Wanita Malam

Wanita Malam
Berusaha keras


__ADS_3

Angel mengerjapkan matanya saat mendengar suara pintu terbuka, Angel tau itu Bertha karena Bertha punya kartu akses kamarnya.


Angel merenggangkan tubuhnya dan merasakan tubuhnya sangat ringan, semalam dia tidur nyenyak tanpa mimpi buruk itu lagi, sepertinya pengaruh Leon sangat besar untuknya, hingga mampu menggantikan mimpi yang selalu menghantuinya.


Angel turun dari ranjang dia akan mandi dan pergi kerumah keluarga Michael untuk melukis rencananya pulang dua hari lagi harus batal karena kemungkinan Angel harus menghadiri Anniversary Jonathan dan Lily.


"Sudah bangun?" Angel terperanjat saat mendengar suara Leon,tunggu bukankah ini kamar nya bagaimana bisa Leon masuk.


"Kamu, kenapa bisa masuk?"


Leon mengeryit "Tentu saja ini kamar ku" Angel mengedarkan pandangannya, benar ada lukisannya di dinding, dan dekorasi kamar nya memang berbeda, mungkin karena ini di buat khusus untuk Leon dan untuk kenyamanan sang pemilik hotel,tapi kenapa dia ada di kamar Leon.


Leon menghampiri Angel dan menyampirkan rambut kusut Angel "Semalam kamu pingsan, dokter bilang kamu kelelahan.. dan kamu harus istirahat" Angel mengerjap beberapa kali dia pingsan, benarkah?


Angel memutar kembali kejadian semalam, benar Angel sedang di kamar Leon lalu mereka larut dalam ciuman dengan Leon yang mendominasi tapi juga lembut, kedua lidah mereka saling membelit dan menghisap, Leon bahkan tak melepaskannya meski sudah beberapa menit, hingga Angel merasa nafasnya terhisap dan habis oleh Leon, Angel menghirup udara yang terasa habis saat Leon melepaskan bibirnya, lalu Leon berkata.


"Jadi kamu kekasihku sekarang?"


Angel tersipu menunduk lalu bergumam "Huum" Angel mendongak melihat Leon yang tersenyum, sesaat Angel melihat mata Leon menggelap lalu dia kembali melahap bibirnya hingga beberapa menit , Angel mulai merasakan tangan Leon di tengkuk dan pinggangnya semakin mengerat menekan lebih rapat ke tubuhnya, lalu tangan Leon mulai bergerak naik turun memberikan sentuhan di titik-titik sensitif Angel, tentu saja Leon tahu dimana itu, dia sudah pengalaman tentang memanjakan wanita.


Leon semakin gila dia bergerak dan meremas sesuka hati dan membuat Angel bergetar, tiba tiba Angel terbelalak saat teringat sesuatu..


Kepalanya terasa berputar, mulutnya yang masih dikuasai Leon, seolah menutup seluruh pasokan udara yang ada, Angel menekan Leon berusaha lepas, namun Leon yang sudah semakin gelap tak menghiraukan..


Lalu Angel merasa seluruh tubuhnya melemas, kesadarannya menghilang lalu semuanya gelap.


Beruntung tubuh Angel berada di pelukan Leon, hingga Angel tak terjatuh.


Leon melihat Angel tiba-tiba ambruk menahan Angel dengan cepat "Angel..?" dia menepuk pelan pipi Angel.

__ADS_1


"Ya tuhan apa yang terjadi.." Leon segera membopong Angel ke atas ranjang dan lekas memanggil dokter.


Leon baru bernafas lega saat dokter bilang Angel hanya kelelahan, dia kira ini karena dirinya yang terlalu bersemangat dan membuat Angel kehabisan nafas, melihat Angel tertidur nyenyak Leon membiarkannya, dan segera naik dan bergelung dengan selimut yang sama dengan Angel, setelah sebelumnya Leon menghubungi Bertha bahwa Angel akan istirahat di kamarnya, Leon memeluk kekasihnya semalaman dengan perasaan bahagia.


"Kamu sudah lebih baik?" katanya lagi.


Angel menggeleng "Ya, aku hanya tidak terbiasa, dan mungkin karena kelelahan.."


Leon mengangguk, "Ayo mandi aku sudah siapkan sup untukmu" Leon mendorong Angel ke kamar mandi, namun Angel malah menatap Leon "Ada apa, atau mau aku mandikan" Leon mengedipkan matanya, dan Angel segera melesat ke kamar mandi.


Leon terkekeh lalu keluar kamar saat mendengar suara bel berbunyi, dia yakin itu Bertha, Leon memintanya membawakan pakaian Angel.


Bertha memberikan pakaian Angel lalu berkata tanpa basa basi "Pastikan Nona tidak kekurangan apapun!"


Leon mendengus "Jika kau lupa aku kekasihnya sekarang, aku akan memastikan kekasihku mendapatkan yang terbaik"


"Apa?"


Bertha tak menjelaskan apapun dan segera memutar langkahnya meninggalkan kamar Leon.


Leon mengedikkan bahunya saat Bertha sudah tak terlihat, dia tak mau berfikir apa maksud dari ucapan Bertha, dan memilih mengantarkan pakaian untuk Angel.


Saat Leon masuk kamar Angel masih belum keluar namun sudah tak terdengar suara gemericik air, Leon mengetuk pintu "Pakaian mu sayang.." beberapa saat kemudian Leon melihat sebuah tangan putih terulur dari celah pintu.


Tak ingin membuat Angel berlama-lama di kamar mandi Leon segera memberikannya, jika tak mengingat Angel yang membutuhkan asupan makanan, Leon akan mendorong pintu dan masuk kedalam, dia yakin dirinya tak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk mendorong pintu hingga terbuka dan menampakan Angel yang cantik tanpa busana.


Leon tak sabar ingin menjadikan Angel miliknya seutuhnya, tak peduli meski Angel belum mencintainya, bila perlu Leon akan membuat Angel hamil agar Angel tak bisa pergi, dan tetap bersamanya.Tapi Leon tak ingin Angel pingsan kembali saat mereka bergelut nanti. Maka Leon menahannya.


Angel memakan sup yang sudah Leon siapkan untuknya, perutnya yang terasa lapar tak menunggu lama untuk segera memakannya.

__ADS_1


Angel mendongak melihat Leon yang hanya menatapnya dengan mata berbinar..


"Ehmm kamu tidak makan?"


"Aku akan makan nanti" Leon tak bergeming dan masih di posisinya memperhatikan Angel.


Angel menghela nafasnya lalu menyodorkan satu sendok sup untuk Leon, " Kamu tidak akan kenyang dengan menatapku seperti itu" Leon tersenyum saat membuka mulutnya, rasa hangat menjalar dari mulut hingga tenggorokan, aroma sup yang wangi juga membuat seleranya bangkit, lebih dari itu Leon begitu bahagia karena dia mendapatkan makan dari tangan Angel, pujaan hatinya yang kini menatapnya sambil tersenyum.


Senyum yang sangat tulus Angel berikan pada pria di depannya, berharap semua yang akan dia lakukan nanti tak terlalu menyakitinya.. Kelak Angel akan menyusahkan Leon "Terimakasih" Angel masih tersenyum lalu menyeka mulut Leon dengan serbet.


Leon menangkap tangan Angel lalu mengecupnya, dengan pelan Leon manarik Angel agar beralih ke pangkuannya, tanpa perlawanan Angel pun kini sudah duduk menyamping di pangkuan Leon, kedua tangannya melingkar di leher Leon, mata Angel yang sudah terbiasa menyembunyikan segala hal, membuat Leon tak bisa menebak apa yang ada didalamnya, namun Leon melihat ada bayangannya dimata Angel, itu berarti Angel sedang fokus padanya, Angel tersenyum lalu memainkan rambut Leon, Angel merasa selalu nayaman jika di dekat Leon. dia juga berjanji akan melakukan apapun agar dapat menebus kesalahannya kelak, karena sudah berani memanfaatkan Leon.


Leon menekan tengkuk Angel agar mendekat dan merapatkan bibir mereka, melu matnya semakin dalam dan banyak.


Leon melakukannya dengan lembut dan tak terburu-buru, seketika saja mata Leon sudah dipenuhi kabut hitam dan siap menelan Angel bersamanya dan melakukan hal yang lebih lagi.


Angel sekuat tenaga menahan diri agar tidak gemetar, dia hanya memejamkan matanya demi mengenyahkan bayangan buruk yang selalu melintas di pelupuk matanya.


Tiba-tiba Leon melepas pangutannya dan berbisik " Hey, rileks lah kamu tegang sekali" Leon mengusapkan ibu jarinya di bibir Angel yang sudah merah merekah akibat lu matannya.


Angel terengah dia meraup nafas sebanyak-banyaknya "Maaf.. aku hanya.." Angel sudah berusaha keras menahannya ,bahkan dia sudah merasakan nyaman bersama Leon, tapi tetap saja tubuhnya menegang.


"Tidak masalah, kita bisa lakukan nanti, saat kamu merasa lebih nyaman denganku" Leon mengecup dahi Angel dalam, dia mengerti mungkin ini pengalaman pertama untuk Angel maka dia harus melakukannya perlahan agar tak menyakitinya.


Like..


Komen..


Vote .

__ADS_1


__ADS_2