
artur yang baru saja sampai di apartemen langsung masuk ke dalam unit apartemen miliknya bersama aleshia
artur merenungi semua ucapan martin tidak dapat di pungkiri bahwa martin lebih berpengalaman untuk masalah wanita di banding dengan dirinya meskipun sampai saat ini martin masih betah sendiri tapi sikap dewasanya dalam manghadapi masalah jauh melebihi artur dan martin bisa menghadapi masalah dengan tenang dan hati-hati dalam mengambil keputusan bukan seperti artur yang mudah terpancing emosi dan bertindak sesuka hati tanpa berpikir dua kali
setelah melamun beberapa menit artur baru sadar kalau aleshia tidak ada di apartemen artur menggeram kesal dan mengepalkan tangannya manahan amarah
"bener-bener gak bisa di bilangin" geram artur
di tempat yang berbeda aleshia dan jemmy baru saja selesai keluar dari mall yang sudah mereka kelilingi seharian
aleshia yang berniat untuk pulang ke rumah orang tuanya tiba-tiba mengurungkan niatnya karena mendapat pesan dari artur untuk segera pulang ke apartemen
"kenapa lo?" tanya jemmy melihat ekspresi wajah aleshia yang berubah
"lo gak apa-apa kan balik naik taksi jem? gue gak jadi nginep di rumah, artur nungguin gue di apartemen" sahut aleshia nyengir kuda
"ya gue balik pesen ojol aja, buruan lo balik gue gak mau nerima amukan dari cowok lo"
"lo gak marah kan sama gue?" tanya aleshia memastikan
"lo pikir gue anak perawan yang gampang baperan" jawab jemmy
"gue balik ya, lo hati-hati"
"heemmm"
"semoga hubungan lo yang sekarang langgeng ya meskipun hubungan kalian ini salah dan begitu rumit tapi gue yakin artur tulus sayang dan cinta sama lo le, gue bahagia ngeliat lo bahagia" batin jemmy memandang aleshia yang sudah menghilang dari pandangannya
artur mondar-mandir di dalam apartemen menunggu kedatangan aleshia yang terasa sangat lama untuknya
tiga hari artur tak menemui aleshia membuat rasa rindunya semakin menggebu-gebu, artur sangat rindu berada dalam pelukan nyaman aleshia namun ada sedikit rasa kesal di hati artur melihat bagaimana aleshia sangat bahagia tertawa bersama jemmy dari foto yang di kirimkan oleh orang suruhannya
"mas" sapa aleshia saat masuk ke dalam apartemen
__ADS_1
"dari mana?" tanya artur pura-pura tidak tahu
"abis jalan sama jemmy" jawab aleshia jujur
"kenapa harus dengan jemmy?" tanya artur lagi
"terus aku harus jalan sama siapa? sama kamu? jelas-jelas kamu ngilang selama tiga hari ini bahkan ponsel kamu juga gak bisa di hubungi" jawab aleshia cemberut
"maaf, mami pulang dari new york aku gak sebebas kemarin-kemarin kalau ada mami"
"hubungannya apa sama ponsel kamu yang mati? apa mami kamu juga nyita ponsel kamu?"
"engga gitu, aku cuma...." artur menggantungkan ucapannya
"cuman takut ketahuan? atau sengaja gak mau di ganggu? seharusnya kamu jujur aja aku cukup tahu diri kok dengan posisi aku yang bukan siapa-siapa kamu mas" ucap aleshia dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"kok ngomongnya gitu sih, maafin dong jangan marah sumpah aku gak niat kayak gitu, kamu itu segalanya buat aku jangan bicara macam-macam lagi" artur memeluk aleshia berusaha meyakinkan aleshia bahwa apa yang aleshia pikirkan itu tidak benar
aleshia hanya diam tidak membalas ucapan artur, niat awal artur yang akan merajuk malah sebaliknya memang selama tiga hari ini artur tidak menghidupkan ponselnya tapi artur selalu memantau aleshia dari orang suruhannya
aleshia melepaskan pelukan artur dan masuk ke dalam kamar begitu saja, tidak bisa di pungkiri aleshia sangat cemburu ketika membayangkan artur yang sedang berada di rumah bersama istrinya, aleshia membayangkan apa yang di lakukan artur bersama istrinya selama tiga hari ini dan itu benar-benar membuat dada terasa sesak namun sisi kesadarannya mengatakan bahwa inilah resiko yang harus dia terima jika menjalin hubungan dengan pria beristri makan hati dan tekanan batin
aleshia masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam aleshia termenung menatap dirinya di balik cermin aleshia tersenyum miris mengingat kisah cintanya yang terjebak dengan pria beristri
"bodoh, bodoh, bodoh" aleshia mengutuki dirinya sendiri
artur menggedor-gedor pintu kamar mandi begitu kencang dan berteriak-teriak memanggil aleshia
"honey kenapa di kunci pintunya?" teriak artur namun aleshia hanya diam saja
"buka dong pintu nya aku kangen tahu pengen mimi cucu" rengek artur seperti anak kecil
"kemarin tiga hari gak puas sama istri kamu jangankan minta susu bajak sawah juga bisa sepuasnya" ketus aleshia membuat artur menahan tawa
__ADS_1
brugh.....
"aawwwww sakit" teriak artur sengaja membuat aleshia cemas
"kamu kenapa?" tanya aleshia panik
"sakit honey aku gak bisa berdiri" rintih artur membuat aleshia membuka pintu kamar mandinya
mata aleshia membola kala melihat artur yang sedang tersenyum manis saat aleshia membuka pintu kamar mandi
demi apapun aleshia ingin sekali menonjok wajah artur yang terlihat sangat menyebalkan saat ini
aleshia semakin kesak berniat untuk menutup kembali pintu kamar mandi namun artur menahannya
"kalau lagi cemburu jangan diem di kamar mandi nanti jadi putri duyung mau" goda artur mengulum senyumnya
"mana ada diem di kamar mandi jadi putri duyung, ngaco" sahut aleshia menahan tawa
"kalau mau ketawa, ketawa aja jangan di tahan nanti bisulan loh sayang" artur semakin menggoda aleshia yang tampak semakin kesal
"mas aku marah beneran ya" ancam aleshia namun artur malah tertawa
artur langsung memeluk aleshia membenamkan wajah kesal aleshia ke dalam dada bidangnya, entah kenapa aleshia malah menangis dalam dekapan artur yang terasa begitu menenangkan baginya aleshia takut jika suatu saat rasa nyaman ini tidak akan dia rasakan kembali aleshia takut jika rasa cintanya untuk artur yang sudah terlalu dalam itu hanya menjadi angan-angan semata ketakutan artur akan meninggalkannya semakin menyeruak ke dalam dada nya
artur merasakan bahwa tubuh aleshia bergetar karena menangis artur semakin mengeratkan pelukannya seolah meyakinkan aleshia bahwa ketakutannya tidak akan menjadi kenyataan
"jangan memikirkan sesuatu yang belun tentu terjadi" ucap artur seolah tahu apa yang di pikirkan oleh aleshia
"aku takut kamu pergi mas dan bahagia bersama istri kamu terus aku terluja sendirian" sahut aleshia semakin terisak
"hey... pikiran dari mana itu? aku gak akan ninggalin kamu seberat apapun masalah dalam hubungan kita aku akan tetap pertahanin kamu gak peduli semua orang menentang hubungan kita, kita akan tetap sama-sama bersabarlah sebentar lagi aku akan menjadikan kamu satu-satunya percayalah" artur menangkup kedua pipi aleshia yang sudah basah terkena air mata dan mengecup sekilas bibir aleshia
"jangan memberi harapan palsu aku takut kecewa" lirih aleshia
__ADS_1
"tidak akan ada harapan palsu, mas akan buktikan bukan hanya omong kosong saja kamu percayakan mas sayang dan cinta mati sama kamu?" artur menatap dalam wajah aleshia
"modus" sahut aleshia membuat artur mengernyitkan keningnya