
Axel mendengus saat melihat Jonathan dan istrinya datang kembali ke rumah sakit "Mau apa lagi kemari?"
Jonathan mendelik "Tentu saja menemui anakku" meski rasanya aneh, tapi dia harus membiasakan diri, Angel juga anaknya.
Baby menoleh kearah Jonathan, dan Jonathan juga merasa canggung, hanya bisa berdehem.
"Kau.." Axel benar benar geram dengan Jonathan,bisa-bisanya dia datang dan mengatakan Angel sebagai anaknya, setelah apa yang terjadi.
Baby melihat kearah Lily yang tersenyum lembut kearahnya, dia wanita yang baik, dari semua kebejatan yang di lakukan Jonathan Lily benar-benar anugrah untuk Jonathan.
Tangan Baby yang sedang menggenggam tangan Angel merasakan gerakan lalu dengan segera Baby berbisik pelan "Sayang kau dengar kami, bangunlah.. " Baby tersenyum meski air matanya menetes.
Angel mengerjapkan matanya beberapa kali lalu melihat sekitarnya "Mom..?"
"Ya, sayang. Mom disini.." Axel yang melihat Angel tersadar pun segera memanggil Dokter lewat tombol darurat.
Tak berapa lama Dokter datang dan memeriksa keadaan Angel, setelah memastikan keadaannya stabil, Dokter pun pergi.
"Maafkan Angel, Mom" Angel merasa bersalah sudah berusaha mengakhiri hidupnya, Angel hanya merasa lelah dengan takdir buruk yang menimpanya.
"Tidak Sayang kamu tidak bersalah, kamilah yang bersalah, Mom mohon jangan lakukan itu lagi, jangan pernah berniat untuk meninggalkan Mom, jika Angel pergi.. maka Mom juga akan pergi.."
Angel terkekeh "Daddy akan memarahiku jika Mom melakukan itu"
"Ya, karena itu jangan pernah lakukan itu lagi.." Axel mencubit hidung Angel gemas yang segera di tepis oleh Baby.
"Jangan lakukan itu pada putriku dia baru bangun!"
"Hey, sayang dia juga putriku!" Angel tersenyum melihat Axel dan Baby berdebat, benar harusnya dia bersyukur memiliki Axel sebagai ayahnya, mengapa harus melakukan itu.. mencari dan menambah luka baru di hatinya
"Maafkan aku.. sudah membuat kalian khawatir."
Baby memeluk Angel "Tidak masalah semua sudah berlalu, tapi jangan pernah lakukan itu lagi.. mengerti!"
Angel melihat kebelakang punggung Axel, disana ada Lily dan Jonathan yang berdiri canggung.
Jonathan berdehem lalu berkata "Maafkan aku, karena tak tau kau ada, maaf juga karena sudah berkata kasar padamu.. maaf" Axel menyingkir untuk memberikan ruang untuk Jonathan, meski ia tak suka dengan Jonathan tapi demi agar Angel bahagia, Axel akan melakukan apapun.
__ADS_1
Mata sayu Angel menatap Jonathan lalu berkata "Bolehkah aku memanggilmu Daddy.." Baby memalingkan wajahnya dia tak sanggup melihat binar mata Angel.
Jonathan tertegun, terbuat dari apa hati anak ini, dia begitu saja memaafkannya, dan bahkan mau memanggilnya 'Daddy'.
Jonathan berjalan mendekat dan berdiri di depan Angel "Tentu, kau juga anakku, boleh.. bolehkah aku memelukmu" Angel mengangguk lalu sedetik kemudian dia merasakan pelukan Jonathan, terasa hangat dan nyaman.
"Maafkan aku Nak, maaf.. maafkan Daddy.." Angel memejamkan matanya dan meneteskan airmata dalam diam, lalu matanya melihat Lily yang juga mengusap air matanya.
"Aunti, maafkan Aku.. tentang kesalah faham itu.."
Lily menggeleng lalu dia menggenggam tangan Angel "Tidak, daddymu memang pantas mendapatkannya.. itu pelajaran bagus agar dia tidak berani mempermainkan ku" Jonathan mendelik ke arah Lily dia ingin protes tapi ini bukan saatnya, hari ini adalah hari Angel. "Tapi Nak, jika kamu tidak keberatan bolehkah kamu panggil aku juga Mommy, setelah ini aku juga tak bisa menjadikan mu menantuku, tapi rupanya kamu anak suamiku.."
Angel tertawa kecil "Aku mau, Mom.. maafkan aku, tentang itu.. Anniversary kalian gagal karena aku" Angel menunduk malu, dia sudah memfitnah Jonathan agar bertengkar dengan Lily.
Lily memegang wajah Angel lalu mengusap pipinya "Anggap saja aku mau kembali pada daddy mu karena kamu, jika aku tak melihat putri cantik ini aku sungguh tidak mau kembali padanya"
Akhirnya Angel merasa semua bebannya terangkat, namun ada luka baru dihatinya.. akankah segera terobati.
"Mom, aku ingin sembuh.."
Esoknya Axel langsung mendatangkan dokter Carol dan untuk memantau kembali Angel, mereka menunggu di depan ruang rawat Angel, hanya Baby yang menemani.
Angel sudah nyaman dengan dokter Carol dan dia bisa langsung bercerita tentang semuanya.
Awalnya dokter Carol menyarankan untuk terapi hipnotis agar Angel nyaman, namun Angel menolak, dia akan bicara semuanya, meski itu mengorek rasa sakitnya.
Baby merasa miris saat dia sebagai Ibu, tapi Angel bisa lebih terbuka dengan dokter Carol.
Sepanjang Angel bicara Baby terus menggenggam tangan Angel, Baby bahkan bisa merasakan tangan Angel basah dan bergetar, sekuat tenaga Baby menahan tangisnya, saat mendengarkan Angel bicara.
.
.
.
Baby dan Dokter Carol keluar dari ruang rawat setelah memastikan Angel tertidur.
__ADS_1
Axel, Jonathan dan Lily masih menunggu, dan segera bangun dari duduk nya, lalu mulai menanyakan bagaiman keadaan Angel.
Dokter Carol menggeleng pelan, dan semua yang berada di sana mendesah berat, trauma Angel cukup parah, kejadian yang kedua kalinya ini membuat Angel tak hanya sakit fisik tapi juga hati, dia membutuhkan waktu untuk menyembuhkan lukanya, namun karena keinginan Angel begitu kuat Dokter Carol yakin, Angel akan segera sembuh.
Dokter Carol sudah pergi dan Baby mendudukan dirinya di kursi lalu menutup wajahnya, Axel mengusap bahu Baby mencoba menenangkan.
"Dia bahkan mulai menyukai pria itu, tapi dia harus menerima diperlakukan seperti ini,, Bahkan dalam hatinya Angel terus merasa bersalah karena berbohong dan memanfaatkan dia, tapi pria itu tak berbelas kasihan"
Suasananya begitu hening, hanya isak tangis Baby yang terdengar lirih, semua nya tenggelam dalam fikirannya masing-masing hingga ponsel Jonathan berbunyi dan memecah keheningan.
"Ya.." Jonathan menerima panggilan dari Asistennya.
"Tuan anda mendapat undangan dari tuan Mckanzie untuk pertunangan tuan Leon"
"Apa!" Jonathan langsung berdiri dari duduknya, kini semua mata tertuju padanya "Bre ngsek..!" umpatnya.
Asisten Jonathan sempat tercengang setahunya dia tak melakukan kesalahan, mengapa tuannya mengumpat.
Asisten Jonathan berdehem "Perlukah saya mengirim seseorang untuk mewakili, mengingat anda sedang.."
"Tidak aku akan datang sendiri.." Jonathan memotong ucapan Asistennya.
Saat Jonathan menutup ponselnya, semua mata melihat ke arahnya, seolah bertanya 'Ada apa'.
"Leon, pria brengsek itu akan bertunangan.."
Axel bangkit berdiri "Sialan tidak akan ku biarkan dia bahagia setelah merusak putriku"
Jonathan menggeleng."Tidak, kali ini biarkan aku melakukan kewajiban ku sebagai ayahnya"
Like..
komen..
vote..
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1