
Angel akan berbagi sarapannya dengan Leon jika mau, dia harus bersikap baik kan, kerena nanti dia akan memanfaatkan Leon untuk kepentingannya..
"Kau bercanda, aku memang lapar.." katanya senyum sembringah.
"Aku tidak bercanda, aku akan berbagi tapi jika menurutmu itu menjijikan, aku bisa pesankan makanan untukmu, anggap saja rasa terimakasih ku karena kamu mau menemaniku jalan jalan nanti."
"Aku tidak keberatan berbagi satu kotak denganmu.." mana mungkin Leon mau melewatkan itu, satu kotak makan bersama Angel, bukan kah itu romantis.
"Baiklah ayo.." Leon mengikuti Angel kearah tempat yang lebih sepi agar mereka bisa makan.
Angel membuka kotak makanannya lalu melihat ada beberapa potong sandwich, jus kemasan juga kentang goreng.
"Aku tidak tau, mungkin kamu tidak suka.. ini hanya sarapan sederhana"
Leon menatap kotak makanan di tangan Angel, lebih mirip kotak makan untuk anak TK.
Angel tersenyum "Aku sangat menyukai ini" Angel memberikan satu potong roti berisi daging sayur dan saus itu pada Leon "Ini selalu mengingatkanku saat masih berada di taman kanak-kanak, mommyku selalu membuatkannya untuk ku.." perkataan Angel diiringi tatapan jauh namun bibirnya seperti biasa tersenyum manis.
"Aku pemakan semua jenis makanan" Leon menyuapkan rotinya kedalam mulut.
Angel memiringkan wajahnya "Bagaimana?"
Leon mengangguk "Ini enak.. aku bahkan merasa kembali jadi anak TK.." roti sandwich di masukan dalam kotak, lengkap dengan jus atau susu, sudah seperti anak TK bukan, lain halnya jika ini di letakan di piring lengkap dengan garpu dan pisau,, tapi tak masalah asalkan bersama Angel dia selalu menyukainya.
Angel tertawa,tawa yang begitu lepas dan cantik "Makanan ini bukan cuma untuk anak TK saja kan, buktinya kita sedang memakannya"
__ADS_1
Angel bahkan tak menyadari jika tawanya mampu membuat Leon kelonjotan ingin segera memiliki gadis di depannya ini,namun dia harus bersabar.
Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?
Leon bahkan belum ada tiga hari bertemu dengan Angel, tapi perasaannya setiap hari semakin membuncah..
"Jadi kapan kita pergi keliling kota?"
"Humm.. aku besok masih harus menghadiri pameran, lusa juga acara puncaknya kan, dan aku harus menjadi penyumbang terbesar untuk yayasan kanker, setidaknya jika lukisan ku terjual dengan harga mahal" Angel terkekeh.
"Tapi di malam hari aku lenggang, bagaimana jika kita jalan jalan malam saja, umm.." Angel terlihat berfikir "Aku juga punya dua hari sebelum pulang jadi bisa di manfaatkan untuk keliling kan"
"Kau akan pulang?" dua hari setelah acara puncak, itu berarti Leon cuma punya empat hari untuk membuat Angel jadi kekasihnya.
"Tentu saja, aku tidak mungkin terus disini, aku juga punya pekerjaan.."
Angel mengeryit, menunjukan raut bingung namun sesungguhnya dia tau maksud Leon, hanya saja Leon tak tau jika Angel sedang melakukan metode tarik ulur.
"Aku harap lukisanku bisa terjual dengan harga fantastis.."
"Lukisan apa yang akan kau lelang.."
"Itu.. rahasia.."
Leon mencebik "Aku yang akan menawar dengan harga mahal untukmu"
__ADS_1
Angel mengangkat alisnya "Itu curang namanya.."
"Bagaimana jika aku jatuh cinta padamu.." Angel membeku, sedangkan Leon gelagapan.. karena mulutnya salah bicara, meskipun tak salah sepenuhnya, namun tetap saja mereka sedang membicarakan lukisan.
"Eh.. maksudku jika aku jatuh cinta pada lukisanmu, bukan kah aku harus memperjuangkan nya agar aku bisa mendapatkannya" Angel menunduk ada sesuatu yang seperti menusuk jantungnya..
"Ya, kamu harus memperjuangkannya.." katanya sambil tersenyum.
.
.
.
.
Hwalah... Angel, Angel.. kau sungguh main hati😅
Like..
Komen..
Vote..
__ADS_1
Mohon jarinya untuk ramaikan karya baruku ya -First Love-
semoga suka😘