Wanita Malam

Wanita Malam
Extra- Tentang Ayah..?


__ADS_3

Baby menatap benda ditangannya dengan tatapan kosong, sudah satu jam ia duduk di atas kloset yang tertutup.


Hatinya masih bergejolak, bagaimana ini? mengapa ini bisa terjadi? bukankah ia sudah rutin memakan pil kontrasepsi,lalu mengapa benda ditangannya masih bergaris dua, beberapa hari ini Baby selalu merasa mual dan pusing di pagi hari, dan ia mendapati sudah terlambat datang bulan dan Baby memberanikan diri untuk memeriksa dan hasilnya positif.


Baby meremas rambutnya frustasi mengapa harus ada anak sekarang disaat dirinya tak punya status, Axel memang sudah tak punya istri sudah dua bulan lalu Axel bercerai dengan Ami sebelum insiden penculikan itu, tapi tetap saja disaat dirinya tak punya status bagaimana dengan anaknya kelak, Baby tak bisa berfikir bagaimana nanti jika anaknya akan sama seperti Angel, hidup tanpa Ayah, meski Baby tak yakin,tapi apakah Axel akan membuangnya kelak, mengingat mereka tak terikat sama sekali.


"Baby bagaimana bisa kamu bodoh" Baby memukul kepalanya "Bagaimana jika Axel membuangmu,dulu dia selalu berkata benci anak kecil" meski kini Axel sudah membuka diri dengan Angel, tapi bagaimana jika dia tak menginginkan anak lagi.


"Apa yang harus ku lakukan.." Baby meremat dresnya.


Baby semakin tenggelam dalam segala ketakutannya, bahkan tak mendengar pintu di ketuk beberapa kali.


Axel merasa khawatir sejak pulang bekerja ia mendapati Baby sedang di toilet tapi sudah satu jam Baby tak keluar bahkan tak terdengar suara percikan air sedikit pun dari dalam.


Dengan gusar Axel menggedor pintu tapi tetap saja tak ada suara "Baby kamu mendengarku.." duk..duk.." Baby.."


"Baby buka pintunya atau aku dobrak..!" namun masih hening tak ada suara.


Axel mengeram tak ada pilihan lain Axel menendang pintu setelah beberapa hentakan.


Brak..


Axel memaku melihat Baby yang terdiam dan melihat kearahnya dan mengerjap beberapa kali, mungkin dia terkejut.


"Astaga sayang apa yang kau lakukan" Axel berjalan mendekat, ia cukup lega mendapati Baby baik baik saja.


"Axel apa yang kau lakukan" Baby mengeryit melihat pintu yang rusak, tangannya meremat benda kecil itu dengan kedua tangannya ia mencoba menyembunyikannya ia masih belum siap bicara dengan Axel, ia takut akan kemungkinan kemungkinan yang terjadi jika Axel tau.


"Kamu selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan" Axel berjongkok di depan Baby "Apa yang kau fikirkan..?" Axel mengelus rambut Baby lembut "Kamu mengurung diri di sini lebih dari satu jam"


Baby tertegun, tak menyangka ia sudah melamun sangat lama "Apa?" Axel melihat Baby seperti tak fokus laku mencoba memapah Baby.


"Ya sudah ayo keluar dulu,kita bicara diluar" Axel akan menggenggam tangan Baby namun Baby menghindar.


"Aku akan keluar kamu keluar duluan ya" Axel mengeryit saat melihat tangannya mengambang di udara.


"Aku tunggu disini" Axel menyilangkan tangannya di dada menunggu Baby.


"Axel aku.." Baby meremas tangannya Baby berharap benda di tangannya bisa mengerut jadi kecil dan hilang,namun sepertinya pergerakan Baby terlihat oleh Axel.

__ADS_1


"Kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?"


degh..


Baby mendongak menatap Axel yang memicingkan matanya.


Axel menggenggam tangan Baby dan mengambil apa yang ada di tangan Baby, sejak tadi Axel sudah melihat tangan Baby menyembunyikan sesuatu.


"Axel.."


Axel terpaku melihat benda yang sejak tadi di genggam Baby "Ini?"


"Axel, aku tak tau.. tapi aku selalu minum pil ku,tapi aku tak tau kenapa aku bisa hamil, tapi aku tak mau menggugurkannya,meskipun kamu tidak suka anak kecil tapi aku akan tetap merawatnya meskipun sendiri.."


"Kau akan merawat sendiri lalu mencari ayah yang baru begitu?"


"Apa?"


"Enak saja aku yang kerja keras lalu kau akan memberikan anak ku pada orang lain..aku bahkan mengganti pil mu itu dengan vitamin agar kau cepat hamil" Axel menatap Baby tajam "Jangan bermimpi"


"Jadi.." Baby membelalak tak percaya, Axel mengganti pil kontrasepsinya "Axel kau!" Baby bukan tak ingin hamil, sekali lagi ia hanya takut harus membesarkan lagi anaknya sendiri, tapi ternyata Axel sengaja melakukan ini.


"Axel tunggu kita harus bicara.." Baby enggan untuk bangun ia harus bicara tentang hubungan mereka saat ini juga.


Axel menunggu sedangkan Baby menarik nafasnya untuk bicara "Axel, aku harusnya tak bicara ini andai aku tak hamil, tapi aku hanya tak ingin anakku hidup tanpa ayah.. Axel kita tidak menikah"


"Baby.. jika itu yang kamu takutkan ayo kita menikah" Baby menengadah melihat Axel kalau kalau dia berbohong, tapi Axel terlihat serius.


"Ayo_ Axel berdecak saat Baby hanya diam dan menatapnya saja, Axel bergerak cepat menggendong Baby dan membawanya keluar kamar menyusuri lorong,menuruni tangga dan keluar rumah.


"Axel kita mau kemana?" Baby bertanya saat Axel memasukannya kedalam mobil.


"Suatu tempat" Axel memacu mobilnya dengan kecepatan normal, setelah menempuh waktu selama satu jam akhirnya tiba di tujuan.


Baby tak bicara lagi saat Axel membuka pintu dia hanya mengikuti Axel, tiba di sebuah hotel mewah Axel mengajaknya masuk, dan memasuki sebuah pintu.


Axel menggenggam tangan Baby "Ini belum selesai harusnya ini menjadi kejutan di ulang tahunmu" ulang tahun Baby dua hari lagi.


Baby menutup mulutnya "Axel.." Matanya berkaca kaca melihat dekorasi ruangan yang sangat indah.

__ADS_1


"Bagus tidak? aku bertanya pada Angel apa yang kamu sukai, dan ide Angel juga memajang semua lukisan mu, dia bekerja keras untuk pernikahan ibunya.." Baby melihat empat lukisan wajahnya yang terpajang di beberapa sudut dan lukisannya dengan Axel sudah terpampang di depan tepat di panggung pelaminan, sungguh indah..


"Kapan kalian melakukan ini?" tanya Baby, ia sungguh terharu Axel dan Angel menyiapkan kejutan untuknya.


"Sudah sejak satu bulan lalu Angel sudah menyiapkan lukisan mu, dan satu minggu ini kami mengerjakan ini"


"Astaga kalian menyiapkan ini semua sendiri,pantas kalian selalu pulang terlambat,dan Angel selalu melarangku masuk ke kamarnya,rupanya dia menyembunyikan lukisanku.." Axel mengangguk, tak benar benar sendiri nyatanya banyak pegawai yang ikut membantu, namun sebagian besar mereka yang mengerjakan karena ingin semua sempurna,dan Angel yang paling bekerja, menyelesaikan empat lukisan dalan satu bulan untuk anak seusianya pasti melelahkan.


"Axel terimakasih" Baby memeluk Axel "Aku tak tau aku sebeharga itu untuk mu" Baby terisak.. Axel akan menikahinya yang hanya seorang wanita malam ini.


"Hey.. aku benar benar mencintaimu, tak perlu melihat masa lalu, karena masalalu ku juga tak baik, aku justru bangga padamu melakukan segalanya untuk Angel dan Ibumu.. kau sangat berharga, berharga untukku" Axel menghela nafasnya "Tapi Baby ada satu hal yang ingin aku katakan.." Baby mengurai pelukan nya dan mendengarkan Axel.


"Aku mencari ayahmu.." belum selesai Axel bicara Baby sudah pucat pasi, tubuhnya bergetar ketakutan , tidak... jika ada orang di dunia ini yang paling dia benci, itu adalah ayahnya.


Axel tau Baby ketakutan tapi ia harus mengatakannya "Ayahmu sudah meninggal dua tahun lalu kerena over dosis" Setelah mendengar itu barulah dia bernafas lega.


"Tak ada yang perlu di takutkan, aku mencarinya untuk memastikan sesuatu yang buruk tak terjadi suatu hari nanti padamu" Axel tau ayah Baby jahat, maka ia mencarinya karena takut suatu hari ayah Baby muncul dan mengancam Baby.


Baby menghela nafasnya ada sedikit rasa kasihan pada Ayahnya yang hingga akhir hayatnya tetap jadi orang jahat, ayahnya memang seorang pemain judi, dan pecandu sejak dulu, dan itu membuatnya berhutang pada rentenir, dan berani menjualnya dan mengorbankan ibunya.


"Hey, kita harus menutup masa lalu dan berjalan kemasa depan hanya kita, Angel dan adik baru nya" Axel mengecupi wajah Baby lalu berjongkok mengecup perut Baby yang masih rata "Aku tak tau menjadi ayah benar benar menyenangkan"


"Terimakasih Baby"


"Aku mencintaimu Axel" Baby mengecup bibir Axel sesaat, namun Axel menahan tengkuknya dan memperdalam ciuman mereka, Axel mencium Bibir Baby lembut dan dalam.


"Sepertinya kita tunda dulu kedokternya.." nafasnya terengah saat melepas ciumannya di bibir Baby,Axel kembali menggendong Baby berjalan memasuki lift dan naik ke atas menuju kamar hotel.


.


.


.


like


komen


vote..

__ADS_1


__ADS_2