
"Aku benar- benar bodoh, menganggap mu polos, rupanya kau tak seperti yang ku kira.. Ja lang"
Kata-kata itu seolah menjadi pelengkap penderitaan Angel, kini tidak ada lagi yang tersisa, dia sudah hancur.
Angel menerawang jauh, mengapa jadi seperti ini? ini kesalahannya, seharusnya dia bisa hidup dengan tenang tanpa menyalahkan siapapun, hingga dia termakan dendamnya sendiri, kau sendiri yang memasukan dirimu kedalam jurang Angel..!
Tidak ada siapapun yang bersalah dalam hal ini, yang salah adalah dirimu!.
Mengapa tidak bersyukur dengan kehidupanmu yang baik, meski dihantui mimpi buruk setidaknya kamu memiliki harga diri, tapi sekarang..
Tak ada yang tersisa..
Angel sudah hilang...
Dia hanya membuka matanya tanpa berkedip, diatasnya Leon terus menggerakan tubuhnya dengan liar, bahkan Angel tak merasakan apapun, selain sakit yang menghujam hatinya.
Leon memacu dirinya dengan gila sepanjang hidupnya baru kali ini dia merasa hilang kendali, disisi lain dia terbakar kemarahan. Kebohongan Angel mungkin tak seberapa, dan bahkan dia bisa memaafkan, namun saat mendapati Angel tak seperti yang dirinya kira selama ini, membuat egonya semakin terluka..
Cemburu itu bisa membunuhmu..
Dan itu terjadi pada Leon, saat merasakan miliknya tak punya penghalang sama sekali Leon menjadi murka, bukan dirinya yang pertama untuk Angel, lalu siapa..?
Api itu seolah membakar Leon, Angel juga melakukannya dengan pria lain, apa kekasihnya? sungguh berapa banyak kebohongan Angel.. apa semuanya benar benar kebohongan dan tak ada satupun kejujuran dalam diri Angel.
"Aku tak punya kekasih"
Itu yang di katakan Angel.
__ADS_1
Setiap gerakan kaku dari ciuman Angel meyakinkan Leon bahwa Angel belum tersentuh, tapi ternyata.. Ah benar Angel hanya memanfaatkannya, jadi dia harus berperan menjadi gadis lugu untuk menarik simpatinya.
"Kau tahu satu yang membuatku tak menyesal, kau nikmat.. dan sempit.. enghhhh" Leon melenguh saat gelombang itu datang, lalu tubuhnya ambruk menimpa Angel.
Untuk sesaat nafasnya masih memburu, tubuh mereka masih merapat, lalu Leon menarik diri dan berguling kesamping.
Angel merasakan ikatan tangannya mengendur, lalu menarik nafas dalam dan tanpa menoleh kearah Leon dia bangkit dan memunguti pakaiannya, tubuhnya remuk redam namun lebih dari itu hatinya telah hancur.
Leon tetap diam saat ini matanya menatap nanar punggung Angel yang masih bergerak tanpa suara dan memakai satu persatu pakaiannya.
"Kau akan pergi, kau persis seperti Ja lang.. pergi setelah selesai, haruskah aku memberimu tip juga?" sungguh hatinya juga ikut perih saat mengatakan itu, tapi Leon tak bisa melawan ego yang begitu besar yang kini menderanya, dia kecewa.
Angel sudah selesai lalu dia bicara tanpa menoleh ke arah Leon "Anggap saja ini bayaran atas apa yang ku lakukan, aku harap kita impas.." Angel tak ingin lagi mengingat ini, dia akan melupakan dan mengubur semuanya, perasaan sakitnya, rasa cintanya, dendamnya.
Bahkan cinta yang baru pertama kali di rasanya tetap saja berubah jadi luka, apakah dia tak pantas bahagia?. sekejam inikah takdir padanya?.
Mengapa begini, mengapa rasanya sakit..?
Harusnya dia puas bukan sudah melukai hati Angel, Angel sudah menganggapmu bodoh Leon, maka dia pantas mendapatkannya?. sekali lagi Leon menepis rasa bersalahnya.
.
.
Bertha menunggu dengan gelisah, ini sudah hampir satu jam, tapi Nonanya belum juga kembali, taksi yang akan membawa mereka ke bandara sudah siap, semua barang mereka bahkan sudah di masukkan kedalam bagasi.
Nyaris saja Bertha akan menaiki lift, namun Angel muncul di lift di sebelah nya "Nona..?" rautnya menegang saat mendapati Nonanya berwajah pucat dengan rambut yang berantakan bahkan pakaiannya kusut "Kau baik- baik saja?"
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan padamu..?"
"Aku baik-baik saja Bertha, ayo kita pergi.." ucapnya lebih seperti lirihan.
Angel ingin segera pergi tak peduli bagaimana pun caranya dia ingin segera menghilang bila perlu dari muka bumi ini.
.
.
.
🤧🤧🤧
Oh, Angel malang nian nasibmu..
Like..
Komen..
Vote..
Bunga mana bunga🌹🌹🌹🌹
Kopi mana kopi☕☕☕☕
ngarep😅
__ADS_1