
"Angel sedang mengandung anakku" Jelas itu sebuah peryataan, dan membuat Jonathan terkejut, namun tak lama Jonathan mengeryit,lalu tertawa kecil "Kau bercanda?"
"Aku tidak bercanda, dan aku sedang mengalami sindrom couvade, semacam Angel yang hamil aku yang mengidam.."
"Bagaimana kau yakin jika itu Angel, bukan wanita lain, tunanganmu misalnya" Ledek Jonathan, seringaian muncul di sudut bibirnya, namun raut nya menjadi serius saat Leon sama sekali tak terpancing, dan tetap dengan wajah seriusnya.
"Aku tak melakukannya dengan wanita lain, setidaknya tiga bulan belakangan, dan aku melakukannya dengan Angel satu bulan lalu.."
Tiba-tiba Jonathan menggebrak mejanya "Kau memaksanya sial..."
Leon menampakan wajah datar, dia tahu dia bersalah dan dia sudah meminta maaf, tanpa diingatkan dia juga mengingat bahwa dirinya sudah melukai Angel, bahkan demi apapun dia menyesal, bukan karena sudah melakukannya dengan Angel, melainkan melakukannya dengan cara yang salah.
"Aku datang kemari bukan untuk terus dihakimi, aku tahu aku bersalah.. setiap detik aku bahkan menyesal telah menyakitinya, aku hanya minta satu hal padamu, bisakah kalian menjaganya, Aku tahu kalian sudah menjaganya, tapi dia sedang mengandung, jadi bisakah kalian juga memastikan keselamatan anak ku juga.. aku akan bertanggung jawab untuk semuanya, ada darah dagingku disana, aku akan menerima seberapa banyaknya dia memaki, dan menghajarku, hanya saja aku tak ingin dia histeris saat melihatku, dan bagaimana jika itu melukai keduanya.."
Jonathan terlalu terkejut, dengan semua ini, tapi benarkah Angel hamil?
"Tuan Jonathan Aku ingin menemuinya, tapi saat melihatnya dalam keadaan histeris aku merasa tidak sanggup, rasanya seperti lebih baik jika aku mati saja, aku lebih baik melihatnya dari jauh, jika itu membuatnya tenang dan bahagia. Aku rindu padanya, aku ingin bertemu dengannya, aku ingin memeluknya tapi jika dengan melihatku bisa menyakitinya.. aku sungguh tidak berani.."
"Kau seorang pengecut.."
"Ya, Aku memang pengecut.." Jonathan memang setuju saat Axel berkata Leon jangan ada di pandangan Angel lagi, tapi jika saja Leon berjuang lebih keras meski dia sendiri tak tahu, akibat fatal seperti apa jika Angel melihat Leon, tapi mungkin Angel akan luluh jika melihat usaha keras Leon, Jonathan merasa Angel begitu mencintai Leon, hingga dia tak ingin Leon terluka.
"Kami akan memastikannya lebih dulu, dan semua ini ada di tangan Angel"
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Pulanglah, aku akan meminta Axel memastikan apa yang kau bilang benar atau tidak"
.
.
.
Angel menarik gorden untuk menutup nya namun gorden macet dan tak bisa menutup, Angel menghela nafasnya lalu menggeser kursi kecil agar iya bisa menaiki dan membenarkan gorden tersebut, Angel naik namun tangannya masih tidak sampai, hingga kakinya berjinjit.
"Astaga Angel, Nak apa yang kau lakukan!" Baby berteriak panik saat melihat Angel berdiri diatas kursi sambil berjinjit "Turun, cepat turun.." Baby melambaikan tangannya dengan panik.
Angel mengerut dan dia menurut untuk segera turun "Aku hanya merapikan gorden nya mom, itu macet.."
"Ya, Nyonya.."
"Panggil pelayan pria, biarkan dia mengurus gordennya.!"
"Baik Nyonya" Bertha pergi dan Baby memapah Angel kearah ranjang.
"Istirahat jangan lakukan apapun, yang membahayakan.." Baby berhenti bicara, saat mendapat tatapan penuh tanya dari Angel. "Membahayakanmu" nyaris saja dia mengatakan sesuatu yang tak boleh di ketahui lebih dulu oleh Angel.
__ADS_1
Axel baru saja menerima panggilan dari Jonathan dan mengatakan Angel sedang mengandung, itu mungkin terdengar konyol, bagaimana mungkin yang menyadari kehamilan adalah seorang pria hanya karena sindrom couvade yang di alaminya, namun sebelum membuat Angel khawatir, mereka harus memastikan dulu kebenarannya.
"Sayang Dokter Carol hari ini akan datang.." Angel mengeryit.
"Bukankah jadwalnya satu minggu lagi" mereka baru saja pulang berlibur, dan Angel baru akan menjalani terapi lagi minggu depan.
"Ya, jadwalnya di percepat, dan Dokter Carol akan membawa Dokter lain untuk memastikan kesehatanmu.. kami akan melakukan tes darah.."
"Aku tidak sakit Mom, tubuhku baik-baik saja"
"Tidak hanya kamu sayang, Mom, Dad dan Bertha juga akan menjalaninya, kita baru saja melakukan perjalanan jauh, dan kita harus memastikan tak membawa virus.."
Baby hanya bisa menghela nafasnya, entah mengapa kebohongannya berjalan lancar, dia tak bisa memberitahu kemungkinan Angel hamil, karena bisa saja Angel tidak hamil, dan malah menambah fikiran nya, karena jika bukan Angel yang hamil, lalu sindrom couvade yang di alami Leon untuk siapa?.
.
.
.
Like..
komen..
__ADS_1
vote..
🌹🌹🌹🌹