
"kamu sudah datang jem?" tanya pak ridwan papa jemmy
"emm... papa sehat?" jemmy mencium punggung tangan papa nya
"seperti yang kamu lihat, kenapa tidak pernah pulang ke rumah? mama mu sangat merindukanmu jem" tanya papa ridwan
"aku sibuk di kantor pa" jawab jemmy datar
"tapi mengunjungi rumah aleshia kamu bisa kenapa pulang ke rumah sendiri tidak bisa padahal jarak rumah kita sangat dekat" sahut papa ridwan mengintrogasi
"ada apa papa tiba-tiba menyuruhku pulang?" tanya jemmy mengalihkan pembicaraan
"ck.. sepenting itukah aleshia di hidup kamu" papa ridwan berdecak
"pa..."
keluarga jemmy mendadak tidak menyukai aleshia karena statusnya yang kini seorang janda, keluarga jemmy yang merupakan salah satu keluarga terpandang di kota jakarta merasa malu jika semua orang tahu bahwa anak sulungnya itu dekat dengan seorang janda yang berasal dari kalangan keluarga biasa karena semenjak bisnis keluarga jemmy semakin berkembang pesat dan memiliki cabang di berbagai daerah kedua orang tua jemmy berubah menjadi sombong dan arogan mereka sangat mementingkan derajat mereka dan menilai seseorang hanya dari harta dan jabatannya saja dan itu salah satu alasan jemmy lebih memilih tinggal di apartemen di banding dengan tinggal di rumah kedua orang tuanya
"baiklah, baiklah papa tidak akan membahas dia lagi"
"lalu?"
"kenapa kamu mendirikan cabang perusahaan baru tidak memberitahu papa terlebih dahulu jem, papa tahu itu perusahaan kamu dan sama sekali tidak berkaitan dengan perusahaan papa tapi setidaknya kamu harus meminta saran dari papa melibatkan papa dalam hal ini bahkan papa mengetahui kabar ini dari mulut orang lain bukan dari mulut kamu sendiri, kamu sudah tidak menghargai papa sebagai orang tua kamu?"
"itu baru rencana belum terealisasi pa, masih butuh proses yang sangat panjang" sahut jemmy yanh sudah tahu arah prmbicaraan papa ridwan
"tapi setidaknya papa ataupun mama kamu harus tahu apapun tentang rencana-rencana kamu, ingat kamu masih anak papa dan mama sudah sepantasnya kami selaku orang tua yang pertama mengetahui apapun yang terjadi dalam hidup kamu bukan malah perempuan itu"
"cukup pa, ale tidak ada hubungannya dengan ini semua berhenti untuk terus menyalahkan ale, aku tidak suka mendengarnya"
"ingat pulang kamu al" seru mama winda yang baru saja datang
"mama" gumam jemmy menatap malas ibu kandungnya sendiri
__ADS_1
"kenapa menatap mama seperti itu? kamu tidak rindu dengan mama hah? apa dekat-dekat dengan aleshia membuat kamu lupa dengan keluargamu sendiri?" mama winda memberondong banyak pertanyaan kepada jemmy
"kenapa harus bicara seperti itu sih mah, ale sama sekali tidak seperti yang mama pikirkan stop untuk selalu berprasangka buruk sama dia ma"
"bela terus saja jem wanita yang kamu anggap baik itu hanya ingin memanfaatkan kamu saja, bisa-bisanya kamu dekat dengan keluarga berantakan seperti itu sudah abangnya yang di penjara sekarang adiknya menjadi wanita penghibur, memalukan" sinis mama winda
"mama stop it, mama keterlaluan" sentak jemmy tak terima sahabat baiknya di hina seperti itu
"beraninya kamu ngebentak mama hanya karena dia, otak kamu benar-nenar sudah di cuci sama dia. mama minta jauhi aleshia dan keluarganya mama gak mau menanggung malu karena kamu berhubungan dengan janda murahan seperti dia" mama winda menatap nyalang ke arah jemmy
"cukup mama, kenapa mama berubah? kenapa sekarang mama punya hobi menyakiti perasaan orang lain? mama tidak tahu apa-apa tentang hidup ale ma cara bicara mama seperti orang yang tidak berpendidikan saja, aku malas diam di rumah ini lama-lama membuat moodku hancur berantakan"
jemmy pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya dengan perasaan marah, jemmy tidak terima mamanya memandang aleshia sebagai wanita murahan karena memang sebenarnya aleshia bukan wanita seperti itu meskipun aleshia seorang janda dan bekerja di club malam aleshia masih tahu dengan batasannya dan jemmy sangat yakin itu
inilah salah satu alasan jemmy tidak ingin tinggal di rumah itu jemmy muak ketika setiap hari harus mendengar ocehan mamanya yang sering tidak terkontrol apalagi jika bicara tentang aleshia mama Winda selalu berkata sesuatu yang dapat menyakiti hati aleshia
jemmy bingung dengan perubahan sikap mama winda sekarang yang sombong dan arogan padahal dulu mama winda sangat sayang kepada aleshia bahkan menganggap aleshia sebagai anaknya sendiri
"kakak mau kembali ke kantor jes, kamu gak kuliah?" tanya jemmy kepada gadis remaja itu yang tak lain adalah adiknya sendiri jesica
"sudah pulang, aku ikut kakak boleh? aku bosan diem di rumah apalagi dengan peraturan mama yang gak masuk akal bikin kepalaku serasa mau pecah kak" jawab jesica panjang lebar
"kakak mau ke kantor jes bukan mau ke mall lho"
"kakak ish aku kangen kak ale ajak aku ketemu sama kak ale yah, please" jesica mengatupkan kedua tangannya
"kakak janji nanti kakak ajak kamu ketemu sama kak ale tapi gak sekarang ya, kakak ada meeting penting"
"iya deh iya tapi janji ya"
"janji"
jemmy langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya niatnya saat ini ingin bertemu dengan aleshia
__ADS_1
jemmy menghubungi aleshia berkali-kali menanyakan dimana aleshia sekarang namun nihil panggilan dari Jemmy di abaikan oleh aleshia akhirnya jemmy mengirimkan pesan kepada aleshia agar menemuinya di cafe x sebelum aleshia bekerja
*
*
*
aleshia yang baru saja terbangun dari tidur siangnya melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari jemmy
aleshia melirik ke sampingnya melihat artur yang sedang tidur begitu lelap, pagi tadi artur dan aleshia sempat bertengkar hebat membuat aleshia ingin mengakhiri hubungan mereka namun bukan artur namanya jika tidak mampu meluluhkan hati seorang aleshia akhirnya pertengkaran mereka berakhir dengan cumbuan panas membuat aleshia kelelahan dan tertidur sampai beberapa jam
aleshia membalas pesan yang di kirimkan oleh jemmy dan langsung menghapusnya kembali karena jika artur tahu bisa-bisa perang ketiga akan benar-benar terjadi
aleshia turun dari ranjang dan segera membersihkan diri
setelah selesai membershikan diri aleshia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang yang tertunda untuk artur
aleshia yakin jika terbangun nanti artur pasti akan mencari makanan
"honey masak apa?" tanya artur tiba-tiba memeluk aleshia dari belakang dengan muka bantalnya
"cumi saus tiram kesukaan kamu mas, mandi dulu gih masaknya juga belum selesai" jawab aleshia
"biarkan seperti ini dulu sayang aku suka aroma tubuh kamu sehabis mandi bikin candu"
"jangan macam-macam"
"aku cuman mau satu macam"
"mas"
"i love you aleshia paramitha"
__ADS_1