Wanita Malam

Wanita Malam
Salah faham


__ADS_3

Alfredo menepikan mobilnya di depan gerbang vila besar yang dikelilingi hutan pinus, benar benar seperti simpanan yang disembunyikan bahkan Axel menempatkan Baby di tengah hutan.


Sialan..


Baby membuka pintu hendak keluar Angel tertidur dipangkuannya mungkin karna lelah terus berceloteh bocah umur enam tahun itu, akhirnya mendengkur halus.


"Hati hati.."


Baby mengangguk lalu keluar dari mobil Alfredo, berjalan kearah gerbang dan langsung dibukakan oleh penjaga.


"Baby.." Baby menoleh kearah Alfredo yang ikut turun dari mobil, lalu mengerutkan keningnya seolah bertanya 'ada apa?'


"Aku benar benar serius tentang yang tadi.."


"Huh?"


Alfredo menghela nafasnya "Jika kau ingin kabur dari Axel, hubungi aku, aku sekuat tenaga akan menyembunyikanmu, jika yang kau takutkan tentang ia tak ingin rugi" meski Alfredo yakin Axel akan menemukan Baby dengan cepat,namun Alfredo berharap Axel mencari Baby karna cinta.


"Yah meskipun aku harap Axel akan mencarimu karena mencintaimu.."


Baby terkekeh.. "Baiklah.. aku akan menghubungimu saat aku yakin nanti.." Baby masih akan bertahan sebentar lagi dan memastikan sesuatu, Baby tak ingin terlalu besar berharap, namun tetap saja ia butuh sekali lagi meyakinkan dirinya.


"Terimakasih Al.." Alfredo mengusak rambut Baby lalu menunduk memberi kecupan pada Angel,yang tetap memejam dengan tangan yang melingkari leher Baby.


Alfredo mengangguk "Masuklah,jangan lupa hubungi aku, aku akan ada dikota ini beberapa hari.."


Baby melihat mobil Alfredo menghilang di ujung jalan, namun ia mengeryit melihat ada mobil yang masih terparkir di ujung jalan, tak biasanya ada mobil lain di sekitar sini, karna memang hanya ada villa Axel disana,sejauh satu kilo meter barulah ada rumah lagi, Baby menggedikkan bahu merasa itu tak perlu dipikirkan,mungkin itu hanya orang yang sedang istirahat dalam perjalanan.


Saat masuk ke pelataran Baby melihat mobil Axel sudah ada, Baby menghela nafasnya lalu melanjutkan langkahnya, hatinya masih terasa ngilu saat melihat Axel dengan Ami berciuman tadi, Baby tau disini dirinyalah yang bersalah memiliki rasa lebih pada Axel, karna Axel memang sudah beristri,namun tetap saja perasaannya tak bisa dibohongi ketika melihat kebersamaan Axel dengan istrinya Baby merasakan sakit yang amat dalam.


Saat masuk Baby melihat Axel di ujung tangga,Axel segera turun, namun saat Axel sudah menunggu Baby di depannya Baby malah melewatinya dan menuju kamar Angel, ia harus menidurkan Angel lebih dulu.

__ADS_1


Tak berapa lama Baby sudah keluar dari kamar Angel,dan langsung di brondong pertanyaan oleh Axel.


"Tadi dari mana? pergi dengan siapa? kenapa tidak bilang?" Axel mengikuti langkah Baby kelantai dua.


"Maaf tuan, aku tadi makan bersama Angel, dan aku tadi bertemu Alfredo dia juga mengajak Angel bermain karna lama tak bertemu,sampai lupa waktu.."


"Pria itu.." Axel mengepalkan tangannya.


Baby mengeryit 'pria itu?' "Maksud tuan, Alfredo.."


Axel mendengus "Dan kamu tak minta izin padaku untuk pergi dengannya.."


"Maaf tuan, tapi aku kira aku bisa pergi.. lagi pula.." dia bersama Alfredo, bukan orang lain, dan Baby sudah seperti saudara dengannya.


"Lagipula apa!" Baby berjengit melihat Axel marah.. kenapa? " Dengar Baby selama kamu menjadi milikku tak ada yang boleh menyentuhmu selain aku,bahkan seinci rambut pun,dan kamu tak lupa bukan selamanya kamu milikku,dan berhenti panggil tuan, tuan, tuan..."


Axel tau Baby diantar Alfredo, sebenarnya tak masalah, tapi tiba tiba Axel melihat Alfredo mengusap rambut Baby, dan yang membuat Axel semakin terbakar adalah Axel mengecup dahi Baby.


Axel langsung merasakan darahnya mendidih, niatnya ingin menjelaskan apa yang dilihat Baby di jalan tadi, tapi amarah yang datang menutup rasa bersalahnya,lagipula Baby tak berhak mempertanyakan dan mempermasalahkan ini bukan, karna sejak awal Baby tau Axel sudah punya istri, dan yang terpenting adalah ia akan segera menyelesaikan Ami dan Baby tetap miliknya.


"Axel.. sebenarnya aku ini apa bagimu?" untuk pertama kalinya Baby menyebut nama Axel menghilangkan kata tuan dalam ucapannya, seperti kata Axel, selama ini ia memanggil Axel jika sedang bercinta saja.


"Tentu saja kau milikku!" tegasnya.


"Apa kau mencintaiku?" Axel tertegun.


"Ya aku mencintaimu.." Axel ingin berkata seperti itu,ia tak ingin mengatakannya sekarang disaat ia masih terikat hubungan dan berstatus sebagai suami orang,ia ingin mengatakannya nanti saat semuanya sudah ia selesaikan, jadi Axel hanya diam.


Baby mengangguk lalu mendongak maniknya bertemu dengan manik milik Axel, dan Baby lupa sejak kapan Baby selalu dibuat tenggelam dalam mata itu..


Baby terpesona tapi ia menyadari sesuatu..

__ADS_1


Axel terdiam melihat mata sendu Baby yang menatapnya, Baby terlihat sedih..


"Tidak bisakah kamu melepaskanku, aku ingin kehidupanku.."


"Apa..?"


"Berikan aku waktu pastinya, berapa lama lagi aku harus melayanimu, aku akan lakukan setelah itu tolong lepaskan aku" mata Baby berkaca kaca, ia tak ingin jatuh lebih dalam lagi pada Axel,yang jelas tak mencintainya.


Axel mengepalkan tangannya, saat ini dirinya sedang berjuang untuk pembalasan dendam Baby lalu Baby memintanya melepaskan nya begitu saja "Kamu bermimpi...kamu ingin lepas dan kembali menjadi ******" Baby menegang,tangannya mengepal sekuat tenaga menahan getaran ditubuhnya.. Axel benar dia hanya seorang ******.


Axel tak menyadari kata katanya menyakiti Baby dia hanya meracau dan melepas amarahnya.


Baby mengakui dirinya hanya seorang ****** tapi apakah dirinya tak berhak bahagia, hidup dengan bebas..ingin dicintai dan mencintai, meski bukan dengan Axel, Baby merasakan matanya panas,rasanya sebentar lagi akan tumpah, kenapa akhir akhir ini Baby lebih banyak menangis, biasanya Baby bisa dengan mudah menyembunyikan kesedihan nya kecuali tentang Angel, Baby selalu bisa terlihat tegar.


"Aku tidak akan melepaskanmu.. kamu hanya akan hidup bersamaku selamanya" harusnya Baby bisa menangkap isi dari kata katanya bukan, dengan hidup selamanya bukankah ia akan selalu bersama Baby, juga perlakuannya akhir akhir ini menjadi lebih lembut,apakah itu tidak cukup, harusnya Baby mengerti bahwa Axel punya perasaan lebih padanya.


Mengapa Baby membuatnya jadi rumit..


"Axel sepertinya aku mencintaimu.." Axel menegang..


"Baby.."


"Aku ingin bersamamu selamanya, tapi sepertinya itu tidak boleh.." Baby menunduk "Aku rasa jika aku terus bersamamu aku akan terus merasa sakit.."


"Aku melihatmu tadi, dan rasanya benar benar sakit.. melihat kamu dengan istrimu..." Air mata Baby akhirnya merebak turun.


"Baby, itu tidak seperti yang kau lihat.."Axel ingin menggenggam tangan Baby tapi Baby mundur dan menghindar.melihat itu, Axel baru menyadarinya ia sudah menyakiti Baby.


"Aku tidak mau perasaanku semakin dalam, aku menyadari siapa diriku,benar kamu bilang, aku hanya ******, tapi Axel aku tak ingin terus seperti ini hidup tanpa status, aku juga ingin bahagia, ingin hidup normal" Baby tersenyum getir "Tapi aku juga tak berhak menuntut.. karna aku memang tak pantas untuk mu, maka lepaskan aku Axel, kembalilah pada istrimu.. dan setialah"


"Aku tak pantas bersamamu, aku hanya ******, jadi biarkan aku pergi!"

__ADS_1


"Baiklah.."


__ADS_2