Wanita Malam

Wanita Malam
Axel..?


__ADS_3

Baby duduk dengan gelisah di depan dokter menunggu dokter menjelaskan.


"Baiklah nona Baby" dokter di depan Baby menghela nafasnya lalu melanjutkan "Pengobatan kita selama ini hanya mempertahankan kondisi ibumu, dan seperti yang kita tahu kita perlu transplantasi ginjal untuk ibu mu jika ingin benar benar sembuh, dan untuk sekarang aku jelaskan kondisi ginjal ibumu sudah benar benar tak bisa di pertahankan lagi,kita harus melakukannya segera"


"Tapi dokter nama ibuku masih belum naik di bank organ, aku harus bagaimana?" Baby meremas kedua tangannya sudah sejak lama Baby mengajukan nama ibunya ke bank organ tapi sampai sekarang nama ibu nya tak pernah naik, mungkin benar ada semacam permainan kekuasaan disana dimana yang punya uang dia yang lebih dulu naik, sedangkan Baby sudah berusaha tapi tetap saja uangnya tak pernah memenuhi nama ibunya untuk segera naik.


"Kalau begitu aku sangat menyesal, maafkan aku nona Baby" Baby tak percaya apa perjuangannya selama ini harus sia sia,dan sampai disini saja. Baby duduk di sisi pembaringan ibunya dan manatap mata ibunya yang terpejam.


"Ibu.. apa yang harus aku lakukan?" Baby menangis ia akhirnya menagis dengan terisak, "Ibu maafkan aku..hiks.. hiks.." hatinya sungguh lelah.


Sudah satu jam ia menunggu ibunya hanya menemani dan menggenggam tangan ibunya yang tak sadarkan diri.


Ponsel Baby bergetar, Baby mengeryit saat melihat nama Alfredo tertera,Baby keluar dari ruangan ibunya untuk mengangkat panggilan Al,belum Baby bicara Alfredo sudah berteriak..


"Baby dimana kau?" Alfredo terdengar panik.


"Ada apa Al?"

__ADS_1


"Aku menghubungi sejak tadi.." Baby kembali melihat ponsel nya dan melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Alfredo.


"Maafkan aku,aku sedang di rumah sakit,ada apa Al?"


"Apa yang terjadi, ibumu baik baik saja?" Alfredo bertanya tak kalah panik saat mendengar nama rumah sakit, ia tau sejak dulu perjalanan hidup Baby tentang ibunya juga tentang masa lalu.


"Ibu harus segera di operasi, lalu ada apa kamu menghubungi ku Al?" Alfredo mendesah sebelum melanjutkan..


"Kau tau club malam Mery sudah ditutup.."


"Entahlah, sekarang aku harus ke kantor polisi, Mery ditangkap karna sudah melakukan percobaan pembunuhan pada Axel Alonzo,dan kini Axel menuntutnya"


"APA!! AX.. apa?"


"Axel, orang yang juga sudah menutup club Mery, dan Mery meminta Pablo melenyapkan Axel dua hari lalu,sekarang Pablo dan Mery sudah di tangkap"


"Astaga.." Baby menutup mulutnya, Pablo memang pembunuh bayaran,apa yang sudah Mery lakukan, tunggu dua hari lalu adalah, saat ia juga bertemu Axel dalam keadaan mengerikan.. apa mereka Axel yang sama? tapi nama Axel tak cuma satu bukan?

__ADS_1


"Baiklah Baby, sudah dulu hari ini aku sangat sibuk, aku hanya memberi kabar dan maaf aku belum bisa menjenguk ibumu.."


"Baiklah Al, tak apa dan terimakasih"


Baby terduduk lesu dari mana ia harus mencari uang kini, club Mery ditutup dan ia tak bisa melayani penyewa tanpa Mery, selama ini ia menutup akses orang lain agar tak mengganggu privasinya, karna itu ia hanya mendapat penyewa lewat Mery,dan Mery ditangkap polisi sekarang.


Baby hanya bisa memandang kosong kedepan tepat saat itu sebuah notifikasi muncul, Baby membelalak saat melihat jumlah uang yang masuk ke rekeningnya, astaga sebanyak ini..hanya dengan melayani Axel satu kali dia bisa mendapatkan uang sebanyak ini, siapa Axel sebenarnya, apakah Axel yang sama dengan Axel yang membuat Mery masuk penjara, jika benar maka bukankah Axel memiliki kekuasaan? tiba tiba ucapan Axel tadi terlintas di benak Baby..


"Jika kau bisa memuaskanku kau tak perlu lagi menjual dirimu pada orang lain cukup layani aku setiap aku menginginkanmu maka aku akan memenuhi kebutuhanmu hanya dengan menjadi budak ku saja"


Dan pemikiran gila merasuk dalam diri Baby sekarang ini..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2