
Setelah mengeluarkan kata-kata yang mempu menggores hati Angel, Leon pergi begitu saja.
Kini tinggal Jonathan yang masih berdiri disana, hatinya merasa ikut sakit melihat Angel terduduk dilantai dengan tatapan nanar melihat pintu yang sudah menelan Leon, tapi kata kata yang keluar dari mulutnya berlawanan arah "Aku tak mengerti mengapa kau harus mengikuti ibu mu, menjadi ja lang hanya untuk tujuan tertentu.." yang Jonathan tahu, Baby seorang wanita malam yang merayu suami dari adiknya hingga mereka menikah, dan entah dari mana Angel ini, yang tiba-tiba ada sudah besar dan dia di akui Axel sebagai anaknya, maka Jonathan mengira Axel menjalin hubungan dengan Baby sejak lama hingga mereka memiliki anak, dan hanya memanfaatkan adiknya untuk balas dendam.
"Dan ja lang ini ada karena dirimu" Angel memejamkan matanya lalu matanya mendongak melihat Jonathan yang berdiri kaku "Pernahkah kau berfikir bagaimana ja lang ini ada, dan bagaimana Mommy ku bisa menjadi ja lang..?" Jonathan masih tak bergerak dia memaku dirinya di tempat.
"Kau tahu hal yang paling aku sesali di dunia ini.." Angel meremas kedua tangannya hingga menjadi kepalan erat.
"Yang paling ku sesali adalah, aku lahir dari benih pria brengsek sepertimu!"
Degh..
Untuk sesaat Jonathan tak bisa menopang tubuhnya, dia linglung namun dengan cepat dia berdiri dan menegakkan tubuhnya "Kau bercanda..?" lalu dia tertawa.
Angel ikut tertawa dengan tawa yang miris dan penuh derita "Jika kau pria alim, yang tak pernah bermain dan membeli diluar harusnya kau tak percaya, bahkan jika pun benar begitu aku tak sudi melihatmu sebagai ayahku.." gumamnya lirih "Andai kau tidak membeli Mommy dan berbelas kasihan sedikit saja untuk melepaskannya, mungkin tak akan ada aku di dunia ini.. tak akan ada wanita ja lang itu, yang rela menjual dirinya demi membesarkan aku" Angel terkekeh "Aku tak yakin, tapi pernahkah kau berfikir apakah tak ada Angel- Angel lain diluar sana, hasil perbuatan bejatmu" Angel menatap Jonathan nyalang, sedangkan Jonathan sudah berdiri kaku, seolah kehilangan nyawanya.
"Bahkan jika kau kehilangan istrimu dan uang mu yang tak seberapa itu , tak akan bisa menghapus penderitaanku!"
"A..pp..a,maksudmu..?" Semua terlalu mengejutkan, ini tidak mungkin.
__ADS_1
"Pergilah tuan Michael, aku selesai.." Jonathan masih bergeming dia terlalu terkejut dengan semua yang di dengarnya maka Angel memanggil Bertha "Bertha..! bawa pergi tuan ini, jauh kan dia dari ja lang sepertiku" tatapan Angel menjadi kosong, sekosong hatinya. Dia bangkit berdiri dengan susah payah, yah.. semuanya selesai.. sudah selesai.
Seakan tercabut dari akarnya Bertha tersadar, Bertha langsung bergerak dan mendorong Jonathan keluar, sejak tadi dia terkesima dengan apa yang terjadi dan kakinya terkunci seolah tak bisa mendekat.
"Tung..tunggu apa maksudmu kau bercanda! jelaskan padaku maksudmu..,tidak kau hanya ingin menghancurkan aku hanya karena Axel bukan, maka kau mengarang semua ini,, ya itu pasti.." Jonathan melihat Angel yang menjatuhkan dirinya di sofa dan bergeming tanpa melihat kearahnya.
Bertha terus mendorong Jonathan hingga keluar "Pergilah tuan!" mungkin jika dalam kondisi normal, kekuatan Bertha tak ada bandingannya dengan Jonathan, namun Jonathan sedang setengah tersadar, maka dengan mudah Bertha menyingkirkannya.
"Kau pasti tau kan apa rencana nya, kalian sengaja bersekongkol menghancurkanku! kalian menjijikan"
Bertha menatap berang Jonathan, yang masih tak berfikir tentang kesalahannya "Jika aku jadi dirimu aku akan mencari tahu sendiri kebenarannya, dari pada terus menyakiti Nona dengan kata-kata kasarmu" Bertha menutup pintu tepat di wajah Jonathan, Jonathan menelan ludahnya kasar.
...
Bertha tak tahan lagi melihat raut hancur Nonanya "Nona.."
"Bertha.." sebelum Bertha menyelesaikan ucapannya Angel menyela.
"Ya, Nona?"
__ADS_1
"Kau sudah selesai berkemas" Bertha mengangguk. "Pergilah kemasi barangmu, satu jam lagi kita bertemu di lobi" Angel bangkit dari duduknya.
"Nona akan kemana?" Bertha sangat khawatir dengan keadaan Nonanya.
"Aku harus menyelesaikan dulu masalahku, setidaknya aku butuh penebusan dosa dari Leon.."
Bertha ingin mencegah entah mengapa hatinya seolah tak memberinya izin Nona nya pergi menemui Tuan Leon "Tapi Nona.."
"Aku akan segara datang Bertha tunggu aku disana.."
.
.
.
Like..
komen..
__ADS_1
vote..
🌹🌹🌹🌹