucapan Angel di iringi rasa sesal "Maafkan aku, tapi ini keinginan bayiku" Bertha mengerjap beberapa kali merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan Nona Angel, dia sama sekali hampir tidak pernah merepotkan nya, hanya jika Nona nya tidak sempat dan kerepotan maka dia akan meminta pertolongan Bertha, dan sekarang Nonanya meminta bantuan dengan sungkan, bagaimana mungkin dia bisa menolak.
"Astaga.. Nona mengapa begitu sungkan, baiklah Aku akan segera pergi sekarang.."
Bertha pergi dari Apartemen menuju Restoran spaghetti, bukankah keinginan wanita mengidam harus selalu dilaksanakan.
Angel meringis kasihan pada Bertha tapi dia juga perlu waktu untuk memakan pancake nya, dia sungguh tergiur dengan buah di atasnya, tanpa menunggu lama Angel memakan pancake nya, dia sengaja mengerjai Bertha dan ingin tahu juga reaksi Leon bagaimana jika dia tidak memakan pancake buatannya, padahal dia sungguh tergoda dengan pancake buatan Leon.
Leon begitu percaya diri bahwa Angel akan menyukai apa yang diinginkannya, meski memang benar perkataan Leon, Angel langsung tergiur dengan makanan itu, dan seolah memiliki ikatan batin bayi-bayinya seperti berteriak meneriakan keinginannya, tapi Leon yang bersembunyi darinya, membuatnya kesal.
"Lihat yang dilakukan Daddy kalian, sampai kapan dia akan bersembunyi.." Angel memakan pancakenya dengan hidmat.
"Ini lezat sekali.. Mommy bahkan harus menahannya demi kalian, apa kalian sungguh tahu ini buatan Daddy?"
.
.
Like..
komen..
vote..
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹