
Baby mengerjapkan matanya yang terasa lengket seluruh tubuhnya terasa berat dan lemas.
Baby menatap sekelilingnya dimana ini? aroma minyak dan solar begitu menyengat di hidung Baby, sepertinya ini gudang minyak dan solar, di sekelilingnya banyak tangki minyak.
Mengapa ia ada disini, seingatnya ia dan Angel akan ke kota untuk menemui Axel.
Tiba tiba Baby teringat Angel, dimana Angel mengapa ia hanya sendiri disini.
"Angel.."
"Tolong.."teriaknya, Baby ingin lari dan mencari jalan keluar namun tangan dan kakinya terikat.
"Angel.." Baby sudah menangis bagaimana jika sesuatu terjadi pada Angel, mengingat kondisinya juga tak baik baik saja.
"Angel.."
Tiba tiba pintu terbuka, menampakan wanita berpakaian glamor dengan makeup tebal dan bibir merah menyala.
Wanita tersebut menghampiri Baby dan berjongkok di hadapan Baby menyetarakan tingginya "Wah tidak menyangka selera Axel hanya seorang Ja lang.. ck ck ck sayang sekali"
"Siapa kamu dimana Angel..?" Baby tak mengerti apa dia pernah melakukan kesalahan apa dia salah satu istri pria hidung belang yang pernah ia layani.
"Hmm, kamu punya anak yang manis, menurutmu dia bisa menjadi uang berapa jika dijual.."
Baby menggeleng "Tidak jangan lakukan itu, aku mohon.. jangan sakiti Angel" Baby tau apa yang di maksud wanita di depannya dia berniat menjual Angel, tidak.
"Aku mohon jangan, apa salahku.. aku tak mengenalmu,apa aku pernah melakukan kesalahan padamu, aku mohon lepaskan anakku"
"Ush.. ck ck ck pertanyaanmu terlalu banyak, tapi tenang saja malaikatmu baik baik saja asalkan kamu tidak macam macam.." Wanita tersebut berbalik hendak pergi.
"Tunggu.. tolong lepaskan aku, biarkan aku bertemu anakku tolong.." namun Wanita itu bergeming dan pergi menutup kembali pintu, hingga ruangan yang tadinya terang menjadi gelap.
Baby masih bisa mendengar wanita itu bicara di balik pintu "Dia sudah ada di tangan kita, putriku memang pintar mengalihkan perhatiannya.. setelah ini pastikan dapatkan milik kita kembali"
.
__ADS_1
.
Ami berjalan tertatih ia sudah berjalan beberapa ratus meter dari mansion nenek Axel, Ami teringat ucapan ayahnya yang memintanya melakukan ini, dan Ami menurut untuk terakhir kalinya, Jhordi berjanji melepaskannya jika Ami melakukannya dan Ami benar benar sudah menjatuhkan dirinya sendiri dan rasanya sudah kehilangan segalanya.
Teringat percakapan Ami dengan ayahnya dibalik jeruji besi.
"Sudahlah papa kita sudah kalah.. hentikan semua ambisimu.." Jordi mendengus mencibir.
"Kamu fikir apa yang kamu nikmati itu jatuh dari langit.. kamu harus ingat jika.."
"Ya aku ingat papa, bahwa ibuku meninggalkanku karna uang.." bahkan hingga Ibunya mati pun Ami tak sudi menemuinya karna ibunya begitu jahat meninggalkannya dalam kemiskinan.
Jhordi terkekeh lalu menggeleng "Tidak Ibumu yang sebenarnya tak pernah meninggalkanmu, dia masih ada, dia yang pergi adalah wanita bodoh yang sudah aku tipu, dan dia pergi bukan hanya karena uang tapi karena tau anak yang selama ini di rawatnya bukan anaknya" Ami terjengit apa maksud ayahnya, Ami bukan anak ibunya, lalu siapa ibunya.
"Wanita itu kehilangan bayinya saat melahirkan dan secara kebetulan ibumu melahirkanmu, maka ia menyerahkannya pada wanita itu.."
"Jadi aku bukan anak kalian.."
"Lebih tepatnya hanya anakku.."
"Dan wanita lain itu adalah ibu kandungmu" Ami menggeleng, mengapa papanya begitu kejam dan menghasut mereka untuk menuruti semua kemauannya tanpa tau kebenarannya, Jhordi bahkan mengatakannya tanpa rasa bersalah sekalipun.
"Baiklah, papa akan berhenti tapi lakukan sekali lagi, yakinkan nenek Axel bahwa anak dalam kandunganmu adalah anak Axel, maka papa akan melepaskanmu.."
"Papa tau, aku hamil?"
Jhordi mendengus "Tentu saja, dan kamu memang bodoh sudah hamil anak pria lain yang bukan suamimu.."
Ami menggeleng "Nenek tidak akan percaya.. "
"Cobalah.. jika kamu berhasil setidaknya kamu bisa hidup nyaman dengan uang Axel" dan Jhordi tak akan rela semua jerih payahnya selama ini hilang tanpa sisa,ia akan melakukan apapun agar semuanya kembali padanya, bahkan mengorbankan Ami, anaknya sendiri.
Ami melakukannya dan ia tak berhasil,Axel dan neneknya bahkan kini membuangnya.. sekali lagi dia memang bodoh menuruti ayahnya yang gila harta, dan sekarang harga dirinya,sudah hancur karna foto dan vidio yang sudah tersebar.
.
__ADS_1
.
Axel menempuh perjalanan selama empat jam menuju rumah yang di tempati Baby dan Angel, setelah menenangkan sang nenek, Axel akhirnya bisa pergi dengan tenang.
Begitu tiba Axel mendapati rumah milik Alfredo itu sepi, Axel tak tau mereka pergi kemana Axel sudah menarik semua penjaga karna ia akan datang hari ini,namun niatnya datang pagi pagi harus gagal karena masalah Ami.
"Kau Axel?" Alfredo baru saja turun dari mobilnya dan melihat Axel berdiri di depan pintu.
"Kemana Baby?" tanpa basa basi Axel langsung bertanya,
Alfredo mengerutkan keningnya."Bukankah pagi pagi sekali kau mengirim anak buahmu menjemput Baby dan Angel?"
"Aku tidak mungkin meminta anak buah ku menjemput mereka, bukankah aku sudah bilang aku akan menjemput mereka, itu artinya aku"Axel menekankan kata katanya, Alfredo tercengang jika bukan anak buah Axel lalu siapa yang membawa Baby dan Angel.
Saat Axel masih linglung ponselnya berdering "Kau mencari wanitamu Axel.."
Axel menggeram marah siapa lagi yang melakukan ini jika bukan Jhordi.
"Ada apa?"
Melihat Axel terburu buru menuju mobilnya, Alfredo mencekalnya "Ada apa? katakan padaku"
"Aku harus menemukan mereka"
"Aku ikut.."
Alfredo menaiki mobil Axel tak peduli tatapan tajam Axel, mereka harus cepat menemukan Baby dan Angel, ia sudah tau dari raut wajah Axel itu berarti Baby dan Angel tak baik baik saja.
.
.
.
Dirgahayu Indonesia...🇲🇨
__ADS_1