
Axel menyingkir saat Jhordi lewat masih dengan menyandra Baby di tangannya diikuti Nancy yang tersenyum pongah pada Axel,Nancy bahkan berjalan penuh percaya diri seolah mengejek strategi Axel yang bisa di tebak.
Angel meronta ingin mengejar Baby, namun Axel mendekapnya "Mommy.."
Axel memegang Angel erat "Tenanglah, aku akan menyelamatkan Mommy mu"
"Om Axel tolong Mommy.." Angel menangkup kedua tangannya memohon pada Axel.
"Dengar Angel pulanglah lebih dulu, kamu harus aman aku akan mengejar mommy mu, aku tidak akan pulang tanpa mommy mu, tapi nanti saat mommy mu pulang kau juga harus baik baik saja, mengerti" Angel mengangguk lalu menurut mengikuti anak buah Axel untuk pulang.
Axel memasuki mobilnya dengan Dion dan Alfredo,Alfredo dibalik kemudi mengejar mobil Jhordi dengan kecepatan penuh.
"Cepatlah Al, sebelum terlambat.." mereka di kejar waktu yang terus berjalan.
Mereka terus mengejar hingga tiba di tanah kosong, Jhordi sudah siap dengan helikopter yang akan membawanya kabur.
Axel, Alfredo dan Dion segera turun dan mengejar, mereka dihadang anak buah Jhordi yang masih tersisa tak butuh waktu lama mereka berhasil melumpuhkan anak buah Jhordi hingga terkapar tak berdaya, saat Dion dan Alfredo menangani anak buah Jhordi, Axel berlari kearah Jhordi yang masih menarik Baby kearah helikopter.
Nancy baru saja naik saat melihat Axel mendekat dan hendak memukul Jhordi, dengan panik Nancy berteriak "Jhor.. awas" namun suara bising dari baling baling membuat teriakannya tak berarti.
Jhordi terjatuh akibat tendangan Axel dan pistol nya terpental beberapa meter tepat di kaki Alfredo, Baby terlepas dari tangan Jhordi dan tersungkur, Alfredo segera melempar lebih jauh lagi senjata Jhordi, hingga Jhordi tak bisa meraihnya.
Sial.. dia sudah tak punya senjata dan sandera sudah terlepas, Jhordi segera bangun dan mengamankan koper berisi berkas berkas penting dan lari dari Axel.
Baby melihat Jhordi pergi seketika cemas bukankah itu berisi semua harta Axel "Axel kopernya..?" Axel terkekeh melihat Baby mengkhawatirkan koper itu, bahkan dia tak mencemaskan dirinya yang terancam kehilangan nyawa.
"Tak masalah, ayo Baby kita harus segera pergi" Baby menggeleng melihat helikopter sudah mulai naik.
"Tapi Ax.."
"Tuan cepatlah dua puluh detik lagi.." teriakan Dion terdengar di earpiace nya, Alfredo dan Dion sudah berada di jarak aman.
"Ayo Baby.. di heli itu ada bom nya" Baby membelalakan matanya
__ADS_1
"Bom..?" Ya Axel memang sudah merencanakannya dengan matang ,saat Jhordi melarikan diri dengan helikopter tersebut ia akan meledak di udara, dan berkas itu akan ikut hancur,namun Baby malah di seret untuk naik, Axel mencoba untuk memapah Baby namun baby kembali terjatuh.
"Axel sepertinya kaki ku terkilir, pergilah atau kita akan mati bersama.."
"Tidak akan, kita tidak akan mati setidaknya sekarang" Axel akan menggendong Baby, namun Baby menolak jika Axel lari dengan beban dirinya maka akan terlambat, setidaknya mereka akan terkena hempasan ledakan.
Axel tidak punya waktu lagi saat Helikopter berada beberapa meter diatasnya,ia malah duduk dan memeluk Baby.
DUAR..
Helikopter meledak,
Brak..
Baby terpental bersamaan dengan Axel yang masih memeluknya erat.
Helikopter hancur bahkan dijarak yang tak terlalu tinggi,menghancurkan Jhordi dan Nancy beserta berkas penting milik Axel, yang kini tak berguna,mereka memang sedikit terlambat dengan waktu, hingga kini Axel dan Baby terkapar.
"Axel...?" Axel menutup mata dan tidak bergerak.
"Axel..!" Baby mencoba mengguncang Axel,namun Axel masih tidak bergerak.
Kenapa begini?, Axel tak bergerak apa Axel mati?..Axel..
Dengan mata penuh dengan cairan bening mata Baby yang sudah buram masih bisa melihat dua orang pria berlari kearah mereka, lalu matanya tertutup.
.
.
.
Tamat..
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi boong🤭
__ADS_1