Wanita Malam

Wanita Malam
Dinner (2)


__ADS_3

Angel menyesap minumannya dengan elegan, matanya sesekali melihat Leon yang tak berhenti menatapnya.


"Berhenti menatapku seperti itu tuan.." Angel menyeka mulutnya dengan tisu, membersihkan sisa minuman yang menempel di bibirnya.


Mereka baru selesai makan, dan pelayan sudah kembali membersihkan meja dan menggantinya dengan minuman.


Angel merasakan pipinya memanas, Tatapan Leon tajam tapi juga lembut, itu membuktikan bahwa Leon seorang penyayang tapi juga bisa tegas dan kejam.


Cahaya dari rembulan begitu indah meski tak ada bintang, namun kerlip dari lampu kecil yang di pasang merambat di sisi balkon juga di atap yang terbuat dari kaca transparan,cukup membuat suasana romantis, belum lagi musik yang diputar mengalun lembut membuat setiap pasangan tergoda untuk sekedar berdansa.


Melihat beberapa pasangan yang berdansa Leon pun berinisiatif berlutut lalu mengulurkan tangannya pada Angel "Mau berdansa denganku?"


Leon lagi-lagi melihat Angel tersenyum manis, apa senyumnya tak pernah habis? terlebih dia begitu cantik saat tersenyum.


Angel menutupi tubuhnya yang bergetar dengan meremat tangannya di bawah meja "Aku tersanjung Tuan Leon" dia sudah terbiasa, 18 tahun berperan dia selalu bisa menyembunyikan ketakutannya dalam berinteraksi dengan orang asing.


Angel menyambut tangan Leon dan membuatnya berdiri.


Leon bisa merasakan tangan Angel dingin bahkan nyaris sedingin es "Tangan mu begitu dingin apa kau kedinginan"


Mungkin Angel kedinginan mengingat mereka berada di atap gedung tinggi, terlebih dengan suasana yang terbuka, hanya ada atap trasparan diatas untuk mencegah air hujan, sedangkan sisi balkon hanya dikelilingi pagar yang kokoh dan aman di biarkan terbuka sehingga tak menghalangi angin yang berhembus. Leon menatapnya dengan mata khawatir.

__ADS_1


"Jika kau tak nyaman kita bisa pindah ke.."


"Tidak tuan, Aku hanya gugup.. mengingat siapa yang menjadi teman dansa ku, terlebih aku tak pandai berdansa"


"Kau membuatku tersanjung, apakah aku pria pertama yang mengajakmu berdansa begitu?" Leon menyeringai tak percaya, namun ucapan Angel selanjutnya membuatnya ternganga.


"Ya, selain Daddy dan Adikku"


"Dan kekasihmu?" Leon menuntun Angel ke tengah arena dansa dimana pasangan-pasangan lain juga tengah berdansa.


"Aku tak punya kekasih.." Leon menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Angel, Ah.. benar-benar tak bisa di percaya, wanita secantik ini?


"Really??" tanyanya tak percaya.


Ya, Angel sengaja akan mendekati Leon agar bisa masuk ke keluarga Jonathan, mengingat Leon rekan bisnis yang cukup berpengaruh untuk Jonathan, lebih bagus lagi jika Leon terpikat padanya, bukankah dikenal sebagai kekasih rekan bisnisnya lebih meyakinkan, bila perlu ia akan menjadikan Leon sebagai pion nya.


Jahat?


Tentu saja, jika Leon benar-benar jatuh cinta padanya bukankah ini akan menyakiti Leon, Angel yang memanfaatkan hanya demi membalas rasa sakit di hatinya, Leon yang mungkin punya perasaan tulus akan sangat terluka, namun jika itu benar adanya Angel akan membalas ketulusan Leon dengan kebaikannya.


Bolehkah..?

__ADS_1


...


Kali ini Leon percaya jika Angel tak punya kekasih, Leon bisa merasakan saat tangannya merambat ke pinggang Angel untuk merapat dan berdansa dengannya, Angel begitu tegang sesaat lalu dia tersenyum ke arah Leon menetralkan raut tegangnya "Maaf aku gugup" katanya terlihat mata polos Angel bersinar begitu indah..


Ah, andai Angel bisa menjadi miliknya pasti dia akan menjadi pria paling beruntung di dunia ini.


Wanita yang masih bersih dan suci..


Meski Leon tau banyak misteri yang belum terungkap tentang wanita di dekapannya ini.


Tapi kini Leon yakin bahwa dia telah jatuh cinta, pada wanita ini..


Angel.


.


.


Waduh.. Angel main hati nih🤪


Masih Anget, maaf kalo ada typo🙏

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2