
"i'm so sad jem"
aleshia bersandar di pundak jemmy, jemmy mengelus-elus pundak aleshia seakan memberi kekuatan bahwa semuanya baik-baik saja dan tentang reza pria laknat itu tidak berhak sedikitpun untuk merusak kembali kebahagiaan aleshia yang baru saja di rasakannya bersama artur
namun tiba-tiba jemmy menjauhkan kepala aleshia dari pundaknya ketika aleshia tiba-tiba tertawa puas sampai suaranya menggema di seluruh ruangan cafe
"gila lo" gerutu jemmy meninggalkan aleshia yang masih tertawa
aleshia langsung menyusul Jemmy dan duduk di hadapan jemmy dengan menopang kedua pipi nya menatap jemmy dengan puppy eyes nya
"jangan ngambek dong" bujuk aleshia masih dengan puppy eyes nya
"nyebelin lo"
"tapi ngangenin kan"
"lo mau muka lo yang sok imut itu gue tampol hah?"
"ya Allah mulut lo jem jahat banget, jangan marah-marah lah nanti darah tinggi lo kumat bahaya"
"sia lan"
jemmy tidak marah namun dia hany khawatir kalau aleshia akan kembali teringat dengan luka yang dulu pernah reza di torehkan di hatinya namun sepertinya jemmy salah melihat aleshia yang biasa saja dan bahkan terkesan tidak peduli dengan pertemuannya dengan reza membuat jemmy lega itu berarti aleshia sudah sepenuhnya mengikhlaskan reza dan mengganti luka yang reza torehkan dengan kebahagiaannya bersama artu sang kekasih baru yang berstatus sebagai suami orang
entahlah perasaan apa yang jemmy rasakan kepada aleshia yang pasti bagi jemmy kebahagiaan aleshia adalah yang utama
"lo kok tumben ketemu sama tuh taplak meja gak ngedumel biasanya cuman denger namanya doang lo emosi" ucap jemmy menatap aleshia lekat
"mungkin perasaan gue ke dia udah hilang ya jem, gue udah gak peduli lah dia ngeba cot apapun lagi toh emang kenyataannya kerjaan gue di dunia malam kan tapi yang jelas gue gak pernah ngerugiin dia malah dia yang rugiin gue di nikahin tapi gak di *****-*****" aleshia tertawa membuat jemmy mencebik
"****** lo, jadi lo pengen enak-enak dulu sama dia terus lo di tinggalin gitu, lo yang bakalan rugi be go" sarkas jemmy
"ya gak gitu juga konsepnya jem seengganya dia akan tahu kalau apa yang selama ini dia omongin tentang gue itu gak bener, be go sih dia bisa kemakan omongan si dinasaurus itu"
__ADS_1
"ya udahlah semuanya udah berlalu juga biarin dia dengan pikirannya sendiri, bisa semaput lo kalau mikirin masalah lo yang gak ada ujungnya itu"
"emmmm, jem gue haus pesenin minum dong" titah aleshia sok manja
"biasanya juga air keran lo minum"
"jahat deh jemmy gue sumpahin dapet janda tau rasa lo"
"no problem asal jandanya kaya lo gue mau"
"maksud lo"
"gak lupain"
"dih gak jelas lo"
jemmy membicarakan tujuan utamanya mengajak aleshia bertemu setelah drama percekcokan yang mereka mulai sendiri
aleshia tampak berpikir mendengakan saran dari jemmy, bukan tidak ingin mengikuti saran yang jemmy berikan namun aleshia masih banyak pertimbangan untuk mengikuti saran dari jemmy
"lo yakin dengan keputusan lo? lo gak akan berubah pikiran gitu buat bebasin abang lo karena menurut pengacara gue kamaren jika aska di penjara masa tahannya pasti akan lebih dari lima tahun bahkan sepuluh tahun terlebih aska memiliki barang bukti yang cukup banyak dan bukan hanya pemakai tapi abang lo disini sebagai pengedar juga le" jemmy menjelaskan secara detail kepada aleshia
"gue bisa aja minta bantuan artur buat bebasin bang aska jem tapi gue gak yakin abang gue akan berubah, gue yakin dia masih akan terus begitu dan gak akan pernah jera sampai kapanpun seandainya gue bebasin bang aska dengan mudah. yang gue pikirin itu ayah jem gimana cara gue jelasin ke ayah tentang masalah ini sumpah gue takut kesehatan ayah makin drop" lirih aleshia
"aunty" teriak seorang anak kecil begitu jelas terdengar oleh aleshia
"shalu" pekik aleshia dengan mata yang berbinar
shaluna anak dari aska dan nina tanpa sengaja bertemu dengan aleshia
shaluna berlari dan berhambur ke dalam pelukan aleshia
sudah hampir satu bulan mereka tidak berjumpa karena nina yang notabene tinggal di kota Bogor bersama kedua orang tuanya setelah berpisah dengan aska
__ADS_1
"kangen aunty" ucap shaluna dengan suara khas anak kecil
"aunty juga kangen banget sama kamu cantik, mommy mana?" tanya aleshia clingak clinguk mencari keberadaan nina
"kakak disini" seru nina yang muncul di belakang aleshia
"kakak sehat? kapan kembali kesini? kok gak ngabarin ale?" aleshia memberondong banyak pertanyaan kepada nina
"sehat sayang, kamu, ayah dan bunda sehat juga kan? kakak baru tadi siang sampe sini ada janji sama orang yang mau beli rumah kakak sama abang kamu"
"kok di jual kak? nanti kakak sama shalu mau tinggal dimana kalau rumah itu di jual?" tanya aleshia
"terpaksa setiap kakak masuk ke dalam rumah itu kakak pasti inget saat abang kamu mukulin kakak tanpa ampun, kakak gak mau trauma kakak berdampak buruk untuk perkembangan shaluna nantinya jadi lebih baik kakak jual aja rumah itu"
"ehem gue masih disini kali le" ucap jemmybuat aleshia tertawa
"astaga gue lupa kalau lo ada disini jem, sorry"
"apa kabar jem? lama kita gak ketemu ya makin ganteng aja kamu" goda nina membuat jemmy tersipu seperti anak perawan
"baik kak, ganteng dari dulu kali kak kakak aja yang baru nyadar" sahut jemmy cengengesan
aleshia, jemmy dan nina akhirnya berbincang tentang masalah aska
nina memang sudah mengetahui tentang berita penangkapan aska dan jujur nina ikut sedih sekaligus kecewa karena mantan suaminya itu belum juga berubah
aleshia yang sudah menganggap nina sebagai kakaknya sendiri menceritakan semua keresahan yang aleshia rasakan saat ini, aleshia bingung dengan keputusannya yang tidak akan membebaskan aska sudah benar atau tidak
"kakak rasa keputusan kamu sudah benar, memamg tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti jika abang kamu bebas dia akan kembali melakukan kesalahan yang sama tapi setidaknya dia akan merasakan bagaimana rasanya berjauhan dengan orang yang dia sayangi terutama shaluna" ucap nina
"kakak masih cinta sama bang aska?" tanya aleshia dengan tatapan mengintimidasi
"jujur saja kakak masih sangat mencintai abang kamu tapi abang kamu jahat memanfaatkan rasa cinta yang kakak punya untuk terus menindas kakak dan kakak udah gak sanggup untuk itu kakak memilih berhenti dan mencoba melepaskan dengan ikhlas meskipun tidak mudah"
__ADS_1
"maafkan semua kesalahan bang aska ya ka, ale sebenarnya sangat berharap kakak bisa kembali lagi dengan bang aska tapi jika kembalinya kalian berdua membuat kakak terluka ale bisa apa"
"jangan sedih sayang meskipun kakak dan abang kamu berpisah kakak tetep anggap kamu adik kakak yang paling cantik dan kakak akan tetap sayang sama kamu begitupun dengan ayah bunda"