Wanita Malam

Wanita Malam
Sia sia saja


__ADS_3

Baby memejamkan matanya lelah seperti biasanya Axel menggempurnya berkali kali sejak tadi di meja makan hingga berpindah ke kamarnya tubuhnya remuk redam, namun entah mengapa Baby tak merasa marah atau jijik seperti yang ia rasakan, Baby merasa sesuatu yang baru pertama kali ia rasakan dalam berhubungan intim, rasa puas yang Axel berikan, Baby diperlakukan dengan lembut, dan merasa dihargai Baby bahkan berkali kali mendapatkan puncaknya karna ulah Axel, tak ada rasa sakit bahkan saat Axel melesakan dirinya bisikan Axel membuatnya melayang "Kau juga harus menikmati ini Baby"


Awalnya Baby hanya menurut apa kata Axel karna berharap bisa meluluhkan Axel dan membiarkannya pulang, namun entah mengapa Baby merasa semakin lama Axel menjamahnya rasanya semakin terasa nikmat dan enggan untuk berhenti dan menghentikan Axel.


Setelah sekian lama Baby baru merasakan apa itu kenikmatan dalam bercinta, bahkan saat bersama Niko pun tak pernah senikmat ini, untuk sesaat Baby tenggelam.


Ceklek...


Terdengar pintu terbuka Axel baru saja masuk setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam diruang kerja, tadi setelah menggempur Baby, sebanyak tiga kali termasuk di meja makan, Axel mendapat telpon yang Baby tau itu istrinya, Baby sempat melihat nama Ami di layar ponsel sebelum Axel keluar kamar meninggalkan Baby yang masih terengah setelah mereka mendapat gelombang or*gas*e bersama. Ada sedikit perasaan Baby yang tiba tiba menciut, mengapa rasanya sakit diperlakukan seperti itu ditinggalkan setelah mendapat kepuasan, biasanya Baby yang akan pergi pertama dan meninggalkan para penyewanya dan mereka selalu membujuk Baby agar mau melayaninya kembali, tapi kali ini Axel yang meninggalkannya bahkan selalu begitu, Axel akan pulang setelah puas menggempurnya berkali kali.


Baby menggeleng ini yang ia takutkan tenggelem dalam jebakan Axel, untuk pertama kalinya ia meruntuhkan pertahanan mengikuti permainan panas yang Axel berikan,Baby menikmatinya, Baby takut..ia takut jatuh cinta pada pria di depannya ini, akibat menikmati rasa yang di hadirkan Axel.


"Apa yang kau fikirkan" Axel mengelus pipi Baby dengan satu jarinya.


Baby menggeleng "Kamu akan pulang?"

__ADS_1


"Mengapa? kau ingin aku cepat pulang?"


"Tidak.. bukankah istrimu menelponmu? mungkin dia menunggumu" Jari Axel beralih ke dagu Baby lalu mengangkatnya hingga kini Baby mendongak kearahnya.


"Tak perlu kau fikirkan yang bukan urusanmu , yang harus kau fikirkan hanya bagaimana cara memuaskanku" Baby mengangkat sebelah alisnya.


"Kamu tidak puas dengan pelayananku?"


"Entah lah, karna aku selalu tak merasa cukup hanya melakukannya sekali saja denganmu" Axel memiringkan wajahnya lalu menyesap bibir bawah Baby,


"Aku suka kau bertingkah manis Baby"


"Kalau begitu aku akan terus melakukannya.."


"Benarkah?" Baby mengangguk "Jadi kau mau apa?" Axel sudah terbiasa dengan para penjilat maka Axel tau Baby menginginkan sesuatu, Baby yang mendadak baik dan bersikap manis padanya "Menginginkan uang..?" Baby tak butuh uang, semua sudah dipenuhi Axel, perawatan ibunya,dan biaya hidup Angel,bahkan Axel memberinya kartu tanpa batas yang bisa digunakan sepuasnya,tapi untuk apa toh dirinya kini terjebak dalam sangkar emas dan tak bebas berkeliaran,jadi Baby tak butuh yang lainnya.. ia hanya ingin Angel.

__ADS_1


Baby menarik nafasnya sebelum berucap memberanikan diri.. "Bolehkah aku pulang saja ke rumahku, lagi pula kau tidak setiap hari ada di sini bukan? aku tetap sendiri dirumah ini, kau bisa memanggilku jika kau butuh.." Axel menggeleng tak setuju, lalu Baby menunduk lesu.


"Jangan jadi serakah Baby.. aku sudah membelimu,dan kau sudah mendapat yang kau inginkan, jadi selama kau milikku kau harus menurutiku ,setidaknya hingga aku bosan.."


Baby mendongak dengan mata berkaca "Lalu kapan itu terjadi..?" benarkah ia serakah ia hanya ingin tinggal bersama anaknya,membeli katanya.. apa Baby benar benar sudah menjadi barang, setiap kali Axel mengatakan itu mengapa rasanya sakit sekali. "Kau bahkan tak memberi kepastian kapan akan bosan pada ku.. lalu dengan mudah kau menyembunyikan ku dari dunia luar hingga istrimu tak akan pernah tau tentang hubungan terlarang ini,agar ini tak segera berakhir.. aku tak akan mengatakan apapun pada siapapun aku akan menutup mulutku, aku juga benar benar akan menunggu hingga kau bosan dengan sendirinya, tapi.. aku hanya minta biarkan aku bersama anakku,apa itu terdengar serakah"


Axel termangu,melihat mata Baby berkaca kaca dengan tatapannya yang sungguh rapuh,dan penuh permohonan, ada apa dengan Baby, selama ini Baby selalu terlihat kuat dan tak pernah terlihat rapuh, sekalipun Axel melontarkan kata kata kasar tapi Baby tak pernah menyangkal,bahkan terkesan menerima, Axel memalingkan wajahnya hatinya tiba tiba berdenyut..


Axel beranjak dan berdiri dari duduknya "Tuan.. aku mohon" Baby meraih tangan Axel dan menggenggamnya memohon sekali lagi,namun Axel menepis lalu berbalik meninggalkan Baby yang bergumam lirih "Kau sungguh kejam tuan.." memisahkan ibu dan anaknya bukankah itu kejam, awalnya Baby setuju dengan permintaan Axel untuk tinggal jauh dari Angel, karna Axel mengatakan ia tak suka anak anak dan akan merepotkan,Baby juga berfikir Axel pasti akan segera bosan dan melepaskan nya, tapi setelah satu bulan Axel tak juga bosan dan malah semakin mengekangnya janji satu minggu sekali Baby boleh pulang tapi sekarang sudah dua minggu Baby tak pulang dan Baby tak tahan jika harus terus jauh dari Angel.


Brak..


Pintu tertutup keras,Baby menangis terisak usahanya sia sia, meski sudah bersikap manis tetap saja Axel bersikap keras dan Baby tak bisa pulang..


"Angel.. mom rindu.."

__ADS_1


__ADS_2