Wanita Malam

Wanita Malam
Lebih Dekat


__ADS_3

"Emily..?"


Perempuan tersebut berbalik dan langsung tersenyum lebar saat mendapati Leon dihadapannya.


"Leon aku merindukanmu" perempuan itu menghambur memeluk Leon.


Wajah Leon berubah datar lalu mendorong tubuh Emily"Apa yang kau lakukan disini?"


"Aku menemui tunanganku, apa itu tidak boleh.."


"Aku tak pernah setuju untuk bertunangan.." Orang tua Leon memang berniat menjodohkannya dengan Emily namun Leon tak pernah menyukai Emily, dan itu juga yang membuat Leon menghindar dan tinggal di hotel beberapa hari ini.


"Tapi Leon, Uncle bilang.."


Leon berdecak dan membuka pintu dengan acuh "Pergi bilang pada Daddy, kalau aku tidak mau" Leon menutup pintu bahkan Emily berjengit saat pintu tertutup keras.


Leon menggerutu kesal, hari nya yang bagus hancur karena kedatangan Emily dia sudah menolak tapi kenapa Emily masih mengejarnya.


Orang tuanya menjodohkannya dengan anak dari sahabat mereka, tapi Leon bersikeras tak mau, Emily memang cantik tapi Leon sama sekali tak tertarik, apalagi dia sudah menemukan malaikatnya, yang akan dia jadikan istri kelak, yah meski belum tentu Angel mau, tapi kan dia belum berusaha, jadi dia harus semangat berjuang.


Mengingat Angel mood Leon kembali baik, Leon memejamkan matanya sambil terlentang di ranjang membayangkan wajah Angel yang tersipu setelah mencium pipinya.


.


.


Disisi lain Angel mondar mandir tak tenang, sudah setengah jam berlalu tapi bayangan dirinya mencium Leon terus berputar dikepalanya, dia menggigit bibir bawahnya menahan gejolak dihatinya.


Bertha melihat Nona nya berwajah pucat juga sedikit khawatir "Nona kau baik-baik saja?"


"Aku baik, Bertha aku mau tidur" Dengan segera Angel naik ke atas ranjang dam menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Nona kau tidak melakukan kesalahan kan?" tanya nya saat melihat Angel semakin gelisah.


"Tidak Bertha, pergilah aku ingin tidur" Bertha mendengar suara Angel yang teredam selimut, lalu menggeleng dan beranjak.


"Baik Nona, aku pergi" setelah mendengar pintu tertutup, Angel bangun dan mengacak rambutnya.


"Bagaimana jika aku benar benar jatuh cinta pada Leon" Angel menunduk tiba tiba ketakutan melandanya, "Tidak.. tidak boleh, aku tak pantas untuk Leon" Angel menutup wajahnya dan mulai terdengar suara tangisan meski lirih.


.


.


.

__ADS_1


Hari ini adalah hari terakhir pameran dan besok malam akan di adakan pelelangan sekaligus acara puncak.


Seperti biasa Angel sudah bersiap dipagi hari, bangun tidur Angel langsung melesat bangun, dengan pipi merah dia berlari ke kamar mandi, benar seperti dugaannya setelah melakukannya semalam, Angel tak bermimpi buruk, Angel memimpikan dirinya mencium Leon, bahkan di dalam impiannya Leon menahan tengkuknya saat dia akan berpaling lalu Leon balas mencium tepat di bibirnya, Angel dibuai oleh bibir Leon hingga Angel merasa dirinya tenggelam dan mulai membalas ciuman Leon meski terasa kaku.


Entah bagaimana dan sejak kapan mereka berpindah keatas ranjang bahkan tubuh mereka sudah tak terhalang satu benangpun.


Angel dibuat mende sah oleh cum buan Leon, bahkan dia hanya bisa mengangguk saat Leon berbisik "I want you" namun saat Leon akan beralih kesesi berikutnya Angel terbangun.


"Astaga apa yang aku fikirkan" Angel menepuk kepalanya yang terbayang dengan mimpinya, meski mimpinya tak beda jauh dari mimpi buruknya tapi tetap saja segalanya berbeda, tak ada rasa takut saat Leon menyentuhnya.


Sentuhan itu terasa nyata dan lembut menggantikan seluruh mimpi buruknya, hingga saat bangun Angel tak merasakan takut seperti biasanya.


.


.


.


Angel menghela nafasnya saat melihat Leon sudah berdiri di dekat mobil nya, Angel sebenarnya merasa malu, apalagi dengan sikapnya semalam yang tiba- tiba mencium Leon, sekarang dia harus apa.


"Hay.." Sapa Leon sumbringah.


"Hay.."


"Kamu tidak bekerja?"


"Aku akan pergi setelah mengantarmu" Angel mengangguk lalu menoleh kearah Bertha


"Bertha aku akan pergi bersama Leon, kamu berangkat sendiri ya"


"Baik Nona" Setelah memastikan Angel pergi dengan Leon, Bertha memasuki mobilnya dan menyusul ke gedung pameran.


Di dalam mobil Leon, sesekali melihat Angel yang memandang keluar jendela, Sebenarnya Angel sedang menutupi rautnya yang memerah karena kejadian semalam di tambah lagi tentang mimpi yang di alami nya,semakin membuatnya malu dan membayangkan yang tidak-tidak."Mm.. besok malam acara puncaknya kan?" Leon memulai obrolan.


Angel mengangguk "Iya, kamu sudah punya undangannya kan, kalau belum aku punya.." Angel merogoh tasnya untuk mengambil satu undangan untuk Leon.


"Aku sudah punya, tentu saja aku yang akan mendapat lukisanmu.."


Angel terkekeh, "Ya, baiklah dapatkan dengan harga tinggi okey?"


"Okey..." Leon menaikan bahunya, seolah itu hal yang mudah.


"Oh.. Aku lupa tuan Leon kan kaya raya.." cibirnya.


Leon mengulurkan tangannya, memberanikan diri untuk menggenggam tangan Angel, mendapati Angel tak mengelak sama sekali dan hanya tersenyum membuat Leon senang bukan kepalang, Leon yang merasakan tangan Angel begitu dingin, menjadi khawatir.

__ADS_1


"Tanganmu dingin, Kamu kedinginan, mau aku matikan Ac nya?" Angel menggeleng ia menyadari ini bukan karena AC tapi Angel menahan ketakutan bercampur gugup, meski Angel sudah menurunkan kewaspadaannya terhadap Leon, tapi tetap saja rasa takut itu masih ada.


"Leon menurutmu bagaimana dengan keluarga Michael?" Leon mengerutkan keningnya.


"Baik, setahuku mereka keluarga yang baik, dan harmonis, ada apa?"


"Semalam saat ke toilet, aku diminta nyonya Michael melukis, untuk Anniversary nya.."


"Oh, ya?" Leon mengerut, apa mereka tau jika Angel anak dari Axel Alonzo,apa rencana mereka? atau ini murni karena Angel seorang pelukis? apakah Angel tahu jika Jonathan Michael menaruh dendam pada Axel Alonzo?.


Menjadi pebisnis menuntut Leon harus tahu apa saja yang menjadi kelemahan rekan, bahkan musuhnya, dia harus tahu bagaimana sepak terjang mereka, dan memastikan dirinya aman.


Dan dari yang Leon tahu, bahwa dulu Axel Alonzo menikah dengan putri dari Jhordy Michael, lalu Axel selingkuh dan meninggalkan Camila Michael, namun ternyata juga beredar berita perselingkuhan Camila Michael dengan banyak pria, hingga Camila depresi dan memilih mengakhiri hidupnya, lalu keluarga Michael dibuat bangkrut oleh Axel, hingga Jonathan harus berjuang untuk membentuk kembali kekuatannya dalam 18 tahun ini,kala itu benar- benar masa terpuruk untuk Jonathan, kematian Ayah,dan adiknya juga kebangkrutan perusahaan,sehingga Jonathan menyimpan dendam hingga sekarang pada Axel Alonzo.


Tak ada yang tahu bagaimana detailnya, sepertinya juga ada yang sengaja di sembunyikan, dan Leon mendadak dibuat penasaran dengan itu sekarang, Apakah Angel tahu bahwa Jonathan dan Axel bermusuhan? atau Apakah Angel anak dari hasil perselingkuhan Axel?


Lalu apakah Jonathan merencanakan pembalasan lewat Angel?


Leon mengerjapkan matanya, tiba tiba kepalanya di penuhi pertanyaan rumit, andai Angel tak bertanya mungkin dia tak akan setakut ini,bagaimana jika benar Jonathan tau tentang Angel dan merencanakan hal buruk.


"Lalu menurutmu, bagaimana dengan keluarga itu?"


Angel mengeryit "Kalau aku tau, untuk apa bertanya" kilahnya.


"Memangnya kamu belum pernah mendengar tentang mereka?"


Angel menggeleng "Tidak, baru semalam Aku berjumpa dengan mereka"


Leon mengangguk, dia harus menyelidiki lebih lanjut tentang ini, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Angel.


Leon mengeratkan genggamannya di tangan Angel hingga Angel meringis "Ah, maaf apa kah sakit?" Leon melihat tangan Angel dan mengecupnya lembut, sontak saja Angel merasakan pipi nya memerah.


"Kapan kamu akan pergi ke rumah Tuan Michael, aku akan mengantarmu"


Angel menggeleng "Nyonya Lily bilang supirnya akan menjemputku"


.


.


Like..


komen..


vote..

__ADS_1


__ADS_2