
Baby meninggalkan ponselnya dan keluar menggandeng tangan Angel hari ini ia ingin fokus berjalan jalan dan menghibur diri dengan Angel dan tak ingin ada gangguan apa pun,apalagi sejak pindah ke vila Axel, Baby tak menerima panggilan dari siapa pun hanya Axel saja dan perawat dari rumah sakit, kini ibunya sudah tiada jadi tak ada kabar yang harus ia tunggu, begitu pun Axel pria itu juga sudah beberapa hari tak menghubungi nya "Saya mau jalan jalan sama Angel, kamu gak perlu ikut" kata Baby pada pengasuh Angel yang sudah siap, dia fikir dirinya harus ikut kemana pun Angel pergi.
"Baik nona"
Di antar supir hingga ke sebuah taman Baby meminta supir pulang dan tak perlu menunggu "Tapi nona saya tidak bisa meninggalkan nona di sini,nanti tuan akan marah"
"Tidak akan, sudah pulang sana! aku cuma mau berdua saja dengan Angel, nanti jika aku mau pulang aku akan beri tahu,ya" padahal Baby ingat betul dirinya tak membawa ponsel namun ia hanya membujuk agar supir itu segera pergi.
Sang supir pun hanya bisa pasrah, dan pergi meninggalkan nona Baby dan Angel.
Baby membawa Angel ke taman bermain dan menaiki berbagai wahana,membeli permen kapas juga es krim kesukaan Angel,dan terakhir menonton film, mereka berdua begitu menikmati kebersamaan, bergandengan tangan. hingga tak terasa hari sudah sore, sebelum pulang Baby membawa Angel untuk makan di salah satu restoran di mall.
Angel makan dengan lahap, sesekali Baby mengusap mulut Angel yang berantakan "Pelan pelan makannya sayang.." Angel hanya tersenyum senang, Baby juga merasakan perasaannya sedikit lega karna fikirannya berhasil teralihkan.
Saat Angel selesai makan Baby berkata pada Angel untuk menunggu sebentar karena Baby ingin ke kamar mandi, Angel mengangguk mengiakan dan berkata akan menunggu di kursi dan tak kemana mana, namun saat menunggu Baby Angel mulai bosan dan melihat sekitarnya, di sudut dekat jendela Angel melihat sebuah keluarga kecil sedang makan, ada ayah ibu dan anak kecil, diam diam Angel menunduk lalu cemberut, melihat sebuah keluarga Angel benar benar iri dan ingin seperti itu, tapi Angel tak ingin melihat mommynya kembali sedih.
Beberapa saat kemudian Baby keluar dari toilet dan kembali ke mejanya, Baby menyadari jika Angel sedang melamun dan melihat kearah lain, Baby pun mengikuti arah pandangan Angel, namun seketika dirinya memaku saat melihat sebuah keluarga kecil yang terlihat bahagia dan harmonis, sang ayah memangku bayi laki laki yang Baby kira berusia sekitar dua tahun, sedang sang ibu yang menyuapi anak laki laki tersebut.
Pemandangan itu membuat Baby sakit, di depannya ada Angel yang begitu mendambakan sebuah keluarga namun ia malah menyaksikan sebuah keluarga harmonis dan ironisnya itu adalah ayahnya biologisnya sendiri, ya keluarga kecil itu adalah Jonathan dan istri beserta anaknya, Baby mengepalkan tangannya jika Angel tau yang dilihatnya adalah ayahnya sendiri, apa yang akan terjadi, Baby yakin Angel akan langsung berlari kesana dan berkata "Daddy aku juga anakmu.."melihat betapa inginnya Angel memiliki Daddy, sedangkan disana pria kejam itu punya kehidupan yang sempurna.
"Angel.." Baby mengelus rambut panjang Angel, sontak saja Angel mendongak.
"Ya, mom.."
__ADS_1
"Ayo kita pulang.." Angel turun dari kursi, mereka kembali bergandengan tangan menuju pintu, saat akan keluar restoran pandangan Baby sempat bertemu dengan Jonathan, namun terlebih dulu Baby memalingkan wajahnya.
Jonathan mengeryit saat melihat Baby bukankah itu asisten Axel?, Jonathan sempat melihat anak kecil bersama Baby, dan bertanya dalam hati 'Anaknya?' tapi kenapa tatapannya seolah menghindarinya, jika di ingat mungkin mereka tak saling mengenal secara personal, namun mengingat ia rekan bisnis Axel, bukankah harusnya dia menyapanya. 'Cih.. sombong'
Baby dan Angel tiba hampir malam dengan taksi, setelah memberi uang sesuai argo Baby pun masuk kedalam rumah, Baby berfikir ia akan mulai mencari rumah untuknya dan Angel besok dan akan segera pergi dari sini.
"Angel cuci kaki dan tangan lalu istirahat ya!"
"Aye.. mom" Angel pun berjalan cepat kearah kamarnya di ikuti pengasuhnya.
Sedangkan Baby melangkah kelantai dua ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Beberapa saat kemudian Baby kembali kelantai bawah, sudah menggunakan piyama tidurnya menuju kamar Angel "Yeay..mom tidur disini"
Baby mulai bercerita tentang dongeng Cinderella, gadis miskin yang kehilangan sepatu kacanya di sebuah pesta saat di kejar oleh pangeran,tepat di jam 12 malam, lalu pangeran mengadakan sayembara untuk menemukan si pemilik sepatu kaca tersebut hingga akhirnya berkat usahanya mengelilingi negeri sang pangeran bisa menemukan Cinderella si pemilik sepatu kaca.
"Dan mereka pun hidup bahagia selamanya.." Baby pun menutup buku cerita, lalu merapika selimut Angel "Kenapa belum tidur, ceritanya sudah selesai.."
"Mom,,?"
"Hmm.."kening Baby berkerut melihat Angel terlihat berfikir.
"Cinderella punya ibu, dan saudara tiri yang jahat, apa nanti jika Angel punya Daddy tiri juga akan jahat?"
__ADS_1
"Loh?" dari semua cerita itu mengapa Angel malah ingat bagian itu?
"Kalo begitu Angel tak mau punya Daddy, Angel takut nanti jahat kayak Ibu tiri Cinderella.." Baby terkekeh lalu memeluk Angel.
"Sudah, sekarang kita tidur sudah malam.." biarlah anggapan Angel seperti itu agar dia tak merengek lagi minta Daddy.
"Selamat tidur.."
Setelah pergi jalan jalan dan menghabiskan waktu hingga lelah, Baby terlelap hingga begitu nyenyak, hingga tak menyadari seseorang kembali membawanya dari kamar Angel, menuju kamarnya di lantai dua, siapa lagi kalau bukan Axel.
.
.
Hampir tengah malam Axel tiba di bandara dan langsung menuju villa, tanpa di komando lagi, Axel tau Baby pasti ada di kamar Angel, maka Axel langsung saja masuk dan membawa Baby.
Axel tersenyum saat membaringkan Baby di ranjang dan tak membangunkannya Baby hanya menggeliat lalu tidur lagi, persis seperti anak kecil.
"Sepertinya kamu benar benar lelah, selamat tidur.. Baby" Axel tau Baby dan Angel pergi keluar rumah dan menghabiskan waktu berdua, saat tau dari pengasuh Angel bahwa Baby hanya pergi berdua saja, Axel kira Baby akan pergi selamanya,mengingat ucapan Baby yang mengatakan bahwa ia akan pergi dari villanya segera, terlebih Axel terus menghubungi Baby dan tak mendapatkan jawaban, sepanjang perjalanan Axel dilanda resah, namun saat mendengar bahwa Baby kembali pulang membuat Axel tenang, setidaknya Baby tak pergi begitu saja.
Axel memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah beberapa saat lalu ikut naik ke sisi Baby dan masuk kedalam selimut dan menarik Baby untuk masuk ke pelukannya, Axel sungguh merindukan Baby beberapa hari tak bertemu, karna kesibukannya membuat Axel frustasi, terlebih kemalangan yang terjadi pada Baby, membuatnya merasa bersalah.
"Maafkan aku Baby, aku akan segera menyelesaikannya, dan kamu tak akan bisa lari lagi, kamu akan jadi milik ku selamanya" Axel sudah putuskan tak akan melepaskan Baby, bahkan ia akan menerima Angel dan menjadi daddynya mulai sekarang.
__ADS_1