Wanita Malam

Wanita Malam
Berusaha menggoda


__ADS_3

Axel melihat Baby terburu buru seketika menjadi cemas, apalagi Baby berlari di tangga, dengan cepat Axel melangkah dan benar saja di beberapa tangga terakhir kaki Baby tak mendapat pijakannya dan terhunyung.


"Akh.."


Axel meraih Baby hingga tubuh Baby tak menyentuh lantai, astaga jantung Axel serasa akan copot bagaimana jika Baby terjatuh.


"Baby.. ! apa yang kau lakukan apa kau ingin mati!!" namun Baby mendongak dengan mata berbinar dan masih dengan senyum yang sama, lagi lagi Axel terpana.


"Kau sudah datang.." tanpa menghiraukan perkataan Axel, Baby malah sibuk meredakan nafasnya yang menderu, dadanya naik turun ia sempat terkejut tadi tapi tak disangka Axel menyelamatkannya,meski hanya tinggal beberapa tangga saja tapi tetap saja jika ia terjatuh setidaknya kepalanya akan terbentur lantai.


"Astaga ada apa denganmu..?" Axel menatap Baby yang masih berada di dekapannya.


"Aku menunggumu.." Baby berdiri tegak, meraih tangan Axel lalu membawanya kearah ruang makan "Kau sudah makan malam? ayo makan dulu, aku meminta pelayan membuat lasagna dan risoto untuk mu, katanya kau suka bukan?"

__ADS_1


Axel yang masih linglung hanya menuruti langkah Baby dan duduk di kursi makan, Baby menata di atas piring semua makanan tanpa satu pun yang terlewat sampai sampai piring Axel penuh dengan berbagai makanan.


"Makanlah.." Axel memicingkan matanya saat tersadar ada yang aneh dengan Baby, biasanya Baby akan acuh tak acuh pada Axel dan hanya melakukan pekerjaannya di atas ranjang saja, namun kali ini Baby benar benar aneh.


"Ada apa denganmu?" tanya Axel dengan tatapan tajamnya.


Baby mengatupkan bibirnya "Kau tak suka.."


"Apa?"


"Kau mulai jatuh cinta padaku?"


Baby mengerjapkan matanya 'Tidak akan' batinnya "Itu.." Baby masih akan merangkai kata apa alasannya tiba tiba bertingkah manis pada Axel, agar Axel tak menuduhnya macam macam.

__ADS_1


Axel menarik Baby hingga Baby terduduk di pangkuannya "Jika itu mulai merasuki fikiran mu, sebaiknya kau singkirkan Baby.." Axel berbisik di telinga Baby, hingga Baby merasakan bulu roma nya berdiri.


Baby bergidik apa keputusannya menggoda Axel salah besar "Mana aku berani tuan.."


"Bagus jika kau tau diri ,karna aku tak akan jatuh cinta pada seorang ja lang.. Baby" bisik Axel lembut, namun Baby merasakan tusukan tak kasat mata di dadanya.


Tentu saja dirinya tahu diri, tapi seharusnya Axel tak perlu terus mengingatkannya tentang setatusnya bukan? status Ja lang yang memang sudah melekat dan memang tak akan bisa ia lepas tentu akan selalu diingat.


Jatuh cinta? dalam mimpi pun Baby tak akan berani.. Axel memang tampan tak dapat dipungkiri Baby selalu dibuat terpesona, tapi Baby sama sekali tak pernah terfikir untuk terikat selamanya dengan Axel, apalagi dengan status simpanan atau selingkuhan.. tidak akan. Baby hanya harus mengingat Angel maka fikirannya kembali waras,tentu saja ia akan selalu ingat ia hanya seorang Ja lang, wanita malam yang hanya melakukan nya demi uang, dan kali ini Baby menggoda Axel hanya untuk membujuk Axel agar ia bisa tinggal dengan Angel.. Baby meredupkan senyumnya lalu memberengut namun terlihat merajuk manja, ia masih berusaha setidaknya ia belum mendapat jawaban Axel bukan? "Tentu saja tuan aku cukup tahu diri...aku hanya merasa perlu memberi pelayanan terbaikku" Baby mengelus dada Axel yang terbalut kemeja, dengan gerakan lembut.


"Ah.. begitukah?" Baby mengangguk, Axel mengendus bahu Baby,tangannya menyibak menyingkirkan helaian rambut Baby, seketika aroma tubuh Baby langsung tercium aroma yang selalu membuat Axel tergila gila dan ingin segera menyentuh dan memuaskan dirinya, libidonya bisa seketika naik jika bersama Baby "Jika begitu lakukan tugasmu.." tangan Axel meremas pinggang Baby dan semakin menempelkan tubuh mereka hingga merapat tanpa jarak hanya balutan pakaian yang menghalangi mereka "Tapi.. karena kamu sudah bersikap manis maka aku akan memberikan sesuatu yang akan membuatmu melayang.. Baby.. cukup ikuti aku.."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2