
Angel begitu terkejut saat keluar dari bandara Mom dan Daddynya sudah menunggu, lalu dia melihat ke arah Bertha yang pura- pura tak tau, beruntung Angel memakai kacamata hitamnya hingga mata sembab nya tak terlihat.
Tapi mengingat semua masalahnya dia ingin menangis lagi, lalu dengan cepat dia berlari dan memeluk Axel..
"Dad, aku merindukanmu.. hiks.. hiks.." Axel tertegun sesaat lalu selanjutnya dia membalas pelukan Angel dan mengelus punggungnya, dia tak pernah mendapati Angel menangis terisak seperti ini, sepertinya masalah yang di hadapi cukup berat, Axel menyangka Angel adalah anak paling kuat dan tegar, sedari kecil dia tak pernah merengek jika ingin sesuatu, dia hanya menatap sesuatu itu dengan berbinar barulah Axel membelikannya, atau bahkan Axel harus menanyakan terlebih dahulu, Angel ingin apa? barulah Angel mengatakan keinginannya.
Axel melihat Baby yang menggigit bibirnya, istrinya itu pasti sedang menahan tangis, lalu beralih ke Bertha yang baru saja tiba di depan mereka.
Bertha menundukkan kepalanya lalu membuka mulutnya hendak bicara, namun Axel mencegahnya dengan mengangkat tangannya, Bertha mengerti lalu beranjak dan mulai memasukkan barang bawaannya kedalam bagasi di bantu supir.
Baby mengelus punggung Angel "Kamu tidak merindukan Mom, padahal Mom yang selalu menelpon mu" Baby mencebik.
Angel melihat kearah Baby lalu memeluknya "Maafkan aku Mom.." Angel mengatakannya dengan ambigu, lalu dia semakin mengeratkan pelukannya.
"Ya, dan sebagai hukuman nya kamu menginap di mansion kita hari ini" Angel hanya mengangguk, lalu Axel mulai membimbing keduanya agar memasuki mobil.
.
.
__ADS_1
.
Baby menutup pintu perlahan agar Angel tak terbangun dia baru saja menemani Angel tidur, entah kapan terakhir kali anaknya minta di temani tidur, Baby bahkan merasa Angel terlalu cepat besar, dan kini Angel meminta di temani tidur, tentu saja Baby tak akan menolah.
Baby melangkahkan kakinya kearah ruang kerja Axel, disana ada Axel dan Bertha yang sedang membicarakan masalah Angel, Baby sudah tak tenang sejak tau Angel bertemu Jonathan.
Baby membuka pintu dan melihat Bertha sedang menunduk takut "Bagaimana bisa kau mengetahui sedangkan kau tak memberitahu kami" Axel berteriak marah.
"Maafkan aku tuan, tapi Nona memohon untuk merahasiakan semuanya, bagaimana aku bisa menolak."
"Ada apa ini?" tanya Baby.
Bertha mulai menceritakan, niat sebenarnya Angel pergi ke negara tersebut, untuk mengacaukan hidup Jonathan, dan tentang semua yang berhubungan dengan Jonathan yang sesungguhnya Angel tahu bahwa Jonathan adalah Ayah biologisnya, dan dia mencari tahu sendiri sejak lama.
Baby menangis terisak saat mendengar Bertha mengatakan bahwa Angel di hina sebagai ja lang oleh Jonathan, sedangkan Axel mengepalkan tangannya erat, pantas saja Angel pulang dengan raut murung juga menangis di pelukannya, rupanya semua karena Jonathan, sejak dulu Michael adalah orang-orang brengsek!.
Bertha ragu-ragu menceritakan apa yang dilakukan Leon, karena dia juga belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka.
Dia sebaiknya membujuk Nonanya bercerita dahulu lalu dia akan melaporkannya pada tuan Axel.
__ADS_1
"Astaga, Angel.. selama ini dia diam dan menyembunyikan semuanya sendiri" Baby tahu sejak dulu Angel mendambakan sosok Ayah, hingga akhirnya Axel datang dan memberikan kehangatan itu, namun Baby tak tahu ini akan terjadi dan Angel bahkan mencari tahu sendiri tentang Ayah biologisnya, namun Angel malah mendapatkan penghinaan dari Ayahnya sendiri.
Saat mereka masing merenung tiba- tiba terdengar teriakan dari arah kamar Angel, sontak saja semua orang berdiri dan segera berlari untuk melihat apa yang terjadi.
Baby menutup mulutnya saat melihat kondisi Angel, tadi saat dia meninggalkan Angel yang tertidur dia masih baik- baik saja, tapi sekarang Angel meraung dan duduk di pojokan sambil menutup telinganya..
"Tidak aku mohon tolong aku.. lepaskan aku,,, Mommy.. Akh.. Mommy.. sakiittt!!"
________
Iya, deh iya aku kasih dua bab, tapi jangan lupa taburan bunganya ya, kopi juga bolehðŸ¤
Like..
komen..
vote..
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1