
"Maksud bapak?" Disa hanya bisa membulatkan matanya, jantungnya berdebar kencang, rasa takut di dirinya menjadi-jadi.
"Saya serius Disa, saya sudah lama menginginkan kamu, saya juga sudah lama ingin mencicipi tubuh mu ini" Pak Gunawan terus mengelus wajah Disa dan membelai rambut panjang Disa. "Tapi kamu datang sendiri menemui saya, tanpa saya mengejar mu, dan kamu sekarang sudah masuk genggamanku Disa..." pak Gunawan pun mencoba mencium bibir kecil Disa, tapi dengan sigap Disa berdiri untuk menghindari bos-nya itu.
"Bapaaak sudah gilaaa..." Disa langsung berdiri dan ingin pergi keluar dari ruangan bosnya itu.
Ketika Disa ingin keluar dari ruangan bosnya itu, pak Gunawan berteriak sehingga Disa memberhentikan langkahnya untuk segera keluar dari ruangan itu.
"Kamu ga usah munapik Disa, kamu lagi butuh uang banyak kan? dan saya bisa memberi kamu uang dengan cuma-cuma" pak Gunawan pun mencoba berjalan menuju Disa sambil membelai rambutnya dari belakang.
"Saya memang butuh uang banyak pak, tapi saya tidak mau melakukan itu" Disa pun membalikkan badannya dan mencoba menghempaskan tangan bos nya yang sedang mengelus rambutnya.
"Kalo kamu menolak saya, berarti kamu mengikhlaskan ibu mu mati hahaha..." ucap pak Gunawan sambil berjalan memutari Disa.
Disa bingung harus berbuat apa, sementara itu waktu terus berjalan, ia sudah tidak memiliki banyak waktu lagi, apa pun yang di lakukan Disa semua itu untuk kesembuhan wanita yang sangat ia sayangi.
Disa menarik napas dan berkata.
"Saya bersedia melakukan semuanya untuk mendapatkan uang, meskipun itu taruhannya adalah nyawaku sendiri" ucap Disa sambil menitihkan air mata.
"Bagussss... saya akan kirim uangnya ke rekening mu. karna saya tau kamu itu masih perawan dan saya akan beri kamu uang 200juta asal kamu bersedia melayaniku ketika aku ingin menikmati tubuhmu ini.." pak Gunawan pun langsung mengecup bibir Disa dengan penuh hawa napsu.
Disa hanya bisa terdiam dan terus menangis menyaksikan kehancuran hidupnya akan segera di mulai.
Pak Gunawan pun melepaskan ciumannya dan menyuruh Disa kembali ke rumah sakit untuk melunasi semua biaya yang di butuhkan oleh ibunya.
"Kembali lah ke rumah sakit, dan temui aku di hotel kejora pukul 7 malam, dan buatlah malam ini menjadi malam terindah untukku" ucap pak Gunawan kepada Disa.
"Aku akan menemui mu malam ini, tapi jangan sampai kau membohongi ku" jawab Disa dengan nada kencang.
Disa pun segera keluar dari ruangan bosnya dengan keadaan menangis tersedu-sedu.
Sangat terkejut Disa melihat Ayu yang sedari tadi berdiri di depan ruangan pak Gunawan dan mendengarkan semua pembicaraan mereka.
"Saaa... apa kamu yakin ingin melakukan ini semua hihihiksss...." pelukan Ayu pecah ketika ia langsung memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
"Aku ga tau apa yang harus aku lakukan sekarang ay.. hidupku akan hancur hihihikkksss ...." Disa pun menangis meratapi nasibnya ini.
"Tapi kenapa kamu tidak meminta bantuan kepada ayah mu sendiri" ucap Ayu kepada Disa.
"Laki-laki biadap itu lah yang sudah membuat hidupku hancur, aku sangat membencinya....." jawab Disa yang langsung melepaskan pelukan Ayu dan berlari untuk pergi kerumah sakit.
Ketika dalam perjalanan ke rumah sakit, handphone Disa pun berbunyi ternyata pesan singkat yang memberitahukan bahwa bosnya itu sudah mengirimkan uang sebesar 200juta dan ia pun sudah menempati janjinya untuk membantu Disa.
Disa hanya bisa menarik napasnya, disisi lain ia sangat senang bisa membayar semua biaya ibunya di rumah sakit tanpa bantuan dari ayahnya, tapi disisi lain hatinya sangat hancur karena ia akan kehilangan masa depannya, tapi semua yang di lakukan Disa semata-mata hanya untuk ibunya.
Sesampainya Disa di rumah sakit ia segera membayar semua biaya operasi dan termasuk biaya inap dan obat-obatan ibunya. Disa pun segera menemui bi Nur dan memberitahukan bahwa ia sudah membayar semua biaya ibunya, dan Disa pun mengembalikan cincin yang bi Nur kasih untuknya.
"Bi... Disa udah membayar semua biaya operasi ibu" ucap Disa sambil tersenyum
"Alhamdulillah... kamu dari mana bisa mendapatkan uang sebanyak itu dengan waktu yang sangat singkat?" ucap bi Nur kepada Disa.
"Aaakuuu... dapet uang itu dari.. ayaaaah bi" jawab Disa meyakinkan bibi nya itu.
"Ternyata ayahmu masih perduli kepada ibumu yah nak." jawab bi Nur dengan tersenyum sambil merangkul keponakan nya itu.
"Kamu benar tidak membutuhkan cincin ini?" ucap bi Nur kepada Disa.
Disa pun hanya menggeleng kepalanya sambil tersenyum, Disa pun segera meminta ijin kepada bibinya untuk pergi keluar.
"Bi, Disa ada kerjaan sebentar. bibi bisa kan temani ibu Disa disini sampai Disa kembali?" ucap Disa kepada bi Nur.
"Tentu sayang, bibi akan tetap disini untuk menemani ibumu" jawab bi Nur sambil memegangi tangan Disa.
Disa pun keluar dari rumah sakit untuk segera pergi kerumahnya untuk bersiap-siap menemui bosnya nanti malam. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, air mata Disa terus mengalir, ini semua seperti mimpi buruk untuknya.
Sesampainya di rumah, ternyata Ayu sudah menunggu sahabat nya di depan pintu rumahnya, ayu langsung berlari menuju Disa, dan Disa terus menangis di hadapan sahabat nya itu.
"Ay.. aku takut hihihiksss...." ucap Disa sambil memeluk Ayu.
"Kalo kamu takut kamu tidak usah melakukan ini semua sa..." jawab ayu sambil merangkul Disa masuk kerumah nya.
__ADS_1
"Aku ga bisa.. ini sudah terlanjur Ay, aku sudah menerima uangnya dan sudah melunasi semua biaya rumah sakit ibu ku, dia pun sudah menepati janjinya dan sekarang aku yang harus menepati janjiku untuk memberikan keperawanan ku kepadanya hihihikkksss....." tangisan Disa pun pecah ketika mereka berdua sudah berada di dalam rumah Disa.
Disa pun segera bersiap-siap untuk segera menemui bos nya itu, Ayu pun teruss menemani Disa sampai ke depan pintu hotel dan akan menunggu Disa sampai selesai melayani laki-laki hidung belakang seperti bos mereka itu.
Sesampainya mereka di depan pintu hotel, Disa terus memegang tangan Ayu dengan sangat erat, seakan-akan langkah kaki Disa mengeras sekeras-kerasnya batu.
"Aku akan selalu menemani mu sa..." ucap Ayu sambil memeluk Disa.
Disa pun melepaskan pelukan sahabat nya itu dan mencoba menghapus air mata yang ada di pipi Ayu.
"Kamu jangan nangis, aku baik-baik saja, aku masuk dulu yah" ucap Disa sambil mengetuk pintu kamar hotel tersebut.
Tok...tookkk...tok..
"Wanita itu sudah datang" ucap Gunawan sambil tersenyum.
Gunawan pun langsung membukakan pintu kamar hotel dan menyuruh Disa masuk.
"Masuk sayaaaang..." ucap Gunawan sambil menarik tangan Disa untuk memaksa nya segera masuk.
Ketika Disa sudah masuk kedalam kamar hotel, Ayu terus menunggu Disa di depan pintu kamar, Ayu terus menangis melihat sahabatnya akan kehilangan harta berharga yang ia miliki.
"Maafkan aku sa... aku ga bisa bantu kamu hihihikkkkssss....." Ayu terus menunggu Disa dan terus menitihkan air mata, karna sesungguhnya Ayu pun merasakan bagaimana hancurnya hati Disa.
.
.
.
.
Terimakasih sahabat semoga kalian suka dengan cerita ku ini 🤗🤗
jangan lupa tinggalkan jejak seperti like dan komennya 😍😍😍
__ADS_1