
Ketukan pintu terdengar lalu muncul sekertaris Leon dari balik pintu dan mengabarkan bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengannya dan membicarakan masalah penting.
Leon mengerutkan keningnya, siapa yang ingin bertemu dengannya "Hanya sebentar, aku harus segera pergi keruang rapat.."
Sang sekertaris kembali membuka pintu lalu muncullah sosok wanita cantik dengan senyuman penuh berjalan kearah ruangan Leon.
Leon mendongak lalu matanya melihat siapa yang datang..
"Kau..? mau apa kau kemari..!" Leon melipat tangannya di dada, melihat Emily yang tersenyum pongah padanya.
"Kamu masih mau bersi keras menentang Daddy ku.." Emily berjalan menghampiri Leon.
Leon mendengus "Bahkan jika aku akan kehilangan segalanya aku tak akan mau denganmu" Leon ingin muntah, sungguh. tapi saat ini dia tak boleh terlihat lemah.
Emily semakin mendekat dan Leon semakin merasa bahwa parfum Emily menusuk hidungnya.
"Fikirkan sekali lagi, Leon pilih aku maka, kamu akan mendapatkan kembali jabatanmu"
Leon terkekeh "Kau fikir aku mendapatkannya untuk apa, aneh sekali jika aku menukar sesuatu yang berharga hanya untuk mendapatkanmu?"
Emily masih tidak menyerah, sudah dia bilang dia menginginkan Leon, Emily bahkan mendesak Ayahnya untuk memprovokasi dewan direksi untuk menurunkan Leon, juga karena Leon yang sering pergi lama menjadikan alasan Ayah Emily kuat.
Emily tahu Leon pergi menemui wanita itu, wanita yang Leon cintai, wanita yang tempo hari datang Apartemen Leon saat mereka tengah bercinta, jika wanita itu tak datang dan mengganggu mereka Leon pasti sudah menjadi miliknya.
Jika saja mereka tidak mengacau di pertunangannya dan Leon, mungkin mereka sudah menikah sekarang.
Emily terus mendekat bahkan tangannya sudah menyentuh dada Leon.
Disisi lain Angel baru saja memasuki perusahaan Leon, dan berdiri di depan meja resepsionis lalu memberikan kartu yang diberikan Mommy Leon padanya kemarin, hingga Angel tak perlu di pertanyakan lagi dan langsung di izinkan memasuki lift menuju ruangan Leon, setiap yang memiliki kartu tersebut itu berarti anggota keluarga dari CEO maka Angel yang membawa kartu tersebut langsung di persilahkan.
Angel baru pertama kali datang dan dia menjadi pusat perhatian, karena mereka baru pertama melihat wanita cantik datang untuk menemui CEO mereka, selain Emily tak pernah ada yang datang, dan melihat Angel yang lebih cantik dari Emily mereka bertanya-tanya apakah dia kekasih sang Tuan yang di gosipkan menjadi penyebab batalnya pertunangan Tuan Leon dan Nona Emily.
Jika benar pantas saja itu terjadi.. karena wanita di depan mereka kini jauh di atas Emily, Angel bahkan sangat ramah, dia tersenyum pada setiap orang yang melewatinya.
Bahkan dia mengantri bersama yang lain menunggu lift datang, padahal lift khusus para petinggi juga sedang kosong.
Mereka mengetahui tentang desas desus CEO mereka akan segera lengser, akibat batalnya pertunangan antara Tuan Leon dan Nona Emily, namun mereka memilih bungkam.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku lupa dilantai berapa ruangan Leon, maksudku tuan Leon.."
"Biar saya yang menekannya, Nona"
Salah satu pegawai menekankan lantai dimana ruang CEO mereka.
"Terimakasih banyak" Angel tersenyum lalu mengangguk, hingga si pegawai pun tersenyum canggung.
"Tidak masalah Nona.." Angel melihat angka yang terus bergulir dan menunggu dengan harap-harap cemas, apakah dia akan mengejutkan Leon, apa Leon akan menyukai kejutannya, Angel melihat tas kain di tangannya yang berisikan kotak makanan berisi salad buah segar, berbagai lauk dan sup yang dia buat khusus untuk Leon.
Ting..
Pintu lift terbuka menampakan lantai dimana ruangan Leon berada, Angel segera keluar dari Lift dan melangkah dengan anggun, ada beberapa pintu yang berada di lantai ini, dan Angel masih mengedarkan pandangannya mencari ruangan Leon,
Terlihat sebuah meja di depan pintu bercat coklat dan bertuliskan CEO, Angel rasa dia pernah melihat pria itu dia sedang berbicara dengan seorang wanita yang duduk di kursi di balik meja tersebut.
Itu Jef asisten Leon, Angel berjalan menghampiri Jef, dan menepuk pundaknya "Nona?" Jef menampakkan wajah terkejut,.
Benar bukan Jef saja terkejut apa lagi Leon. "Nona Kau disini" Jef melihat kearah pintu dengan raut khawatir. "Aku akan memberi tahu tuan Leon kalau kau ada disini" Jef akan masuk keruangan Leon namun Angel mencegahnya..
"Biar aku langsung masuk saja, aku akan mengejutkannya.."
Jef menelan ludahnya "Ya, anda pasti mengejutkannya Nona.."
Jef mengangkat tangannya di udara dia ingin meraih bahu Nona Angel dan mencegahnya masuk, namun Angel sudah melesat masuk hingga tangannya membeku diudara.
Jef menepuk dahinya, jika sesuatu terjadi maka habislah dia, di dalam sana masih ada Emily yang sedang melakukan penawaran dengan Tuan Leon, dan Jef yakin penawaran itu adalah sesuatu yang berbahaya.
Angel membuka pintu ruangan Leon dengan senyum penuhnya, namun saat melihat pemandangan di depannya Angel membeku di tempatnya, dia berniat memberi kejutan untuk Leon namun saat datang dirinya malah dibuat terkejut oleh Leon..
Like..
Komen..
Vote..
Tapi nanti deh cus lanjutðŸ¤
__ADS_1
Angel membelalakan matanya saat melihat tangan Emily menyentuh dada Leon yang terlihat naik turun, Angel yakin itu bukan karena terbawa gai rah, melainkan Leon yang menahan muntahannya, Angel bisa melihat tatapan Leon penuh kebencian pada Emily, juga jangan lupakan wajah pucat Leon.
Angel berdehem, sontak saja mereka yang sedang berlakon di depannya menoleh, Leon membelalakan matanya saat melihat Angel dan langsung mendorong Emily hingga tersungkur dan Leon segera menghampiri Angel, "Honey kamu disini..? kamu jangan salah faham.. ini tidak seperti yang terlihat.."
Angel mencebik, lalu memeluk Leon.
Leon tertegun, dia fikir Angel akan marah tapi Angel malah memeluknya, Leon membalas pelukan Angel tak kalah erat, dia begitu merindukan Angel, dan Leon kini hanya bisa menghirup aroma Angel sedalam-dalamnya untuk meredakan gejolak di perutnya yang hendak keluar karena bau tubuh Emily.
Angel bahkan bisa mendengar Leon terus menghirup bahunya, beberapa menit Angel membiarkannya hingga Angel bisa melihat Emily berdiri dan menatapnya tajam.
Emily mengepalkan tangannya lagi-lagi wanita itu, dia selalu saja mengganggu dirinya saat sedang bersama Leon, Sial.
Angel mendorong Leon menjauh, tampak wajah Leon yang terlihat enggan melepaskan pelukannya, namun Angel tak menghiraukan kini Angel menatap tajam Leon "Honey, ini tidak seperti yang kamu lihat.. aku bahkan mual saat dia berada di jarak satu meter"
Emily membelalakan matanya, apa dia bilang mual, apakah dirinya begitu menjijikan.
"Kau harusnya bertanya padaku jangan bertanya pada Leon, laki-laki selalu tak mau disalahkan, dia bahkan terlihat sangat ingin..
"Ingin muntah.." potong Angel.
Emily mengepalkan tangannya, bahkan mataya tak lepas dari Angel yang dengan tenang menyimpan tas bekalnya, lalu Angel duduk di sofa dengan anggun.
"Kau seharusnya tidak datang, sejak awal kau sudah menggangguku dan Leon, lalu sekarang kamu merebutnya dariku!" Emily benar-benar geram, bahkan Angel sama sekali tak marah meski posisi mereka sedang dalam posisi tak biasa dan akan membuat orang salah faham.
"Nona Emily kamu bermimpi, saat aku datang, dia bukan milikmu, bahkan hingga saat ini, lalu apa maksudmu dengan merebutnya?"
"Kau..!"
"Nona Emily Leon sudah terikat padaku, bahkan dia akan menerima kutukan jika dia berani berdekatan dengan wanita lain"
Angel melihat Leon berwajah pucat lalu berdecih..
"Dia bahkan bisa muntah, hanya dengan mencium aroma parfummu.. mau aku membuktikannya"
Like..
Komen..
__ADS_1
Vote..
🌹🌹🌹🌹