
Terlalu asik berbincang dengan Alfredo, Baby hampir lupa dengan Angel beruntung mereka tak jauh dari sekolah Angel "Aku harus menjemput Angel, kami ada acara makan bersama, Angel ingin burger kau ingin ikut?"
"Tentu saja, aku jugs merindukan keponakanku" Baby dan Alfredo kembali ke sekolah untuk menjemput Angel, tepat saat itu Angel keluar dari kelasnya.
"Mom.." Angel berlari kearah Baby.
"Sudah selesai?, coba tebak mom bersama siapa" Angel mengangguk lalu melihat mommy nya memang tak sendiri ada seseorang di belakangnya.
Angel memiringkan kepalanya untuk melihat siapa di balik punggung Mommy nya "Om Al.." Angel memekik senang lalu meloncat ke arah Alfredo.
Alfredo memang sudah bersiap untuk menangkap Angel namun tetap saja ia sedikit terhunyung kebelakang "Oh, astaga kau semakin berat"
"Angel banyak makan Om"
"Tentu saja, dan pastinya makanan yang enak enak bukan?" Angel mengangguk sambil tersenyum sedangkan Baby mendelik tajam.
"Angel dan mommy akan makan burger,om akan ikut?" mereka beriringan menuju mobil Alfredo di pinggir jalan dengan Angel yang masih di gendongan Alfredo,dan Baby berjalan di belakang mereka sambil membawa tas sekolah Angel, mereka terlihat seperti keluarga bahagia terlihat seperti ayah dan ibu yang menjemput anaknya sekolah, tapi tentu saja itu tak akan terjadi, sudah di tegaskan bahwa Baby dan Alfredo lebih seperti adik dan kakak.Setelah bicara dengan supir Axel, mereka sepakat memakai mobil Alfredo untuk pergi makan siang.
"Tentu saja om juga suka burger.."
"Kalau begitu karna om ikut Angel mau tambah pizza, tapi om Al yang teraktir"
"Baiklah, karna uang om sedang banyak.. berapa yang Angel mau?"
"Aku mau dua boks" Angel menunduk malu.
"Owh kau yakin akan menghabiskannya?" Alfredo mendudukan Angel di pangkuan Baby, sedangkan dirinya duduk di kursi kemudi.
"Ya, satu untuk ku dan mommy tapi satu lagi untuk Om Axel" Alfredo melihat ke arah Baby sedangkan Baby memalingkan wajahnya sambil menggaruk pelipisnya.
"Baiklah tak masalah.." Alfredo tersenyum sambil mengusak rambut Angel. "Aku akan belikan dua boks untuk mu"
Mobil Alfredo menembus jalanan kota menuju restoran Pizza yang Angel mau, setelah mengemudi selama kurang lebih dua puluh menit mereka tiba di sebuah restoran cepat saji bertema keluarga, banyak diantara mereka para pelanggan yang membawa anak kecil dan di biarkan bermain di area permainan anak, mereka sedang menunggu pesanan, Baby dan Alfredo duduk di kursi dekat jendela sesekali memperhatikan Angel yang bergabung dengan anak kecil lainnya di arena permainan.
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Apa?" Baby mengerut dengan pertanyaan aneh Alfredo.
"Ayolah Baby, kau tau aku bertanya soal Angel.."
"Tak ada yang terjadi.."
Alfredo menghela nafasnya "Kau gagal membentengi hatimu"
Baby menunduk lalu mengedikkan bahu nya "Entahlah.."
"Dan Angel juga mulai menyukai Axel"
"Itu hanya sementara.. semoga saja" lirihnya. Baby harap Angel tak terlalu tenggelam dan semoga nanti jika mereka harus pergi Angel bisa melupakan perasaannya. "Itu hanya emosi sesaat, kau tau Angel menginginkan sosok pria bersama kami"
"Lalu kau?" Baby terdiam, dan Alfredo bisa melihat sorot mata Baby yang penuh harap.
Alfredo menggeleng "Aku tak yakin, jika tidak, sebaiknya kau cepat putuskan Baby"
"Apa yang harus aku putuskan, posisiku tak berada di mana aku bisa memutuskan sesuatu.." ya dirinya hanya budak yang harus menuruti apapun perintah tuannya dan parahnya lagi Angel pun ikut terseret dan tenggelam bersamanya.
Baby menggeryit saat tak mendengar kelanjutan perkataan Alfredo "Dan?"
"Dan jika dia benar benar serius kau tak akan dia lepaskan begitu saja, kemana pun kau pergi dia akan menemukanmu.."
Baby terkekeh "Seperti pembuktian cinta, apakah dia mencintaiku atau tidak.."
Alfredo mengangguk "Ya.. setidaknya jika itu terjadi dan Axel mencarimu Angel tak cuma punya harapan semu"
"Lalu bagaimana jika dia mencariku karna tak ingin rugi,atas apa yang sudah dia lakukan padaku, tentu saja uang yang dia keluarkan tak sedikit.." Baby tersenyum masam, benar bukan Axel pasti tak ingin rugi..
"Oh ayolah Baby, Apa pelayananmu kurang untuknya, ini sudah dua bulan, dan berapa kali sp*rma yang ia tembakan di rahim mu, aku yakin lebih dari enam puluh kali mengingat dalam dua bulan ada enam puluh hari dipotong masa libur satu minggu dalam satu bulan tapi aku yakin dalam satu hari dia melakukannya tak hanya satu kali coba kita jumlahkan.." Baby menganga tak percaya Alfredo bicara tanpa malu, sepertinya ia lupa mereka sedang berada dimana.
"Jadi aku kira jika di jumlahkan sp*rma.. aduh.. apa yang kau lakukan,sakit sialan.." Baby sengaja memukul kepala Alfredo untuk menghentikan ucapan kotornya,entah dari mana asal fikiran kotor itu.
"Berhentilah bicara kotor , kau lupa berada dimana?"
__ADS_1
Alfredo meringis saat melihat beberapa anak kecil melihat kearahnya, juga para orang tua yang mendelik tajam,lalu berbisik "Sorry.. jadi jika dijumlahkan dengan bayaranmu satu malam satu kali adalah.." Alfredo masih tidak menyerah meski nada bicaranya memelan seperti bisikan..
"Berhenti bicara bodoh.." Alfredo ingin tertawa melihat raut Baby yang merah padam. "Pergilah dari sini aku menyesal mengajakmu kemari.. memalukan" Baby menutup wajahnya dengan buku menu.
"Baiklah.. aku pergi tapi pesanan Angel kau yang harus bayar semua, dua boks pizza, tiga burger dua soda satu jus strawberry dan dua kentang goreng.."
"Astaga Al, berhenti bicara aku tak tau kau itu cerewet sekali" Baby menggeleng ia tau Alfredo hanya menghiburnya, dan hatinya lumayan ringan dengan melupakan sekelumit masalah di kepalanya.
"Terimakasih Al, kau selalu punya cara mengalihkanku" Alfredo tersenyum,lalu mengusak kepala Baby.
Pesanan mereka tiba, dan Baby memanggil Angel yang masih asik bermain, "Sayang pesanan kita tiba ayo kita makan"
Angel pun meloncat dan turun dari arena bermain anak untuk memakan makanannya.
Selesai dengan makanan mereka Alfredo mengantar Angel dan Baby menuju villa Axel, sepanjang jalan Angel terus berceloteh dan mengatakan apa saja kegiatannya di sekolah dan di rumah, dengan pembicaraan tentang Axel yang mendominasi.
Baby hanya meringis sesekali tersenyum masam kearah Alfredo.
Mobil Alfredo memelan saat lampu kuning menyala setelahnya lampu merah menandakan mereka harus berhenti, Angel masih asik dengan kegiatannya bicara kesana kemari,Baby hanya bisa menghela nafasnya lalu mengedarkan pandangannya sambil menunggu lampu hijau menyala.
Tiba tiba Baby merasa nafasnya tercekat saat melihat sebuah mobil di sebelahnya, Baby mengenali mobil itu, itu milik Axel mobil berwarna hitam dengan simbol kuda jingkrak di depannya,mobil itu terlihat berbeda di banding sekelilingnya, terlihat elegan dan mewah,namun bukan itu yang menjadi fokusnya, melainkan orang di dalamnya,kaca jendela mobil Axel berwarna hitam hingga tak terlihat dari luar, namun kaca itu terbuka setengahnya hingga Baby bisa melihat Axel di dalamnya, jantung Baby serasa tak bisa berdetak normal, seiring nafasnya yang mulai sesak hingga satu titik cairan bening melintasi pipinya,matanya masih terpaku melihat kedalam mobil tersebut disana Axel tengah memangku seorang wanita, yang ia yakini adalah istrinya Ami, dan mereka.. berciuman.
Baby memalingkan wajahnya saat kaca mobil Axel tertutup, sama seperti harapan di hatinya tertutup sepenuhnya.
.
.
.
Hayo siapa yang baca gara gara ada tulisan warning!!! (tanda seru nya ada tiga lagi)ðŸ¤
like
komen
__ADS_1
vote..